
Joana berusaha untuk menyembunyikan rasa gugupnya, mungkin untuk pertama kalinya dia masuk bekerja, apalagi ayahnya telah memperkenalkan dirinya kepada semua orang yang ada di meeting room, kebetulan disana di hadiri oleh para dewan direksi dan juga para staf jajaran tertinggi yang ada di perusahaan Alpha Group tersebut.
"Perkenalkan dia adalah putri saya, Joana Alpharez." Pak Riki menunjuk putri kandungnya yang sedang duduk disampingnya.
Semua orang bertepuk tangan ketika Pak Riki memperkenalkan putrinya tersebut. Joana tersenyum ramah kepada mereka semua, kemudian dia segera berdiri, membuat wanita tersebut menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di meeting room itu.
Joana menarik nafas dalam-dalam, menatap ke semua orang yang ada disana, termasuk disana ada Bianca, Dimas, dan Bu Nadia. Mereka bertiga memandangi Joana dengan tatapan sinis.
Mungkin Joana merasa tidak ada satu orangpun yang ada di pihaknya, Bu Nadia dan Bianca sangat jelas menginginkan Dimas yang menjadi penerus perusahaan. Sementara Pak Riki begitu bersikap netral, mungkin karena telah menganggap Dimas seperti putra kandungannya sendiri. Apalagi usai pernikahannya bersama Bu Nadia sudah cukup lama.
Sementara Alvaro? Jangan ditanya lagi, Joana sama sekali tidak paham dengan pria itu, dia tidak tahu apa yang Alvaro mau darinya. Seorang pria yang sangat misterius untuknya. Lagi pula Alvaro tidak ada disana.
Alvaro memang tak ada disana, tapi Alvaro sedang memperhatikannya dari kejauhan, melalui rekaman CCTV yang telah disadap oleh Danu. Malahan pria itu begitu lekat memperhatikan Joana sedari tadi.
Joana mulai memperkenalkan diri, "Nama saya Joana Alpharez, terimakasih sudah mempercayakan saya untuk menjadi site manager disini. Saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini sehingga perusahaan dapat lebih maju dan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi."
Joana meneruskan perkataannya. "Saya masih ingat dulu ketika saya masih kecil, perusahaan Alpha belum sebesar sekarang, bahkan tidak ada yang mengenal apa itu Alpha. Tapi karena kerja keras seorang pemimpin yang hebat dan juga kerjasama semua staf karyawan yang sangat kompak dan gigih dalam bekerja, akhirnya Alpha bisa menjadi sebesar ini. Saya harap saya bisa masuk ke dalam bagian itu, dimana saya bisa bekerjasama dengan anda semua untuk membuat Alpha semakin maju."
__ADS_1
Sepanjang Joana berbicara di depan meeting room tersebut, dia sama sekali tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang sedang menatap takjub padanya, karena dari pihak perusahaan sama sekali tidak menyadari bahwa perusahaan tersebut rekaman CCTV-nya telah di hack oleh Danu, atas dari perintah Alvaro.
Selain Alvaro, ada juga seorang pria yang sedang tersenyum menatap takjub kepada Joana, pria itu bernama Aditya Nugraha, anak dari salah satu pemegang saham yang ada di Alpha. Dia mewakilkan ayahnya untuk menghadiri rapat di perusahaan tersebut.
Dimas, Bianca, dan juga Bu Nadia sangat kesal sekali karena penampilan Joana cukup memukau, bahkan banyak yang memuji Joana, sehingga ketika meeting tersebut berakhir, mereka yang paling awal meninggalkan acara meeting tersebut.
Sementara itu, semua orang nampak menyalami Joana, mengucapkan selamat bergabung dengan perusahaan ayahnya itu. Joana walaupun harus terlihat elegan, tapi dia mencoba untuk tetap bersikap ramah kepada mereka.
"Selamat bergabung dengan perusahaan Alpha, Nona Joana." ucap salah satu pemegang saham kepada Joana. Pria tersebut bernama Pak Louis.
"Iya, terima banyak, Pak Louis." Joana mengucapkan terimakasih kepada siapapun yang mengucapkannya selamat kepadanya.
"Joana."
Joana segera menoleh ke arah sumber suara, dia melihat ada seorang pria tersenyum padanya.
"Apa kabar? Aku apa kamu masih ingat denganku? Dulu kita pernah bersekolah di SMA yang sama, bahkan kita satu kelas." pria tersebut memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Joana mengerutkan keningnya, mungkin karena dia tidak bisa mengingat wajah pria tersebut.
Pria itu terkekeh, sudah dia duga, Joana tidak mungkin mengenalinya ataupun ingat padanya. Wajarlah, karena dulu dia begitu culun, sementara Joana sangat populer di sekolah. Pria itu pun mengulurkan tangannya pada Joana. "Namaku Aditya Nugraha, aku anak dari salah satu pemegang saham di perusahaan ini."
Joana mencoba mengingat nama tersebut. "Emm... Aditya?" Kemudian dia mulai mengingat pria itu. "Oh iya, aku ingat, Aditya yang selalu memakai kacamata itu kan?" seru Joana, wanita itupun menjabat tangan Aditya, tentu saja Joana harus bersikap ramah pada pria itu, karena Aditya adalah anak dari salah satu pemegang saham di Alpha, Joana harus bersikap ramah kepada semua orang yang ada dibagian perusahaan itu.
Aditya tersenyum, tentu saja dia sangat bahagia karena Joana dapat mengingatnya, dia dari dulu menyukai Joana, pertama kali dia jatuh cinta pada Joana ketika Joana menolongnya saat Aditya di bully oleh teman-teman yang meraja di sekolah. Tidak ada yang berani melawan Joana, karena Joana adalah anak dari pemilik sekolah. Dibalik sifatnya yang susah diatur, sebenarnya Joana selalu baik pada semua orang, hanya saja mungkin pria-pria akan salah mengartikan kebaikannya. Contohnya Dion dan Aditya. Tapi Dion lebih berani mengungkapkan perasaannya.
Tapi tetap saja Alvaro yang lebih berani, melamar Joana secara dadakan. Mungkin bisa dibilang acara melamar tercepat di dunia ini, tidak ada pendekatan ataupun perkenalkan, apalagi berpacaran. Tapi pria itu langsung melamar Joana di depan semua orang, dan bersimpuh dihadapan mertuanya.
"Ternyata kamu masih ingat?" Aditya sangat senang karena Joana mengingatnya. Rasanya sangat bermimpi seorang Joana Alpharez masih mengingat pria culun seperti dirinya.
"Tentu saja, aku pasti selalu mengingat semua teman sekolah aku." jawab Joana. Dia bukan orang yang gampang melupakan seseorang yang pernah hadir di dalam hidupnya, walaupun hanya sekedar teman sekolah.
Joana tidak tahu bahwa ada seseorang yang sedang menatap geram melihat keakrabannya dengan teman sekolahnya itu di balik kamera CCTV tersebut.
"Baru juga pertama kali masuk kerja, tapi malah tebar pesona." gerutu Alvaro sambil melihat keakraban Joana dan Aditya di balik rekaman CCTV tersebut. Dia terlihat kesal memperhatikan mereka dari kejauhan.
__ADS_1
Entah mengapa Alvaro tidak suka melihat keakraban Joana dan Aditya. Karena diantara pria dan wanita tidak akan ada yang namanya teman. Apalagi jika diperhatikan dari cara Aditya menatap Joana, Alvaro yakin pria itu memiliki perasaan pada Joana.
Wanita itu, mengapa banyak sekali pria yang menyukainya? Membuat Alvaro tak paham. Yang pasti dia sangat kesal, yang dia inginkan Joana fokus dengan pekerjaannya, bukan malah tebar pesona seperti itu.