Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 47


__ADS_3

Pagi ini Joana terbangun dari tidurnya, dia menggeliatkan tangan sambil menguap, rasanya tidurnya benar-benar nyenyak, dan tubuhnya sangat rileks.


Joana mengerutkan keningnya begitu dia menyadari bahwa dia berada di atas kasur, padahal seingat dia, semalam sedang menonton film di kursi sofa.


"Siapa yang memindahkan aku kesini?" Joana nampak kebingungan, dia tidak sengaja melihat Alvaro yang sedang terbaring di kursi sofa.


Joana merasa heran mengapa ada dua kancing piyamanya terbuka, padahal seingatnya, Joana tertidur dengan keadaan kancing yang rapi. Joana tidak sadar bahwa Alvaro semalam bermain dengan dua buah melon favoritnya, untuk menghilangkan hasratnya kepada wanita itu.


"Al?" Joana terkejut mengapa ada Alvaro di kamarnya, padahal pintu kamarnya telah di kunci dari dalam.


"Mengapa dia bisa masuk ke kamarku?" Joana memperhatikan ke pintu dan jendela yang menghadap ke balkon, semuanya utuh, karena Alvaro telah membenarkan kembali jendela yang telah dia bobol semalam.


"Apa dia juga yang membuka kancing piyamaku?" Joana menggelengkan kepalanya, tapi rasanya tidak mungkin.


Joana sangat tidak paham, Alvaro bisa masuk ke kamarnya lewat apa. Apa dia punya jurus teleportasi atau semacamnya? Alvaro benar-benar misterius.


"Untuk apa dia tidur di kamarku?" Joana tidak paham dengan pria itu. Joana memang ingat semalam Alvaro mengetuk-ngetuk pintu kamarnya, tapi sengaja tidak Joana buka, memang hanya dia saja yang bisa bersikap cuek, Joana juga bisa.


Joana berjalan ke arah kursi sofa, memperhatikan Alvaro yang sedang terbaring di kursi sofa dengan mata terpejam, Joana akui Alvaro sangat tampan, pria itu memiliki pesona yang membuat banyak wanita akan tergila-gila padanya.


Tapi percuma juga kalau ganteng, tapi sifatnya menyebalkan. Sangat sangat menyebalkan dan membuatnya gondok.


Joana tadinya ingin membangunkan Alvaro, tapi dia mengurungkan niatnya, lebih baik dia memilih untuk segera mandi, mumpung Alvaro belum bangun, dia takut menjadi santapan Alvaro lagi kalau pria itu melihatnya hanya memakai handuk nanti.


Tapi Joana dibuat terkejut, ketika Alvaro menarik tangannya, sehingga wanita itu terjatuh ke pangkuan Alvaro.


"Al!" Joana kagetnya bukan main, hampir saja membuat jantungnya copot.

__ADS_1


Alvaro segera duduk, tanpa melepaskan Joana, membuat wanita itu duduk di pangkuannya, menghadap Alvaro. Karena sebenarnya dari tadi Alvaro tidak tidur, dia hanya memejamkan matanya saja, berharap bisa tidur, tapi tetap saja tak bisa.


Pesona gadis itu membuatnya gila, bahkan dia tak bereaksi apa-apa ketika Bianca mengirimkan foto seksi padanya, karena yang diinginkan tubuh Joana, bukan tubuh wanita lain, apalagi Bianca.


"Semalam ada pesan dari Aditya." Alvaro memperlihatkan pesan dari Aditya kepada Joana dengan sorot matanya yang tajam. Nampak jelas bahwa dia sangat tidak suka jika Aditya mengirim pesan pada Joana.


"Kan sudah kamu balas, ya sudah, tidak ada kepentingan apa-apa lagi kan?" jawab Joana dengan santai karena dia melihat Alvaro membalas pesan dari Aditya.


Alvaro menunjuk bibir Joana, "Kamu harus menjaga bibirmu ini, jangan pernah tersenyum pada lawan jenis, itu akan membuat kesalahpahaman."


Joana malah terkekeh. "Apa kamu sedang cemburu, Al?"


"Bukan, tapi aku hanya menasehatimu sebagai seorang pria, seorang pria akan semakin penasaran jika ada wanita yang sering memberikan senyuman padanya." Alvaro masih berkata dengan sikapnya yang dingin.


Joana malah tersenyum manis pada Alvaro, "Kalau aku tersenyum seperti ini padamu, apa kamu juga menjadi penasaran padaku, Al?" Kemudian wanita cantik itu mengedipkan matanya.


Alvaro menekan pinggang Joana agar jarak mereka semakin dekat. "Apa kamu sedang menggodaku?"


Joana menggelengkan kepalanya, "Tidak, bagaimana mungkin aku menggoda kamu dalam keadaan penampilan aku berantakan seperti ini. Apalagi aku belum mandi."


Alvaro menyeringai, menatap lekat kepada Joana, perkataan Joana seakan memberikan sinyal untuknya. "Ya sudah, aku akan memandikanmu."


"Hm?" Joana membulatkan matanya ketika mendengar perkataan Alvaro. Alvaro akan memandikannya? Apa dia tidak salah dengar? Memangnya dia anak kecil harus dimandikan segala?


Joana rasa tidak mungkin hanya sekedar mandi bersama, pasti pria itu memiliki niat terselubung di kamar mandi sana. Pria itu pasti akan menyantapnya.


"A-aku udah gede, biar aku mandi sendiri." Joana menolak untuk dimandikan oleh Alvaro.

__ADS_1


Joana ingin beranjak dari pangkuan Alvaro, tapi Joana tercekat ketika Alvaro segera berdiri sambil menggendong tubuhnya, sehingga kepalanya menubruk dada bidangnya Alvaro.


"Al!" Joana refleks mengalungkan kedua tangannya di leher Alvaro karena takut terjatuh.


Pria itu tak ingin mendengarkan penolakan dari Joana, dia berjalan menggendong Joana, membawanya masuk ke kamar mandi.


"Al, aku bisa mandi sendiri, kamu gak usah repot-repot mau memandikan aku." protes Joana.


Tapi Alvaro tak mempedulikan protes dari Joana, pria itu begitu gagah menggendong Joana, mungkin bagi dia tubuh Joana sama sekali tidak terasa berat. Tubuh Joana memang sangat mungil bagi Alvaro yang memiliki badan tinggi dan kekar.


Setelah sampai kamar mandi, Alvaro melepaskan Joana, membiarkan wanita itu berdiri dihadapannya.


Kemudian Alvaro menyalakan air shower, membuat tubuh Joana yang masih memakai piyama itu basah kuyup, sehingga nampak jelas bagaimana lekuk tubuhnya Joana, dan terlihat samar-samar pakaian da-lam Joana di balik piyama yang basah itu.


Joana menelan saliva melihat Alvaro yang menatapnya seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya, pasti dia akan disantap oleh pria itu sampai habis.


"Al, aku bis..."


Alvaro sudah tak bisa menahan diri lagi, dia menyambar bibir Joana, sehingga Joana tak dapat meneruskan perkataannya.


Alvaro menghentak tubuh wanita itu ke dinding kamar mandi, membuat tubuh Joana terkunci, mencium bibirnya sangat brutal.


Derasnya aliran air shower membasahi tubuh mereka, menciptakan gairah yang kian memanas ditubuh Alvaro, sehingga tangannya mulai bergerak, membuka piyama yang dikenakan oleh Joana, membuat piyama tersebut berhamburan jatuh ke lantai kamar mandi tersebut.


Kini hanya menyisakan pakaian da-lam saja dengan kondisi badannya yang basah kuyup dibawah aliran shower, sepertinya dia harus pasrah jika pagi ini Alvaro mengajaknya berolahraga di pagi hari ini, di kamar mandi.


...****************...

__ADS_1


...Apa harus ada es batu lagi?...


__ADS_2