
Hati Bianca sangat sedih dan merasa bersalah kepada Alvaro, karena dia yang mempengaruhi Dimas agar Dimas segera melenyapkan Joana, dia tidak ingin Joana merusak semua impiannya untuk menguasai seluruh kekayaan keluarga Alpha lewat Dimas, dan dia sangat tidak rela jika Alvaro hidup bahagia bersama Joana.
Bianca sengaja melakukan itu semua karena dia tidak ingin apa yang dia lakukan selama lima tahun ini menjadi sia-sia, padahal dia harus rela meninggalkan Alvaro, pria yang sangat dia cintai, demi obsesi dan keserakahannya. Sampai dia rela hidup penuh tekanan karena ibu mertua yang sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu dan kebiasaan Dimas yang sering bermain dengan banyak wanita di luar sana.
Hampir setiap hari Bianca selalu menangis, dia sangat takut kehilangan Alvaro, dia sangat mengkhawatirkannya. "Al, maafkan aku. Aku sana sekali tidak bermaksud untuk melukaimu." lirihnya sambil memperhatikan Alvaro dari kejauhan yang sedang dirawat oleh Joana.
Bianca diam-diam selalu memperhatikan Alvaro dari kejauhan, ingin sekali dia menemuinya secara diam-diam, tapi sayangnya Joana selalu ada di ruangan tempat Alvaro dirawat, sehingga dia menjadi kesulitan untuk menemui sang mantan suami yang sangat dia cintai.
Mata Bianca berbinar-binar ketika melihat Joana keluar dari ruangan tempat Alvaro dirawat tersebut, saat itu Joana pergi untuk menemui Pak Riki di ruangan direktur rumah sakit.
Bianca segera masuk ke dalam, hari ini dia tak bisa menahan dirinya, dia ingin melihat keadaan Alvaro dengan lebih dekat. Mungkin karena dia sudah sangat merindukan pria itu.
Mata Bianca berkaca-kaca melihat kondisi Alvaro yang memperihatinkan, hatinya sangat sakit, mengapa Alvaro harus rela terluka demi melindungi Joana, sebesar itulah cinta Alvaro untuk Joana? Sampai pria itu tak berpikir panjang mengabaikan keselamatan nyawanya sendiri demi Joana. Sungguh, Bianca sangat merasa iri dan hatinya terbakar cemburu.
__ADS_1
Bianca duduk di kursi yang ada di samping brankar, dia menangis menggenggam tangan Alvaro.
"Al, mengapa kamu harus melindunginya? Mengapa kamu harus bertindak sebodoh ini demi Joana? Sampai kapanpun aku tidak rela kamu terluka demi Joana. Seharusnya dari awal kamu tidak masuk ke dalam keluarga ini, biar kita menjalani kehidupan masing-masing, karena suatu saat aku pasti akan mencarimu, Al."
Setelah Bianca mendapatkan segalanya, dia akan kembali pada Alvaro, itulah yang diinginkan oleh Bianca. Tapi Alvaro telah merusak rencananya.
Sementara di luar sana, Joana sedang berjalan ke arah tempat Alvaro dirawat sambil memikirkan keputusan ayahnya yang akan mempercayakan perusahaan Alpha padanya, tapi walaupun begitu dia tahu ayahnya tidak mungkin mengabaikan Dimas. Walaupun Dimas bukan anak kandung Pak Riki, Dimas juga akan mendapatkan warisan dan dapat bagian beberapa anak perusahaan dibawah naungan Alpha. Dan Dimas tetap menjadi bagian penting di perusahaan, walaupun harus dibawah pimpinan Joana.
Joana mempercepat langkahnya, karena dia ingin segera menjaga Alvaro, apalagi dia tahu dari ayahnya, dokter yang merawat Alvaro bilang bahwa Alvaro sebentar lagi akan siuman.
Joana menghentikan langkahnya, dia mengurungkan niatnya ketika melihat Bianca berada di dalam, Joana mengerutkan keningnya ketika melihat Bianca menangis menggenggam tangan Alvaro.
Mengapa Bianca harus menangis seperti itu di samping Alvaro, dan mengapa Bianca harus menggenggam tangan Alvaro?
__ADS_1
Joana terkejut ketika mendengar apa yang Bianca ucapkan kepada Alvaro.
"Al, bangunlah. Aku tidak akan tenang jika melihat keadaanmu seperti ini, hati aku sangat sakit melihat kamu terluka. Bahkan aku rela kehilangan Dimas dan keluar dari keluarga Alpha demi dirimu, Al. Karena aku masih mencintaimu. Aku rela meninggalkan semuanya asalkan kita bisa kembali bersama."
Bianca berkata seperti itu dengan penuh kesungguhan hati, dia rela meninggalkan semuanya, dia rela meninggalkan karirnya yang telah dia tempuh selama lima tahun ini demi Alvaro, padahal mungkin saja jabatannya akan menjadi tinggi karena Dimas pun akan tetap kebagian warisan dan mendapatkan beberapa anak perusahaan dibawah naungan Alpha. Walaupun Joana yang memimpin perusahaan Alpha secara keseluruhan.
Tapi Bianca sudah tidak sanggup lagi menahan rasa cemburunya, dia tidak ingin Alvaro terluka lagi, karena dia tahu hubungan Joana dan Dimas sampai kapanpun tidak akan pernah akur, tetap akan saling menjatuhkan. Bianca tidak ingin Alvaro terluka lagi demi Joana. Bianca ingin mereka kembali seperti dulu lagi, walaupun harus menjalani kehidupan yang sederhana seperti dulu, asalkan bersama Alvaro.
Joana refleks mundur, dia merasakan kakinya mendadak lemas, hatinya seakan dihantam palu besar ketika mendengar perkataan Bianca, Joana merasakan hatinya sakit begitu mengetahui kenyataan bahwa ternyata selama ini Alvaro dan Bianca saling mengenal, mungkin saja dulu mereka memiliki hubungan spesial.
Sehingga Joana teringat kembali ketika Alvaro mengajaknya untuk makan bersama Bianca di sebuah restoran, Alvaro bilang bahwa Bianca menelponnya karena ponsel Joana tidak aktif, mereka bersikap seolah-olah tidak saling mengenal, tapi ternyata kenyataannya?
Selama ini Alvaro telah tega membohonginya, mempermainkan hidupnya, sehingga harus bersikap seolah-olah tidak mengenal Bianca di depan dirinya, ayahnya, dan di depan banyak orang. Hal tersebut membuat hati Joana bertanya-tanya apa yang Alvaro mau dari diri Joana? Apakah Bianca adalah alasan Alvaro menikahinya?
__ADS_1