Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 87


__ADS_3

Setelah Danu dan Gleen pergi, Alvaro masih berada di balkon, dia nampak terdiam setelah membaca pesan dari Bianca.


Besok dia akan memenjarakan Dimas, Bianca, dan juga Bu Nadia. Alvaro rasa mungkin dia memang harus membujuk Bianca untuk menyerahkan diri ke polisi.


Sebenarnya dia sangat penasaran, untuk apa Bianca mengajaknya bertemu dan mengapa Bianca mengatakan padanya ingin bertemu untuk terakhir kalinya. Apa terjadi sesuatu pada Bianca? Tapi dia ingin menghargai perasaan Joana, sebagai istrinya.


Karena itu Alvaro lebih baik berbicara jujur saja kepada Joana, dia tidak ingin menyembunyikan apapun lagi pada Joana. Disaat Joana mendiamkan dirinya, dia sangat takut kehilangan wanita itu. Dia tidak ingin memiliki masalah apapun dengan Joana.


"Emm... Bianca mengirim pesan padaku, katanya dia ingin bertemu denganku untuk terakhir kalinya." Alvaro mengatakannya dengan sedikit hati-hati, karena dia takut menyakiti perasaan Joana lagi.


Saat ini Alvaro dan Joana sedang duduk di balkon rumah sakit.


Alvaro melanjutkan perkataannya kembali, "Aku memberitahumu bukan karena ingin bertemu dengannya, tapi aku hanya ingin..."


Joana memotong perkataan Alvaro. "Temuilah dia!"


Alvaro membulatkan matanya mendengar jawaban dari Joana. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Joana akan menyuruhnya untuk menemui Bianca.

__ADS_1


"Temui dia, selesaikan masalah kalian berdua secara baik-baik, setelah itu datanglah padaku, Al. Aku percaya padamu." Joana tidak akan pernah meragukan cinta Alvaro lagi, setelah melihat bagaimana cara dia ingin melindungi Joana.


Joana hanya ingin Alvaro dan Bianca bisa mengakhiri masa lalu mereka dengan baik-baik, setelah itu dia ingin bisa memikirkan masa depannya bersama Alvaro tanpa dibayang-bayangi masa lalu lagi.


Mata Alvaro berkaca-kaca, kemudian dia tersenyum, betapa beruntungnya dia memiliki istri seperti Joana, dia mencium kening Joana dengan lembut, "Makasih, Jo. Makasih untuk mempercayai aku. Aku akan menyelesaikan masa lalu aku dengan Bianca secara baik-baik. Aku harap setelah ini Bianca tidak akan pernah mengharapkan aku lagi. Karena kamu lah masa depanku." Selain itu Alvaro juga ingin menyuruh Bianca untuk bertanggungjawab atas semua kesalahan yang pernah dia lakukan, termasuk dalam rencana pembunuhan terhadap Joana.


Joana menganggukkan kepalanya, wanita itu pun tersenyum.


Setelah Alvaro pergi, Joana nampak termenung, dia yakin keputusan dia menyuruh Alvaro untuk menemuinya adalah keputusan yang tepat.


Joana teringat dengan kondisi ayahnya, sebagai seorang anak dia pasti sangat mengkhawatirkan kondisi Pak Riki, walaupun sebenarnya dia merasa ada yang tidak beres dengan penyakit yang di derita oleh ayahnya.


[Asisten Arman, Bagaimana? Apakah kamu sudah memeriksa apa yang aku perintahkan?]


Selama Joana berada di Amerika, Joana memang telah menyuruh Asisten Arman untuk menjaga ayahnya, apalagi dia tinggal di sebuah paviliun yang ada di belakang mansion, untuk menjaga sang Tuan Besar. Karena Asisten Arman sedari remaja tinggal disana, biaya hidup dan pendidikannya ditanggung oleh Pak Riki.


...****************...

__ADS_1


Alvaro pun pergi untuk menemui Bianca, Bianca bilang bahwa dia berada di depan halte bus, mereka memang akan bertemu di tempat umum, yaitu di sebuah taman yang tak jauh dari halte bus, karena memang seharusnya begitu.


Alvaro telah sampai di tempat yang dijanjikan oleh Bianca, dia memarkirkan mobilnya di tempat khusus parkir, kemudian dia pergi ke sebuah taman yang dijanjikan oleh Bianca.


Di taman tersebut banyak sekali orang, membuat Alvaro kesulitan untuk mencari Bianca.


"Al!"


Alvaro mendengar suara seseorang memanggil namanya, dia segera membalikkan badan, sehingga dia melihat Bianca yang jaraknya sekitar enam meter dengannya.


Mata Bianca berkaca-kaca, akhirnya dia bisa bertemu dengan Alvaro kembali, walaupun mungkin untuk terakhir kalinya, karena setelah ini dia tidak akan pernah mengganggu kehidupan Alvaro lagi. Karena dia tahu sudah tidak ada namanya di hati Alvaro. Alvaro hanya mencintai Joana.


Bianca meronggoh tasnya untuk mengambil botol berisi polanium, akan tetapi tiba-tiba terdengar sebuah suara tembakan begitu keras.


Zdor...


Mata Alvaro membulat, ketika dia melihat Bianca bersimbah darah, ternyata ada seseorang yang sengaja menembak Bianca.

__ADS_1


...****************...


...Menuju End...


__ADS_2