Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 85


__ADS_3

Dan kini di balkon rumah sakit, Alvaro sedang membahas apa saja yang telah Danu dan Gleen dapatkan dari hasil penyelidikan mereka tentang kasus korupsi yang dilakukan oleh Dimas, dan bukti konkret lainnya tentang kasus penyerangan terhadap Joana yang dilakukan oleh 20 orang gangster, yang sebenarnya adalah kasus percobaan pembunuhan berencana.


Walaupun Alvaro merasakan kepalanya pening karena hasratnya yang belum tertuntaskan, tapi ada yang lebih penting yang harus dia lakukan selain dari permasalahan sang joni. Dia benar-benar ingin memberikan pelajaran kepada Bianca, Dimas, dan Bu Nadia, yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Joana.


Alvaro, Gleen, dan Danu. Walaupun diantara mereka memiliki karakter yang berbeda dan keahlian berbeda, tapi karena mereka bekerja di bidang yang sama, akhirnya mereka telah menjadi satu, satu tujuan mereka yaitu memecahkan sebuah kasus.


Alvaro sang detektif, Gleen sang penipu ulung, dan Danu sang hacker.


"Ini data-data keuangan di Alpha, ternyata Dimas sudah melakukan penggelapan dana disaat dia masih berselingkuh dengan Bianca, dari tahun 2018. Mertuamu terlalu mempercayai keuangan pada Dimas." ucap Danu kepada Alvaro, sambil memperlihatkan data-data kasus korupsi yang dilakukan oleh Dimas.


Mungkin sampai kini sang mertua masih menganggap Dimas dan Bu Nadia adalah orang yang baik, makanya Dimas diberikan 5 anak perusahaan, yang akan diresmikan nanti pada pesta perayaan penyambutan CEO baru di Alpha.


Bahkan Dimas memberikan imbalan satu miliyar kepada masing-masing preman anak buahnya Baron yang berjumlah 19 orang, karena Baron sendiri sebagai ketua gangster, dia mendapatkan imbalan sebanyak dua miliyar dari Dimas. Dimas membayar mereka mahal agar mereka tutup mulut.


Tapi sayangnya Baron bocor juga karena terpengaruhi Alvaro saat Alvaro menemuinya di lapas, sehingga Alvaro menyuruh Gleen untuk menyamar menjadi seorang karyawan di sebuah restoran, agar bisa memeriksa rekaman CCTV di sebuah restoran yang menjadi tempat perencanaan pembunuhan terhadap Joana.


Joana baru beberapa hari menjadi CEO di Alpha, sehingga dia belum mengecek keseluruhan tentang perusahaan, apalagi Dimas begitu apik dalam melakukan penggelapan dana agar tidak ketahuan. Karena itu Alvaro harus memberitahu Joana tentang hal penting ini, jangan sampai perusahaan sebesar Alpha harus hancur karena ulah seorang tikus berdasi seperti Dimas.

__ADS_1


Itulah hal romantis yang Alvaro lakukan buat Joana, bukan dengan memberikan bunga ataupun kata-kata rayuan, tapi dengan tindakan untuk melindungi istrinya.


Gleen memberikan bukti dari hasil penyelidikannya tentang penyerangan yang dilakukan Baron CS terhadap Joana, "Aku sudah membobol pintu markas si Baron, disana ada CCTV saat Dimas memberikan bayaran kepada Baron."


Gleen memperlihatkan laptopnya kepada Alvaro, disana terlihat jelas ketika Dimas memberikan koper kepada Baron, kemudian disana terlihat Baron membuka koper tersebut yang berisikan uang.


Gleen memperlihatkan bukti CCTV yang lainnya. "Dan aku juga sudah datang ke restoran yang kamu beritahukan itu. Disana memang ada pembicaraan rencana pembunuhan terhadap Joana."


Alvaro menghela nafas ketika melihat rekaman CCTV di restoran xxxx, disana terlihat ada Bianca, Dimas, Bu Nadia, dan Baron.


Di rekaman CCTV tersebut terdengar dengan jelas pembicaraan mereka.


(Padahal saat itu Bianca sedang dilanda rasa cemburu terhadap Joana dan Alvaro)


Dimas: Ya aku setuju dengan pendapat istriku. Mending kamu bunuh saja si Joana, Bang Baron.


Terlihat Bu Nadia hanya menganggukkan kepalanya, pertanda dia setuju dengan rencana pembunuhan terhadap Joana, walaupun saat ini hanya dinyatakan kasus perampokan.

__ADS_1


Baron: Baiklah, tapi bayarannya cukup tinggi. Karena terlalu beresiko untuk kami.


Dimas: Aku akan membayar berapapun sesuai yang kamu pinta.


Alvaro tidak ikut penyelidikan karena dia ditahan oleh Joana harus dirawat di rumah sakit, mungkin karena Alvaro mengalami luka cidera ditubuhnya setelah terjun dari tebing untuk mengejar Dion waktu itu.


Alvaro mengepalkan tangannya. Walaupun Bianca dulu adalah wanita yang pernah Alvaro cintai, tapi kali ini dia tak bisa melindunginya lagi. Bianca harus belajar mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Kemudian Alvaro menatap ke dalam ruangan, terlihat Joana yang sedang duduk di kursi sofa sambil menonton televisi. Dia merasa kasihan kepada wanita tersebut, wanita itu dikelilingi oleh orang-orang yang jahat, kematian selalu mengintainya. Alvaro sangat bersyukur bisa bertemu dengan Joana diwaktu yang tepat, sehingga dia bisa melindungi wanita itu dari mereka.


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Ponsel Alvaro bergetar. Alvaro mendapatkan pesan dari seseorang, dia segera membaca pesan tersebut, ternyata Bianca yang mengirimkan pesan kepadanya.

__ADS_1


[Al, aku ingin bertemu denganmu untuk terakhir kalinya. Aku mohon. Setelah ini aku tidak akan menggangu hidupmu lagi.]


Malam ini terlihat Bianca yang sedang menangis, wanita itu sangat menyesali perbuatannya, setelah keluar dari keluarga Alpha, menunggu proses perceraian dengan Dimas, dia merasakan hidupnya luntang-lantung tak ada tempat tujuan. Dia benar-benar merasa kesepian. Begitu terasa hukuman yang telah dia rasakan karena telah menyakiti seseorang yang sudah banyak berkorban untuknya.


__ADS_2