Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 73


__ADS_3

Sementara itu, di kantor pusat Alpha, Joana nampak sedang dilanda kebimbangan, hati kecilnya mengatakan bahwa dia sebenarnya memiliki perasaan pada Alvaro. Tapi luka yang Alvaro torehkan padanya cukup menyakitkan.


Tapi disamping itu, jika Joana mengingat apa saja yang telah Alvaro lakukan kepadanya, dibalik sikapnya yang dingin dan menyebalkan, tapi selama ini Alvaro telah banyak membantunya, bukan hanya itu, Alvaro juga telah mengorbankan dirinya, pria rela terluka demi melindungi Joana. Bahkan Alvaro menugaskan empat orang bodyguard untuk selalu melindunginya dari Dion.


Mungkin Alvaro bukan pria yang gampang berkata cinta, luka yang Bianca torehkan padanya sangat dalam, Bianca telah tega berselingkuh dengan Dimas, kakak tirinya Joana. Mungkin karena itu Alvaro tak ingin mengenal cinta lagi. Karena Bianca bukan hanya menghancurkan hatinya Alvaro saja, tapi wanita itu telah menghancurkan masa depan dan hidup Alvaro juga.


Terlepas dari apa niat sebelumnya Alvaro menikahi Joana, tapi bukankah selama ini Alvaro tak pernah mengecewakannya, pria itu tak pernah berbuat sesuatu yang membuat Joana sakit? Selama ini Alvaro telah banyak membantunya.


Joan meraih ponselnya, dia membaca kembali pesan-pesan yang telah Alvaro kirimkan kepadanya, sebuah pesan yang belum Joana balas sama sekali.


[Maafkan aku, Joana. Aku benar-benar menyesal, aku harap kamu memberikan kesempatan padaku untuk memperbaikinya.]


[Aku adalah pria yang paling bodoh karena tak bisa memahami perasaanku sendiri, sekarang aku sangat menyadari betapa berharganya kamu untukku.]


[Jangan telat makan Joana.]


[Semangat kerja, Joana.]

__ADS_1


[Aku harap kamu menyukai barang-barang yang aku kirim padamu.]


Setelah membaca ulang pesan dari Alvaro, entah mengapa hatinya Joana merasa tersentuh, justru jika dia berdiam diri seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah.


Joana ingin membalas pesan dari Alvaro, tapi tiba-tiba ada seorang mengetuk pintu ruangannya.


Joana menyimpan ponselnya diatas meja, dia menyuruh orang tersebut masuk ke dalam. "Masuk!"


Joana mengerutkan keningnya ketika melihat siapa orang yang datang ke ruangannya, ternyata orang itu adalah Bianca.


"Kak Bianca, ada kepentingan apa kamu kesini?" tanya Joana kepada kakak iparnya itu.


Tanpa di duga, Bianca menangis, dia bersimpuh di hadapan Joana, membuat Joana terkejut.


"Kak Bianca apa yang kamu lakukan? Berdirilah!" Walaupun Joana tak menyukai Bianca karena wanita itu selalu bermuka dua, tapi dia tidak suka jika ada yang merendahkan harga dirinya kepadanya seperti itu.


Joana ingin membantu Bianca untuk berdiri, tapi wanita itu malah terisak.

__ADS_1


"Aku sangat mencintai Alvaro, aku mohon tolong lepaskan dia. Aku mohon padamu, Joana. Karena aku sadar aku tidak bisa hidup tanpa dia."


Joana terkejut mendengar permintaan Bianca, wanita itu telah membawa selembar kertas, nampaknya Dimas telah menyetujui bercerai dengan Bianca.


"Kamu ini bicara apa kak Bianca?"


Bianca semakin terisak, dia enggan untuk berdiri, sangat berharap Joana mengalah untuknya. "Kamu memiliki segalanya, Joana. Kamu kaya raya, kamu memiliki jabatan tinggi, banyak orang yang menyukaimu, dan hidupmu tidak akan pernah kesepian. Tapi aku? Aku hanya memiliki Alvaro, Alvaro hanya satu-satunya tempat aku pulang, aku tidak memiliki siapapun selain dia. Hanya dia yang peduli padaku. Karena itu, aku mohon tolong lepaskan Alvaro. Izinkan aku untuk memperbaiki atas kesalahan yang pernah aku lakukan padanya. Aku mohon, Joana."


Joana tertegun mendengarnya, sampai matanya berkaca-kaca mendengar perkataan Bianca.


"Dan aku minta maaf, selama ini aku sudah berbuat jahat padamu. Aku benar-benar ingin memperbaiki kesalahan aku, Joana." sambung Bianca, wanita itu benar-benar ingin berubah. Mungkin saja dulu dia serakah, melakukan segala cara untuk meraih kesuksesannya. Tapi setelah Alvaro terluka karena rencananya sendiri, dia menyadari bahwa apa yang dia lakukan itu salah, dan dia sangat takut kehilangan Alvaro.


Bianca sangat berharap Joana mau mengalah untuknya. Selama ini Joana telah mengalami hidup yang sangat beruntung, Joana terlahir dari keluarga kaya raya, banyak pria yang menyukainya, dan dia juga telah menjadi CEO di Alpha.


Sementara Bianca? Dari kecil dia begitu sangat menyedihkan, terlahir dari keluarga miskin yang yang orang tuanya terus bertengkar karena masalah ekonomi, sehingga mereka dengan teganya membuang Bianca ke panti asuhan.


Jadi Bianca merasa wajar saja jika dulu dia menginginkan hidupnya bisa berkecukupan, agar dia tidak menjalani kehidupan yang menyedihkan lagi seperti dulu. Walaupun sekarang dia sadar, ternyata yang membuatnya bahagia bukanlah harta, tapi cinta, sebuah cinta yang tulus dari seorang pria seperti Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2