Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 12


__ADS_3

"Papa."


Sherin tidak tau jika ayahnya akan datang secepat ini.Padahal dalam perjanjian sudah ditentukan waktu yang telah mereka sepakati.


"Pak Ferdy,selamat datang pak.Maaf kedatangan bapak malah disambut dengan keributan seperti ini." Ucap kepala sekolah yang hanya diabaikan oleh ayah Sherin.Pria paruh baya itu kini tengah fokus memperhatikan satu persatu dari orang-orang yang terdiam karena kedatangannya.


"Tapi pak Ferdy,ada keperluan apa ya bapak kemari?." Pertanyaan kepala sekolah berhasil membuat atensi Ferdy teralihkan.


"Saya hanya ingin berkunjung saja.Tapi saat saya sampai,saya tidak sengaja mendengar keributan dari dalam.Jadi tanpa basa-basi saya langsung menerobos masuk.Saya minta maaf karena sudah lancang." Ferdy sedikit membungkukkan tubuhnya.Gerak-gerik Ferdy tak pernah lepas dari pandangan Sherin.


"Ah,tidak apa-apa pak Ferdy,justru saya senang karena anda menyempatkan diri untuk berkunjung kemari.Saya juga minta maaf atas keributan yang membuat pak Ferdy tidak nyaman."


"Jika saya boleh tau,sebenarnya apa yang sedang terjadi disini?." Tanya Ferdy yang membuat Sherin menunduk,karena ayahnya itu tengah menatap lurus kearahnya.


"Jadi begini,ada salah satu siswi yang melapor jika ia mendapat perlakuan tak mengenakkan dari salah satu murid yang juga seangkatan dengannya." Jelas Pak kepala sekolah yang membuat Ferdy mengangguk paham.


"Itu benar pak,dan siswi ini pelakunya." Kini ibu Sarah yang mulai bicara.Tatapan Ferdy menajam kala wanita itu menunjuk putrinya yang kini menunduk tak berani menatapnya.


"Apa ada bukti,jika gadis ini yang bersalah?.Jangan menuduh orang sembarangan,bisa jadi pelaku sebenarnya adalah anak anda." Sherin yang sedari tadi menunduk,dengan cepat mendongak melihat kearah ayahnya.

__ADS_1


"Kenapa Bapak jadi membela gadis ini?,atau jangan-jangan dia sudah menyerahkan keperawanannya agar bapak membelanya."


Plak


Keadaan menjadi hening setelah bunyi tamparan mengudara mengisi ruangan itu.Sherin menampar Diana setelah mendengarkan ucapan gadis bermuka dua ini.Tatapan terkejut juga tak bisa orang-orang disana sembunyikan.Bahkan Diana yang masih memegang pipinya menatap Sherin tak percaya.


"Selama ini gue nggak pernah main fisik.Gue cuma ngancem siapa pun yang berani nyari masalah sama gue.Tapi kali ini dengan ringan hati gue lakuin itu ke lu,karena lu udah ngelakuin hal fatal lewat mulut samapah lu ini." Ujar Sherin dengan pandangan yang mungkin tak pernah ia perlihatkan pada siapa pun saat ia benar-benar marah.


"Berani sekali kamu nampar anak saya,awas kamu.."


"Sampai sedikit saja anda menyentuh anak saya.Akan saya buat tangan itu tak lagi berfungsi sebagai mana mestinya." Ucapan Ferdy membuat orang-orang disana membeo seketika,kecuali Sherina.


"A-anak?.Ja-jadi Sherina ini anak bapak?." Pertanyaan dari kepala sekolah dijawab anggukan oleh Ferdy.Pria paruh baya itu menghampiri putrinya yang kini menatap datar gadis yang berada disampingnya.


"Gue udah ngasih lu pilihan,bahkan kesempatan.Tapi lu nggak memanfaatkan dengan baik semua itu.Lu masih nganggep gue cuma ngancem lu doang."


"Gue punya bukti Diana,gue punya bukti dari semua perbuatan lu." Diana menatap takut Sherin yang kini mendekat kearahnya.


"Karena lu milih supaya gue yang bongkar semuanya,gue bakalan nurutin kemauan lu." Sherin berjalan menuju jendela besar yang langsung terarah pada lapangan,disusul dengan ayahnya yang merangkul bahu putrinya itu.

__ADS_1


Sherin mengisyaratkan orang-orang disana untuk mendekat kejendela.Sebuah pemandangan yang hanya terlihat saat upacara bendera,kini mereka lihat pada hari itu.Semua murid disekolah Gemilang tangah berkumpul dilapangan.


Tak lama,sebuah suara dari loadspeaker yang menunjukkan perdebatan antara Sherin dan dirinya,membuat Diana teringat kejadian ditoilet saat itu.Ternyata Sherin tak berbohong,gadis itu benar-benar memiliki bukti.


Diana semakin dilanda rasa takut saat suara rekaman itu berhenti,tiba-tiba sebuah suara muncul kembali,kali ini perbincangannya dengan Sherin yang terjadi kemarin diperdengarkan kepada semua murid yang ada disana.Diana bahkan bisa melihat sebagian dari orang-orang itu kini tengah berbisik satu sama lain.


Setelah beberapa menit,akhirnya semua berakhir dan orang-orang yang tadi berkumpul pun membubarkan diri.


"Keputusan ada ditangan anak kalian,minta maaf didepan banyak orang,atau saya yang akan turun tangan langsung untuk mengeluarkan putri kalian dari sekolah ini." Ucapan Ferdy membuat kedua orangtua Diana panik dan kini malah menyudutkan gadis itu.


Ini yang Sherin takutkan jika sampai ayahnya yang turun tangan.Pria itu tak akan memberi ampun pada siapa pun yang mengusik keluarganya,terutama Sherina.Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.Diana tak menghiraukan sama sekali perkataannya.Jadi biarkan Diana menerima akibat dari semua perbuatannya.


...Tbc...


...Ini chapter terakhir yang aku simpan didraft....


...Untuk chapter selanjutnya,semoga kalian bisa menunggu ya....


...Terimakasih...

__ADS_1


...❤...


__ADS_2