
Ditengah keseriusan Sherin,orang yang sedari tadi melihat gerak-geriknya perlahan mulai mendekat dan berhenti tepat dibelakang gadis itu duduk.
"Serius amat liat kartunnya."
"Astaga!!."
Sherin menoleh cepat kearah belakangnya.Dilihatnya Rafka yang tengah menopang dagu sembari tersenyum menampakkan deretan giginya.
"Bodoh kali manusia ini." Sherin menoyor dahi Rafka,sedangkan laki-laki itu kini mulai terbahak melihat Sherin yang kesal.
"Lagian serius banget sih lu,nonton kartun doang padahal." Cibir Rafka yang mendudukkan dirinya didekat Sherin.
"Dih suka-suka gue lah,siapa lu?.Emak gue bukan,bapak gue apalagi.Seenaknya ngatur-ngatur hidup orang.Emang lu yang ngasih gue makan?.Emang lu yang biayain gue sekolah?.Bukan!!.Jadi jangan ngurusin hidup gue." Kesal Sherin yang membuat Rafka melongo melihatnya.Authornya terlalu terbawa suasana.
Melihat Sherin yang masih kesal,Rafka mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi gadis itu dengan cepat,membuat Sherin melebarkan matanya karena terkejut dengan apa yang Rafka lakukan barusan.
"Jangan ngambil kesempitan dalam kesempatan lu." Ucap Sherin yang langsung merasa aneh dengan apa yang baru saja ia ucapkan.Sepertinya ada yang tidak benar.
"Salah dong.Harusnya kesempatan dalam kelonggaran." Ujar Rafka menyandarkan punggungnya disofa.
"Kayanya makin nggak bener deh." Gerutu Sherin disusul dengan suara tawa dari Rafka.
"Eh,den Rafka udah dateng toh." Sherin dan Rafka kompak menoleh keasal suara."Udah bi,baru tadi nyampe." Jawab Rafka yang diangguki oleh bi Wati.Sedangkan Sherin hanya menyimak perbincangan antara kedua orang itu.
"Kok bibi tau kalau Rafka mau dateng kesini?." Tanya Sherin yang penasaran."Iya non,tadi den Rafka bilang sama bibi kalau dia mau main kesini,tapi den Rafka ngelarang bibi buat ngasih tau ke non Sherin,katanya buat surprise." Jelas bi Wati dengan pengucapan yang lucu dikata teakhir.
"Oh jadi gitu,bibi udah mulai setongkol sama dugong satu ini."
"Sekongkol." Ucap bi Wati dan Rafka serempak.Sherin kini menatap tajam Rafka yang ada disampingnya,sedangkan yang dilihat hanya menaik turunkan alisnya.
"Ya udah kalau gitu,bibi kebelakang dulu ya." Sherin tak menjawab hanya Rafka saja yang menanggapi bi Wati.Wanita itu pun pergi meninggalkan kedua remaja yang sepertinya sebentar lagi akan memulai peperangan.
__ADS_1
"Pulang lu!,ngapain sih kesini?." Sherin memukul lengan atas Rafka cukup keras,namun hal itu tak berpengaruh apapun bagi Rafka.
"Main lah,lagi pula nih ya,om Ferdy sama tante Zea nggak ngelarang gue,yang ada mereka malah nyuruh gue kesini buat nemenin lu." Sahut Rafka membuat Sherin menatapnya tak percaya.
"Tapi gue nggak butuh ditemenin sama lu." Rafka hanya mengedikkan bahunya mendengar ucapan Sherin.Laki-laki itu kini malah mengambil alih makanan yang ada dipangkuan Sherin dan memakannya tanpa menghiraukan Sherin yang mulai kesal.
"Kok lu nyebelin!!." Sherin menarik rambut Rafka hingga laki-laki itu mengaduh kesakitan.Dan kegiatan itu berlangsung cukup lama karena Refan yang terus meledek Sherin.
.........
"Om seneng pas tau kamu benar dateng kesini." Rafka tersenyum lebar sedangkan Sherin menatap kedua orangtuanya malas.Ternyata benar apa yang dikatakan Rafka,orangtuanya sendiri lah yang meminta Rafka untuk datang kerumah.
"Besok sepulang sekolah,saya usahain buat kesini lagi nemenin Sherin."
"Nggak usah." Jawab Sherin cepat.Rafka ini,dikasih hati minta empedu.
"Loh kenapa sayang?." tanya Zea yang membuat Sherin mendengus pelan sembari meletakkan alat makannya.
"Ha,serius?." Tanya Rafka memastikan apa yang ia dengar.Sherin hanya mengangguk dan kembali menyantap makanannya.
"Syukurlah kalau lu udah balik kesekolah lagi besok." Rafka sebenarnya sangat senang mendengar kabar itu,tapi ia harus tetap bersikap cool didepan calon mertuanya.Mimpi.
"Iya,Om memperbolehkan Sherin buat sekolah besok.Dan om juga mau minta tolong sama kamu buat jagain dan awasin dia.Jangan sampa kejadian hari itu terulang lagi." Tegas Ferdy yang membuat Rafka mengangguk.
"Saya pasti akan menjaga Sherin om.Om tenang aja." Jawab Rafka tak kalah tegas.Melihat itu Ferdy tersenyum dan mereka kembali fokus pada makan malamnya.
.........
..."...
Hati-hati."
__ADS_1
Setelah makan malam dan berbincang sejenak Rafka memutuskan untuk kembali pulang,itu juga sebagian kecil dari Sherin yang terus memaksanya.
Rafka mengangguk sembari tersenyum lembut menatap gadis disampingnya.Ia sudah menaiki motor sport hitam kesayangannya.
"Besok gue jemput ya."
"Nggak usah,besok gue bareng sama papa aja." Jawab Sherin dengan nada yang biasa tak seperti tadi yang selalu berujar sinis pada laki-laki itu.
"Kenapa sih kalau gue mau jemput selalu nggak mau." Rafka melapas cekalannya pada stank motor.
"Ya nggak papa,gue nggak mau aja.Lagian nih gue nggak mau ngerepotin anak orang pagi-pagi." Jawab Sherin yang membuat Rafka semakin menatapnya.
"Kenapa sih ngeliatin guenya kaya gitu banget,jadi pengen gue congkel itu mata."
"Sadis banget mulutnya kalau ngomong." Rafka menyentuh pelan bibir Sherin yang membuat gadis itu langsung dengan cepat mengusap bekas usapan tangan Rafka.
"Tangan lu bau." Cibir Sherin dengan bibir yang dimanyunkan.Dan hal itu tentu saja menjadi kesempatan bagi Rafka untuk mencuri satu kecupan dibibir gadis itu.
Setelah melakukannya,Rafka dengan cepat meraih helm dan memakainya.Sherin yanh masih dengan keterkejutannya hanya bisa menatap Rafka yang mulai mengendarai motornya menjauh meninggalkannya.
...Tbc...
...Lagi ada niat buat up😄...
...Jangan lupa like vote dan komen...
...Follow juga boleh😁...
...Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk baca cerita ini...
...❤❤...
__ADS_1