
"Kangen banget sama masakan mak Mancoy." Ucap Sherin setelah melahap habis satu piring nasi goreng yang menjadi makanan favoritnya dikantin.
Maudy dan yang lainnya tersenyum senang melihat gadis yang sudah lama tak berkumpul bersama mereka.Benar-benar menjadi masalah jika gadis satu itu tidak ada.
"Akhirnya lu balik sekolah lagi Sher.Kalo nggak,bah dah mati karena galau anak satu ini." Cibir Satria melirik kearah Rafka yang berada disampingnya.
"Lebay amat dah." Sinis Maudy sembari menatap jijik pada kedua laki-laki itu.Sherin hanya bisa tertawa melihat tingkah para sahabatnya yang tak bisa akur barang sekali saja.
"Udah ih,nanti ujung-ujungnya berantem,adu bacot doang baku hantam enggak." Ujar Zidan yang langsung mendapat pukulan dari Sherin.
"Ngomongnya jangan gitu,kejadian nanti lu bingung mau misahinnya gimana,Maudy gitu-gitu jago ninju." Maudy yang menjadi bahan pembicaraan kedua orang itu menjadi sedikit kesal.
"Jangan ngomongin gue,nanti lu berdua yang gue bogem." Sungut Maudy,membuat Sherin dan Zidan bergidik ngeri.
"Mampus macan betina ngamuk." Gumam Zidan yang hampir membuat Sherin menyemburkan air yang ada dalam mulutnya,karena saat Zidan mengucapkan itu,ia tengah meminum minuman yang tadi dipesannya.
"Sialan lu." Desis Sherin mengusap mulutnya yang basah.
"Nanti main yuk,kerumah siapa kek gitu,bosen banget gue dirumah mulu." Ucapan Satria diangguki oleh beberapa orang kecuali Rafka dan Sherin.
__ADS_1
"Yuk lah,lagian udah lama kita nggak kumpul." Sahut Maudy sedikit antusias.Gadis itu memang hobi main.
"Gimana Raf?." Tanya Satria,namun bukannya menjawab,Rafka malah melihat kearah Sherin yang diikuti oleh ketiga temanya.
Sherin yang ditatap seperti itu pun langsung bingung seketika."Kenapa pada liatin gue dah?." Sherin memeluk dirinya sendiri sambil melihat satu persatu orang didekatnya itu.
"Gue nurut Sherin aja." Jawab Rafka yang sama sekali tak mengalihkan pandangannya.
"Dih,kenapa jadi gue dah,ya kalo lu pada mau main ya main aja." Semua sahabatnya itu masih menatapnya,membuat Sherin berpikir sejenak.
"Oke gue ikut,mau main kemana?." Tanya Sherin yang tanpa ia duga,keempat orang itu langsung nampak sibuk berpikir.
Sherin berdecak,namun ia tetap menyetujui hal itu.Tak lama bel pertanda masuk berbunyi,dan kelima orang itu pun pergi ke kelas mereka masing-masing.
... ...
.........
"Beberapa hari lagi kita akan memperingati hari ulang tahun sekolah.Jadi anak-anak sekalian,dimohon untuk memberikan penampilan terbaik kalian sebagai perwakilan kelas."
__ADS_1
Setelah pengumuman itu,Kelas yang tadinya hening,berubah menjadi ramai.Bahkan tak hanya kelas Sherin saja,kelas-kelas lainnya pun juga.Ada yang senang karena terbebas dari pelajaran,dan ada juga yang berdebat mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai perwakilan kelas.
"Gimana nih?.Siapa yang mau jadi perwakilan dikelas kita?." Tanya Satria selaku ketua kelas dikelasnya.Sherin dan Maudy hanya menyimak,sedangkan yang lain sibuk saling tunjuk satu sama lain.
"Heh Ramai bener,gue tembakin satu-satu lu ya!!!." Kesal Satria yang bukannya mendapat jawaban malah harus mendengar keributan dari teman-teman kelasnya.Kelas menjadi hening karena bentakan laki-laki itu.
"Mau usul dong." Semua mata menatap kearah Sherin yang duduk dipaling belakang bersama Maudy.
"Mau usul apa Sher?." Tanya Satria.Tak langsung menjawab,gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Satria yang berada didepan kelas sembari duduk dimeja guru.
"Oke jadi gini,pihak panitia kan nggak nentuin jumlah orang yang harus ikut buat tampil diacara nanti,nah gue ada ide,gimana kalau kita semua yang tampil pas acara itu,sekalian buat kenangan dari kelas kita juga."
Satria mempersilahkan anak-anak yang lain untuk saling berdiskusi guna mempertimbangkan usulan dari Sherin.
"Kita setuju!!!." Seru teman-teman sekelasnya,membuat Sherin tersenyum bahagia.
Dan mereka pun akhirnya kembali mempertimbangkan apa yang akan mereka tampilkan nanti untuk acara ulang tahun sekolah.
...Tbc...
__ADS_1
...Hay,apa kabar??...