Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 38


__ADS_3

Sherin memandang Rafka tak percaya,hanya karena dirinya tidak ada disana,laki-laki itu sampai tidak mau makan,bukankah itu konyol.


"Terus kalau gue ada disana lu minta disuapin?." Tanpa Sherin sangka pertanyaannya itu mendapat jawaban anggukan kepala dari Rafka.


"Nggak jelas lu." Sherin mengambil cemilan yang telah bi Wati siapkan untuknya tadi.Wajah tampan Rafka masih terpampang dilayar ponsel itu.


"Gue juga pengen cepet-cepet sekolah." Ujar Sherin lesu.Benar-benar tidak enak jika harus belajar sendiri dirumah,ia juga ingin bertemu dengan teman-teman yang lainnya.


"Sher." Suara bariton Rafka membuat Sherin yanh semula menatap kearah lain,kini menatap ke layar sepenuhnya.


"Gue janji,kejadian ini nggak bakalan keulang lagi.Gue bakal selalu jagain lu meskipun dari jauh." Mendengar ucapan Rafka yang sedikit lebay menurutnya membuat Sherin tertawa.


"Nggak perlu repot-repot jaga gue Raf,gue bisa jaga diri gue sendiri." Ucap Sherin meyakinkan Rafka.


"Nanti gue sama anak-anak main kerumah lu."


"Silahkan,gue tunggu."


Dan percakapan mereka berdua berlanjut hingga waktu istirahat selesai.


.........


Jam sudah menunjukkan pukul dua siang,namun tidak ada sedikit pun pertanda jika Rafka dan yang lainnya akan datang.

__ADS_1


"Apa mereka nggak jadi kesini ya?." Gumam Sherin pada dirinya sendiri.Namun perkiraan jika teman-temannya tak jadi datang dipatahkan saat suara beberapa motor memasuki halaman rumahnya.Sherin segera berlari keluar untuk menyambut kedatangan mereka.


"Aaaa Sheriiin." Maudy yang telah memarkirkan motornya terlebih dahulu langsung menghampiri Sherin dan memeluknya.


Sedangkan ketiga laki-laki yang ada dibelakangnya hanya menatap kedua gadis itu dengan malas,terutama pada Maudy.


"Lama-lama kalau dilihat,si Maudy udah kaya lesb*." Sherin yang mendengar Satria mengatakan hal itu langsung meraup bibir  laki-laki itu dengan tangannya.


"Berdosa banget cocot lu." Ujar Sherin yang menatap tajam kearah Satria.


"Maaf Sher,maaf." Satria mengusap-usap bibirnya,setelah itu dia memajukannya membuat Zidan yang melihat hal itu seketika menatap Satria aneh.


"Ngapa lu monyong-monyong begitu?." Ucap Zidan sembari menepuk cukup kencang bibir Satria,membuat laki-laki itu menahan emosi yang sepertinya akan segera meluap.


..........


"Eh btw,kalian kok datengnya jam segini?,ada urusan disekolah dulu apa gimana?." Tanya Sherin kepada keempat temannya.


Mereka saat ini tengah bersantai sembari menonton tayangan televisi,ada juga yang tengah menikmati cemilan yang disediakan.


"Tadi ada kendala dulu pas kesini." Jawab Rafka yang duduk disofa sebelah Sherin.Kembali seperti kemarin-kemarin.Rafka selalu menempel pada Sherin,kemanapun gadis itu pergi dia pasti akan mengikutinya.


"Kendala?." Ujar Sherin setengah berbisik.Rafka yang sedari tadi merangkul bahu gadis itu mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Ganti dong,nonton kartun kaya anak kecil aja,nonton tuh sinetron azab,jenazah masuk ke molen." Cibir Satria merebut remot TV yang dipegang oleh Maudy.


"Ih apaan sih,nggak demen gue nonton begituan.Siniin remotnya."


"Lu yang nggak demen,kenapa jadi gue yang repot?." Ucap Satria sembari memasang ekspresi meledek ke arah Maudy.


Maudy yang kesal karena kegiatannya menonton tayangan kartun terganggu pun menjambak rambut Satria hingga laki-laki itu mengaduh kesakitan.


"Kasih aja sih Sat,demen banget liat macan betina ngamuk." kesal Zidan yang berada diantara kedua manusia ribut itu.


Sherin hanya bisa tertawa melihat ketiganya,dan tanpa ia sadari,tatapan Rafka kini terfokus hanya pada dirinya.


...Tbc...


...Sebenernya lagi males buat ngetik,karena nggak enak badan.Tapi demi kalian yang udah mau nunggu cerita ini,aku ngelawan rasa males itu....


...Maaf kalo lebay😄...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Terimakasih❤...


...Follow @tnpnm0_...

__ADS_1


__ADS_2