
Hari senin telah tiba.Seperti pada hari senin biasanya,upacara bendera berlangsung dengan sangat khidmat.
"Kantin yuk,haus banget gue." Maudy menarik Sherin sehingga membuat gadis yang ditariknya itu terlihat pasrah.
Sesampainya mereka ditempat tujuan utama,Sherin menunggu Maudy yang membeli minuman,tak hanya mereka berdua yang ada ditempat itu,tapi ada anak-anak yang lain juga.
"Sheriiiin." Sherin sangat hafal dengan suara ini.Ia pun memilih untuk mengabaikannya.
"Sherin."
"Jangan ngegelayut,kaya mony*t aja lu." Sherin mencoba menyingkirkan tangannya yang digelayuti oleh Rafka.Benar-benar tak ada gunanya ia memberi persayaratan pada laki-laki itu.
"Nih minum lu." Ujar Maudy sembari menyerahkan minuman yang Sherin inginkan.
"Makasih." Sherin menerima minuman itu dan segera meneguknya.Rasa segar menyeruak saat minuman itu mengalir melewati tenggorokannya.
"Rafka udah kaya uu aa." Sherin yang memang sedang menyeruput minumannya hampir menyemburkan itu setelah mendengar ucapan Maudy.
"Rafkaaa." Ketiga orang itu menoleh bersamaan saat suara Satria dan Zidan mengudara.
"Kurcaci baru dateng." Cibir Maudy yang membuatnya mendapat sentilan didahi dari Zidan."Sakit setan." Umpat Maudy sembari mengusapi dahinya.
"Si Rafka bener-bener ya,disuruh ngambil buku keruang guru malah nyangsang dikantin." Ujar Zidan menggerutu melihat sahabatnya yang malah menggelayut manja dilengan Sherin.
"Si Rafka mau jadi anak bandel." Ujar Satria memilih duduk disamping Rafka,sedangkan Zidan berada ditengah-tengah Maudy dan Sherin.
"Lah kenapa pada duduk disini,bukannya ajak ini anak pergi,katanya disuruh buat ngambil buku,gimana sih?!." Gerutu Sherin mencoba melepaskan diri dari Rafka.
"Udah gue ambil tadi sama Satria,terus gue titipin ke anak kelas gue." Jawab Zidan santai.Sherin berdecak kesal,ditambah Rafka yang tak mau lepas darinya.
"Sher,pacaran yuk."
"Gila ini anak ya.Udah sana ah,gue mau balik ke kelas." Sherin bangkit dengan tangan yang masih digenggam oleh Rafka.Semua temannya ikut pergi meninggalkan kantin dan menuju kelas mereka masing-masing.
...Skip...
Pelajaran terakhir tengah berlangsung saat ini.Sheri dan yang lainnya juga nampak fokus mendengarkan materi yang disampaikan.
__ADS_1
"Anak-anak sebelumnya ibu mau minta maaf,karena ibu tidak bisa mengajar kalian sampai jam ibu habis.Jadi untuk hari ini sampai disini dulu materi yang ibu ajarkan,nanti kita lanjutkan materinya minggu depan." Setelah mengucapkan itu,guru yang tadi mengajar pamit undur diri,dan kelas Sherin sekarang free.
"Sher nanti pulang bareng gue ya." Ucap Maudy yang membuat Sherin seperti mengingat sesuatu tentang pulang sekolah.
"Astaga gue lupa.Gue ada janji sama Refan." Gumam Sherin sepelan mungkin.
"Hmm Mau,kayanya gue nggak bisa pulang bareng lu deh,soalnya gue ada urusan." Ujar Sherin menolak ajakan sahabatnya itu.
"Urusan?,Urusan apaan?." Maudy memandang Sherin penuh tanya.Sherin bingung harus menjawab apa.
"Jadi gini,kemarin gue pernah cerita tentang pacarnya Diana yang namanya Refan ke lu kan?." Maudy hanya mengangguk.
"Nah jadi rencananya nanti sepulang sekolah gue mau nemenin dia nyari kado buat Diana,katanya beberapa hari lagi itu anak ulang tahun.Jadi si Refan ini minta tolong sama gue." Jelas Sherin yang membuat Maudy mengernyit.
"Kenapa mintolnya sama lu?." Kini giliran Sherin yang mengernyit bingung.
"Mintol apaan sih?."
"Minta tolong." Sherin berdecak mendengar jawaban Maudy.
"Gue juga nggak tau." Sherin membenahi buku-bukunya yang berserakan diatas meja.Sedangkan Maudy masih memikirkan hal tadi.
Sebenarnya Maudy ingin memberitahu pada Rafka soal ini.Ia tak ingin terjadi kesalah pahaman diantara kedua sahabatnya itu.Tapi Sherin sudsh melarangnya terlebih dahulu.Mungkin gadis itu akan memberitahukannya langsung pada Rafka.
Bel pertanda pulang berbunyi.Semua murid berbondong-bondong meninggalkan kelas mereka.Namun berbeda dengan Sherin yang memilih untuk tetap berada dikelas,Maudy juga masih stay disana.
"Lu nggak pulang Mau?."
"Nungguin lu." Jawab Maudy memakai Sweater pink miliknya.
"Eh nggak usah Mau,takutnya kelamaan kalo nungguin gue." Sherin merasa tidak enak jika sahabatnya itu harus menunggunya.Refan belum juga menghubunginya.Semalam Refan bilang,laki-laki itu akan menghubungi dirinya.
"Beneran nggak papa,kalo gue tinggal?." Sherin mengangguk menjawab pertanyaan Maudy.
"Ya udah kalo gitu gue duluan ya,nanti kalo ada apa-apa langsung telpon gue aja."
"Pasti,ya udah lu hati-hati bawa motornya,jangan ngebut." Peringat Sherin pada sahabatnya itu.Maudy langsung mengambil sikap hormat.
__ADS_1
"Siap,ya udah gue pulang dulu ya." Sherin mengangguk kembali,dan setelah itu Maudy pun pergi meninggalkan Sherin sendiri didalam kelasnya.
"Si Refan jadi nggak sih?." Sherin berulang kali mengecek ponselnya,namun tak ada satu pun pesan yang laki-laki itu kirimkan untuknya.
Ditengah kebingungannya,ponsel Sherin bergetar menampilkan nama Refan sebagai penelepon.Gadis itu segera menerima panggilannya.
"Halo Sher."
"Iya halo Fan.Gimana?,jadi nggak?." Tanya Sherin tak sabaran.Terdengar suara Refan yang tertawa.
"Jadi kok,ini gue udah didepan sekolah lu."
"Ha serius?.Ya ampun gue masih dikelas.Tunggu ya,gue nggak lama kok."
"Santai aja,nggak usah buru-buru.Gue juga baru sampai."
Sherin tetap berlari menuju lantai dasar.Ia merasa tak enak harus membuat orang lain menunggu,walaupun orang-orang akan sabar menunggunya.
Napas Sherin terengah-engah.Ia berlari menuju gerbang.Dilihatnya satu persatu dari orang-orang yang berlalu lalang disana.
"Sherin,sini!!." Suara Refan yang mulai ia kenal membuat Sherin segera mencarinya,dan wala.
Setelah menemukan keberadaan laki-laki itu,Sherin segera menghampirinya."Aduh sorry banget Fan,lu jadi nunggu lama." Ujar Sherin merasa tidak enak,sedangkan Refan hanya tertawa kecil melihat gadis yang baru ia kenal beberapa hari lalu.
Tanpa mereka berdua sadari,seseorang tengah mengintai gerak-gerik mereka.Seringaian menyeramkan muncul diwajah dinginnya.
"Ya udah yuk berangkat,keburu sore." Sherin mengangguk dan memakai helm yang Refan serahkan padanya.
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan halaman sekolah Sherin dan menuju tempat membeli kado untuk Diana.
...Tbc...
...Terimakasih buat kalian yang udah like,vote dan komen...
...Semoga kalian sehat selalu...
...Salam cinta dari aku...
__ADS_1
...❤❤❤❤...