Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 24


__ADS_3

Sherin dan Refan telah sampai ditempat dimana mereka akan membeli hadiah untuk Diana.Tujuan utama mereka adalah toko perhiasan,seperti yang sudah mereka bicarakan kemarin,jika hadiah yang cocok untuk Diana adalah kalung.


"Lu tinggal pilih aja." Ucap Sherin sembari menunjuk kalung yang berada didalam etalase.


Refan nampak bingung untuk memilih,pasalnya kalung yang ada disana bagus dan cantik."Duh gue bingung mau ngasih yang mana,masalahnya ini kalung bagus semua." Gerutu Refan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Beliin semuanya aja,itung-itung buat koleksi." Sahut Sherin seenaknya.


"Enak aja kalo ngomong." Kesal Refan dan kembali memilih kalung yang cocok untuk dipakai Diana.


Saat memilih Refan tak sengaja melihat kalung yang membuatnya tertarik."Mbak saya mau lihat yang itu ya." Tunjuk Refan pada kalung yang menjadi pilihannya.Penjaga toko itu segera mengambilkan benda yang tadi Refan tunjuk.


"Ini mas." Ujarnya sembari menyerahkan kalung dengan liontin berbentuk hati.


...



"Wis,pinter juga lu milihnya." Puji Sherin yang membuat Refan tersenyum bangga."Gimana menurut lu?." Tanya Refan meminta pendapat pada Sherin....


"Bagus,modelnya juga simple tapi keliatan elegan,kalo menurut gue cocok sih buat Diana yang kulitnya putih."


"Kalo gitu gue pilih yang ini." Ucap Refan yakin terhadap pilihannya.Dia berharap Diana menyukai kalung itu.


Sembari menunggu,barang itu dikemas,Refan kembali melihat-lihat beberapa macam perhiasan yang ada disana.Ia melirik Sherin yang tengah sibuk memainkan ponselnya.


"Mbak saya mau lihat gelang yang itu." Penjaga toko mengikuti arah yang ditunjuk oleh Refan.Sebuah gelang  telah berpindah tangan pada laki-laki itu setelah penjaga toko menyerahkannya.

__ADS_1


"Sher." Sherin yang nampaknya tengah serius,hanya menjawab panggilan Refan dengan deheman.


"Coba pinjem tangan lu." Sherin yang tadony fokus kelayar ponsel kini beralih menatap bingung laki-laki disisinya.


"Buat apaan?."


"Udah siniin aja." Refan menarik kecil tangan Sherin yang hanya diam diposisinya.


Refan pun mulai memasangkan gelang yang tadi ia pilih ketangan Sherin,membuat gadis itu semakin memandang aneh Refan.



"Lu mau hadiahin ini juga buat Diana?." Tanya Sherin sembari memperhatikan laki-laki itu yang sedang sibuk memasangkan gelang pada pergelangan tangannya.


"Nggak,ini buat lu." Jawab Refan setelah memastikan gelang yang ia pasang.


"Lu lepas kita musuhan." Ancam Refan yang membuat Sherin memandang aneh laki-laki dihadapannya itu.


"Kaya bocah lu.Tapi ini beneran nggak usah Fan." Tunjuknya pada gelang dipergelangan tangannya.


"Udah terlanjur gue pasang.Jangan sampai dilepas!."


Sherin hanya bisa memandang Refan pasrah,jika tau ia akan diberi sesuatu,dari awal pasti Sherin sudah menolak ajakan Refan.


"Makasih ya,imbalannya." Ucap Sherin lesu,sedangkan Refan hanya tertawa.


Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya kado untuk Diana sudah selesai dikemas,Refan sudah membayar barang yang ia beli tadi.Akhirnya,Sherin dan Refan memutuskan untuk kembali pulang.

__ADS_1


Namun saat hendak meninggalkan toko perhiasan itu,Sherina mematung ditempat.Matanya seketika membola saat netranya menangkap sosok Rafka yang tengah berdiri tak jauh dari hadapannya.


"Gue kecewa sama lu." Usai mengucapkan kalimat itu,Rafka pergi berlalu meninggalkan kedua orang yang saat ini tengah dilanda kebingungan.Kecuali Sherin yang mencoba memahami kalimat yang Rafka ucapkan barusan.


"Astaga Rafka!!!." Teriak Sherin,namun laki-laki yang dipanggilnya itu sudah lebih dulu menghilang dari pandangannya.


"Siapa Sher?,Pacar lu?." Tanya Refan yang memang tidak mengenal Rafka.


"Bukan,dia temen gue."


"Bohong amat sih,kelihatan dari gerak-geriknya dia lagi cemburu gitu." Sherin memandang Refan,ternyata laki-laki ini cukup peka terhadap sesuatu.


"Gue nggak tau,ya udah Fan gue mau susulin itu anak dulu." Sherin hendak pergi meninggalkan Refan,namun hal itu ia urungkan saat sebuah cekalan ditangannya menghentikan dirinya.


"Bareng sama gue.Kita jelasin sama-sama ke Dafka."


"Rafka Refan,bukan Dafka." Ucap Sherin membenarkan.


"Iya itu maksud gue,udah sih pura-pura budeg aja." Jawab Refan yang membuat Sherin menatap sinis kearahnya.


Dan akhirnya mereka segera menyusul Rafka dan berharap laki-laki itu belum pergi jauh dari tempat ini.


... ...


...Tbc...


...❤❤...

__ADS_1


__ADS_2