
"Sekolah yang rajin ya." Ferdy mengusap surai hitam Sherin yang membuat gadis itu tersenyum."Pasti pa,kalau gitu Sherin masuk dulu." Setelah berpamitan dengan sang ayah,Sherin keluar dari dalam mobil dan segera berlari memasuki gerbang sekolah.
Keadaan masih cukup sepi,hanya ada beberapa orang saja yang sudah datang termasuk Sherin.Rencananya gadis itu ingin membuat kejutan,khususnya untuk Maudy,karena sahabatnya yang satu itu selalu menanyakan perihal kapan ia akan kembali sekolah.
"Kangen banget gue sama kelas." Gumam Sherin saat memasuki ruang kelas yang masih kosong.
Gadis itu berinisiatif untuk membantu temannya yang piket pada hari ini.Ia membersihkan beberapa sampah plastik yang tergeletak dilantai ataupun diatas meja.
"Tempat sampah nggak ada harga dirinya sama sekali." Ucap Sherin melihat tempat sampah yang kosong,sedangkan kolong meja malah penuh dengan tumpukan sampah.Sepertinya mereka bertukar profesi.
"Sherin!." Gadis itu menoleh saat namanya disebut,ternyata yang memanggilanya adalah teman sekelasnya."Ya ampun Sherin apa kabar?." Sherin tersenyum mendengar pertanyaan kedua teman sekelasnya itu.Meskipun tidak akrab,tapi ssetidaknya mereka masih mau menyapa dirinya.
"Gue baik.Seneng bisa ketemu sama kalian lagi." Ucap Sherin yang diangguki oleh keduanya."Gue juga seneng lu bisa balik sekolah lagi,jujur aja nih ya,sepi banget nggak ada lu." Gerutu salah satu dari mereka yang bernama Deya.Hal itu membuat Sherin yang mendengarnya tertawa.Ternyata tak hanya Maudy yang mengatakan hal itu.
"Kok lu diluar??." Tanya Hana,teman dekat Deya.Sherin mengangguk,"Biasa lagi nunggu si Maudy." Deya dan Hana mengangguk mengerti.Kedua gadisnitu memutuskan untuk pergi kedalam kelas,sedangkan Sherin masih berada diluar.
Dari atas Sherin bisa melihat lapangan yang begitu luas, dan beberapa murid-murid yang berdatangan.Saat tengah fokus pada apa yang dilihatnya,tiba-tiba seseorang memeluknya begitu erat.
"Sheriiin akhirnya lu sekolah lagiii." Sudah bisa ditebak siapa orang yang selalu heboh jika itu berkaitan dengan Sherin.
"Gue seneng banget.Kenapa nggak ngasih kabar kalau udah boleh sekolah lagi?."
"Kejutan dong." Ujar Sherin yang membuat Maudy mencubit gemas lengannya.Akhirnya Sherin dan Maudy masuk kedalam kelas disusul dengan teman-teman sekalas mereka yang lainnya.
.........
__ADS_1
"Serius?." Tanya Sherin yang terkejut mendengar penjelasan Maudy.Ia baru tau jika Refan sudah ditahan oleh pihak kepolisian.Ternyata ayahnya telah bertindak cepat untuk masalah ini.
"Serius,emang bokap lu nggak ngasih tau?." Sherin menggeleng pelan.
"Pantesan papa gue udah ngebolehin gue buat sekolah lagi,ternyata ini alasannya." Ujar Sherin yang diangguki oleh Maudy.
Entah apa yang harus Sherin rasakan saat ini,disatu sisi ia bersyukur karena tak ada lagi yang membuatnya cemas,tapi disisi lain,ia juga merasa tak enak,meskipun Refan sudah kelewatan hingga berani menculiknya,tapi laki-laki itu tak pernah berbuat jahat padanya.
"Sher." Sherin yang melamun sedikit tersentak karena tepukan Maudy dipundaknya.
"Lu nggak papa?."
"Gue nggak papa.Oh iya selama gue nggak masuk,ada hal apa aja yang terjadi?."
Maudy yang semula memasang wajah biasa saja,mendadak gelisah dan seperti ingin mengucapkan sesuatu hanya saja gadis itu ragu untuk mengatakannya.
"Dia nanyain keberadaan lu.Gue sama anak-anak udah sepakat buat ngasih tau dia kalau lu udah pindah keluar kota,tapi kita nggak tau lu pindah kemana.Bahkan dia sempat nanyain hal ini ke pihak sekolah.Dan untung aja,pihak sekolah ngikutin permainan kita.Jadi Refan yang awalnya nggak percaya,jadi percaya."
Sherin tetap diam dan serius menyimak apa yang Maudy katakan."Tapi itu nggak bertahan lama,karena ada yang cepu bilang ke Refan kalau lu sebenarnya nggak pindah dan cuma off sementara dari kegiatan disekolah."
"Gila,mulutnya ember banget." Kesal Sherin yang membuat Maudy mengangguk setuju.
"Setelah dapet kabar itu,dia terus-terusan datengin sekolah buat nanyain keberadaan lu.Untung aja yang tukang cepu itu nggak tau alamat rumah lu,coba kalau dia tau,gue nggak bisa bayangin apa yang bakal tuh cowok lakuin."
"Tapi ada yang paling parah Sher.Refan bilang kalo selama lu diculik sama dia,kalian udah ngelakuin hal yang seharusnya nggak kalian lakuin." Kalimat Maudy membuat Sherin mengernyit bingung.
__ADS_1
"Maksud lu?." Tanya Sherin masih mempertahankan ekspresinya.Maudy melihat sekitar lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat ditelinga Sherin.
"Kalian udah ngelakuin hubungan layaknya suami istri."
Brakkk
"Udah gila kali ya tuh cowok,bisa-bisanya nyebar rumor nggak jelas kaya gitu!!!." Kesal Sherin menggebrak meja,yang membuat seluruh isi kelas terkejut menatapnya.
"Lu boleh kesel,tapi jangan buat kaget begitu lah dungu." Kini giliran Maudy yang kesal.
"Sorry,lagian gue kesel banget.Rumor nggak bener kaya gitu kan bisa aja dipercaya.Lu tau sendiri kan orang-orang kaya gimana kalo udah denger rumor kaya gitu,mereka nggak akan peduli itu bener atau nggak." Ujar Sherin.Gadis itu merasa tidak tenang setelah mendengar hal ini.Pasti ia akan dicap buruk oleh orang-orang,termasuk anak-anak di sekolah gemilang.
"Lu tenang aja,semua itu udah terbukti nggak bener." Sherin menoleh cepat kearah Maudy.
"Ada ibu-ibu namanya kalo nggak salah bu Tuti,dia salah satu pekerja dirumah Refan,dia ngasih kesaksian kalo semua tuduhan yang Refan bilang itu nggak benar." Jelas Maudy yang membuat Sherin lega.
"Bi Tuti emang penyelamat gue dari dulu." Gumam Sherin yang masih bisa didengar oleh Maudy."Emang lu kenal sama orang itu?." Sherin mengangguk sebagai jawaban.
"Dia kepala pelayan dirumah Refan." Maudy seketika melongo mendengar ucapan Sherin.Saat akan kembali bertanya,bel pertanda masuk berbunyi,dan bersamaan dengan itu guru datang memasuki kelas,membuat Maudy mengurungkan niatnya untuk bertanya.
...Tbc...
...Rumor antara Sherin sama Refan,sebenernya aku terinspirasi sama cerita tetangga yang ngegosipin tetanggganya🤣🤣...
...Nggak bermaksud buat nyebar aib orang lain.Cuma sebagai peringatan buat semuanya,dan buat aku pribadi juga....
__ADS_1
...Boleh suka boleh cinta,tapi harus tau batasannya.Kalo emang belum waktunya mending nggak usah macem-macem dari pada nanggung dosa....
...Be smart,oke👍👍...