
Anna menghembuskan napas berat seiring dirinya yang beberapa kali melihat kearah ponsel digenggamannya.Sudah hampir satu jam lebih ia menunggu sahabatnya ditempat yang sudah mereka janjikan untuk bertemu sebelumnya.
"Lama banget,nyasar apa gimana itu bocah?." Gumam Anna sembari menatap sekitar.Tak ada satu pun tanda-tanda sahabatnya itu akan datang.Yang ada malah tatapan aneh orang-orang setiap kali Anna tak sengaja berkontak mata dengan mereka.
"Kurang ajar si Echa,dia ngerjain gue apa gimana?." Anna mulai merasa kesal.Bahkan kini ia ingin sekali kembali pulang kerumahnya.
"Annaaa!!." Suara yang begitu Anna kenal membuatnya dengan cepat menoleh keasal suara.Dilihatnya seorang gadis dengan rambut berantakan yang terurai panjang hampir sepinggang menghampirinya.
"Ini nih biang keroknya." Gumam Anna sembari menatap datar Echa yang sudah berada didekatnya.
"Sorry telat,ada urusan dulu sama ibu negara." Anna hanya mengabaikan ucapan sahabatnya itu,ia lebih memilih untuk memperhatikan Echa yang sibuk dengan rambut panjangnya.
Anna yang melihat Echa tengah sibuk merapikan rambutnya,merogoh tas kecilnya dan mengambil seauatu dari dalam sana.
"Nih pake." Ucap Anna sembari menyerahkan kuncir rambut berwarna hitam yang langsung diterima dengan senang hati oleh Echa.
"Makasih,emang paling peka deh." Anna memutar bola matanya malas,sedangkan Echa tertawa dan segera mengikat semua rambutnya.
Anna memanggil pelayan untuk memesan.Namun sebelum itu,Echa sudah terlebih dulu menyelaknya,membuat Anna lagi-lagi harus menghembuskan napas jengah.
"Mas,saya pesan Mie goreng pedes satu sama jus jeruknya satu ya,Lu mau pesen apa?."
"Jus alpukatnya satu ya mas."
"Makanannya mbak?." Tanya pelayan laki-laki itu,"Saya pesan itu aja." Jawab Anna yang membuat pelayan itu mengangguk dan berlalu pergi.
"Kok nggak pesan makan Na?."
"Nggak laper." Jawab Anna singkat.
"Lu marah sama gue ya?."
Anna yang semula menatap ponselnya kini beralih pada Echa yang berada dihadapannya.
"Nggak marah sih,cuma kesel aja." Jawab Anna dan kembali fokus pada layar ponselnya yang menampilkan sebuah permainan.
"Sorry Na,pas mau otw kesini,mama gue nyuruh gue dulu."
"Nyuruh apa?,nguras kolam renang?.Seenggaknya lu bisa ngabarin gue dulu kalau mau datang telat,jadi gue nggak perlu nunggu lu kaya orang dongo." Ucap Anna yang membuat Echa merasa bersalah.
"Gue minta maaf Na,gue janji nggak bakal ulangin lagi."
"Gue sih nggak masalah lu mau disuruh sama siapa-siapanya,yang jadi masalah itu lu nggak ngabarin gue sama sekali.Apa susahnya sih telepon atau nggak chat,nggak butuh waktu sejam kok cuma buat ngabarin doang mah." Anna mengeluarkan semua uneg-unegnya yang semakin membuat Echa merasa bersalah padanya.
"Iya Na,sekali lagi gue minta maaf."
__ADS_1
"Gue maafin." Ucap Anna cepat yang membuat Echa tak percaya.
"Lu beneran maafin gue?." Anna hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Echa.
"Makasih Anna.Lu emang sahabat terbaik gue." Puji Echa yang membuat Anna mencibir.
"Permisi mbak,ini pesanannya." Anna dan Echa kompak melihat kearah pelayan yang mulai meletakkan satu persatu menu yang mereka pesan.
"Makasih mas." Pelayan itu mengangguk dan pamit undur diri.Setelah kepergian pelayan itu,Anna dan Echa mulai menikmati pesanan mereka itu.
.
.
"Akhirnya kenyang juga." Ujar Echa sembari mengusapi perutnya yang tertutup sweater rajut berwarna lilac kesukaannya.
Anna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Echa.Ia kembali fokus pada novel yang sedari tadi ia baca.
"Endingnya happy banget tau.Mau gue ceritain?."
"Diem Cha." Echa tertawa melihat respon Anna.Sahabatnya itu memang tipe orang yang ingin mencari tau langsung dari sumbernya.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit untuk membaca,Anna akhirnya tau ending dari cerita dinovel itu.
"Gimana?.Happy kan?."
"Loh happy dong,akhirnya nggak ada lagi penghalang buat Diana sama Rafka bersatu." Ucap Echa dengan perasaan bangga.
"Gila sih yang nganggap ini cerita happy ending.Coba lu pikir,bayar orang buat bun*h cewek yang cinta sama dia.Nggak punya hati banget."
"Apa salahnya sih dari mencintai?.Kalo emang nggak bisa bales perasaannya kan nggak perlu sampai ngeb*nuh juga,udah gila kali ya."
Anna benar-benar kesal.Echa yang melihat kekesalan sahabatnya itu hanya bisa menghela napas lelah.
"Udah nggak usah terlalu serius nanggepinnya,ini kan cuma cerita,nggak nyata."
Anna hanya diam mendengar ucapan Echa,ia lebih memilih untuk kembali menikmati minumannya sekaligus untuk meredakan emosi yang ia rasakan tiba-tiba.
Drrtt
Anna yang tengah meneguk minumannya langsung menatap ponsel miliknya yang berdering.Sebuah telepon masuk dari ibunya membuat Anna tanpa basa-basi langsung menerima telep itu.
"Hallo ma?."
"Iya,Anna pulang sekarang."
__ADS_1
Anna memutuskan sambungan telepon,gadis itu segera bergegas merapikan barang-baranya yang sempat ia keluarkan untuk kembali dimasukkan kedalam tas kecilnya.
"Lah lah,lu mau kemana?." tanya Echa yang terbingung-bingung melihat Anna.
"Cari sugar daddy,mau ikut lu?." Jawab Anna asal yang membuat Echa menatap tak percaya kearahnya.
"Gila,sahabat gue udah gede.Jangan lupa,nanti hasilnya bagi-bagi ya."
Anna menoyor kepala sahabatnya itu hingga sedikit terdorong kebelakang."Gila lu,bercanda gue."
"Serius juga nggak papa."
"Sinting."
Echa tertawa cukup keras.Anna yang melihat itu hanya bisa memanyunkan bibirnya.
"Gue balik dulu ya,mama tadi nelpon, nyuruh gue buat pulang."
"Ish,belum juga ngobrol,udah balik aja." Ucap Echa yang merasa kecewa.
"Bacot lu,jangan telat dateng makanya.Udah ah,gue mau balik.Lu juga balik sana."
"Bentar lagi ah,masih pengen disini." Jawab Echa yang membuat Anna hanya mengedikkan bahunya acuh.Setelah itu Anna pun berlalu meninggalkan Echa yang masih ingin berada disana.
.
.
Selama perjalanan pulang,Anna berulang kali menepuk cukup kencang pipinya.Rasa kantuk tiba-tiba ia rasakan semenjak ia meninggalkan restoran.
Namun rasa kantuk itu tak dapat ia tahan,matanya mulai memberat hingga suara klakson mobil yang ada tepat didepannya menyadarkan Anna namun ia tak bisa menghindari tabrakan dahsyat itu.
Anna terpelanting cukup jauh dari kendarannya,rasa sakit diseluruh tubuhnya membuat Anna sulit untuk bangkit.Samar,Anna bisa mendengar suara ramai orang-orang yang berada disekelilingnya.Saat akan membuka mata,tiba-tiba ia merasa sakit yang luar biasa dibagian kepala,hingga akhirnya kegelapanlah yang lebih mengusai kesadarannya.
Apakah ini benar-benar akhir dari hidupnya?
...Tbc...
...Hay guys aku balik lagi😅...
...Akhirnya aku milih buat ngubah keseluruhan dari cerita ini.Ada banyak yang aku rubah,dan mungkin bakalan sedikit beda jalan ceritanya sama yang kemarin....
.......
.......
__ADS_1
...Jangan lupa like,komen,dan vote cerita ini......
...Thank you❤❤❤...