Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 15


__ADS_3

"Sayang,nanti papa kayanya nggak bisa jemput kamu deh."


Sherin menoleh keayahnya dengan mulut yang sibuk mengunyah.Sebelum menjawab,Sherin menghabiskan terlebih dahulu nasi goreng yang ia makan.


"Nggak papa kok pa,nanti kan Sherin bisa nebeng temen." Jawab Sherin yang kembali menyuap makanan favoritnya itu.Ternyata rasa nasi goreng yang dibuat Zea,ibu Sherina sama persis dengan nasi goreng buatan ibunya dikehidupan sebelumnya.


"Kenapa nggak bareng sama pacar kamu aja?." Pertanyaan Zea membuat Sherin tersedak,wanita itu buru-buru mengambilkan minum untuk putrinya yang entah kenapa tiba-tiba bereaksi seperti itu.


"Ih mama,pacar apaan sih?.Sherin punya pacar aja nggak,mau bareng pacar gimana?.Kalo bareng pacar orang yang ada Sherin diamuk." Gerutu Sherin dan menenggak kembali sisa air yang ada digelas.


"Lah,kata bi Wati kamu punya pacar,iya kan bi?." Semua mata kompak melihat kearah wanita tua yang kini duduk disebelah Sherin.


"Iya nyonya,Den Kafka namanya."


"Rafka bi." Ujar Sherin membenarkan ucapan ART nya itu.


"Nah iya itu."


Sherin nampak diam sejenak.Gadis itu teringat saat Rafka yang malam itu datang kerumahnya dan mengatakan jika bi Wati yang menyuruhnya.Jadi ini penyebabnya.


"Bi Rafka bukan pacar aku,dia temen aku.Kita juga belum lama jadi temen deket." Jelas Sherin yang membuat Bi Wati mengangguk paham,berarti selama ini dirinya salah paham.


"Rafka yang katanya kamu sukain itu?." Kini giliran Ferdy yang berbicara setelah tadi hanya menjadi pendengar dari ketiga wanita itu.


"Oh bener Rafka yang itu?." Zea pun tak ingin kalah.Sherina memang suka menceritakan apa yang disukainya pada Ferdy dan Zea,oleh karena itu masalah laki-laki tadi mereka sangat paham.


"Iya Rafka yang itu,cuma aku sama dia nggak pacaran.Kita cuma temen."


"Pacaran juga nggak papa sih." Ucap Zea enteng.


"Nggak mau." Sherin menjawab dengan cepat membuat Zea dan Ferdy tertawa,sedangkan bi Wati,dia sudah berlalu kedapur.


"Ya udah ma,papa sama Sherin berangkat dulu ya." Zea mengangguk,lalu Ferdy mencium seluruh wajah cantik istrinya itu.


"Kita berdua berangkat ya."


"Sherin berangkat dulu ya ma."


"Iya,hati-hati ya."

__ADS_1


"Siap." Seru Sherin dan Ferdy bersamaan.


Akhirnya ayah dan anak itu pun pergi menuju ke sekolahan Sherin terlebih dahulu sebelum nantinya Ferdy pergi ke kantor.


..........


"Hai Sher."


"Pagi Sher."


Sherin hanya menanggapi sapaan itu dengan senyumnya.Semenjak kejadian soal Diana itu,semua anak-anak Gemilang yang awalnya menatap sinis dirinya,kini sering sekali menyapanya,bahkan yang ia tak kenali sama sekali.


"Sheriiiin!!!." Teriakan itu benar-benar membuat Sherin yang tengah berjalan mendadak berhenti dengan kedua tangannya yang menutup telinga.


"Astaga kuping gue."


"Hai bestai ku." Maudy merangkul bahu Sherin tanpa rasa bersalah.Padahal Sherin jelas-jelas saat ini menatap tajam kearahnya.


Sherin hanya bisa menghela napas pasrah,memiliki sahabat seperti Maudy memang harus banyak menahan emosi.


"Kantin yuk,laper banget nih."


"Gue udah sarapan dirumah." Jawab Sherin dengan jujur.


...Skip...


"Maudy,Sherin."


Panggilan dari Zidan dan Satria membuat kedua gadis yang baru saja memasuki kantin itu langsung berjalan kearah mereka berada.


"Lah berdua doang lu pada,si Rafka kemana?." tanya Maudy yang mengambil duduk didekat Zidan,sedangkan Sherin didekat Satria.


"Nggak masuk.KO dia." Jawab Zidan sembari memakan kripik pedasnya.


"Lah bisa KO juga dia." Setelah mengatakan itu,Maudy beranjak dari tempat duduknya untuk memesan makanan yang akan ia jadikan menu sarapannya.


"Sakit perut lu makan begituan pagi-pagi." Seru Sherin sembari melirik Zidan yang masih lahap memakan jajanannya.


"Udah kebal Sher." Bukan Zidan yang menjawab,melainkan Satria.

__ADS_1


Sebenarnya sherin ingin menanyakan perihal keadaan Rafka,tapi ia tak mau jika mereka salah paham dengan maksudnya.Jadi Sherin hanya diam dan menunggu mereka untuk membahasnya.


"Minggir air panas." Kebiasaan Maudy jika membawa sesuatu pasti mengatakan kalimat itu,tujuannya sudah pasti agar orang-orang yang menghalangi jalannya menepi.


"Nggak ada yang ngalangin jalan lu kutil." Kesal Zidan yang membuat Maudy menatap tajam kearahnya.


"Maksud lu apa manggil-manggil gue kutil?." Maudy berkacak pinggang setelah meletakkan bakso yang ia pesan tadi.


"Lah emang lu kaya kutil,nempel mulu sama Sherin." Zidan semakin membuat gadis itu jengkel.


"Gue jambak lu y..."


"Maudy udah.Lu buruan makan,sebentar lagi bel masuk.Gue nggak mau dihukum gara-gara nungguin lu." ujar Sherin menyudahi aksi keributan yang baru saja akan dimulai.Akhirnya Maudy pun menuruti perkataan Sherin dan mulai menyantap baksonya.


"Eh mau nengokin Rafka nggak?." Tanya Satria.


"Yaelah baru juga sehari nggak masuk udah mau ditengokin aja." Sahut Maudy disela-sela kunyahannya.


"Temen sesat gini nih." Tunjuk Zidan pada Maudy yang membuat gadis itu hampir menggigit telunjuknya jika saja Zidan tak cepat menghindar.


"Emang dia sakit apaan sih?." Pertanyaan ini yang Sherin tunggu-tunggu sedari tadi,untungnya Maudy segera menanyakan hal itu.


"Dia nggak ngasih tau." Jawab Satria yang asik memainkan game diponselnya.


"Nggak kaget kalo sama dia mah.Rafka emang begitu,nggak pernah mau ngasih tau.Kita yang sahabatan sama dia sedari dalam kandungan udah hafal sama sifat itu anak." Ucap Satria yang membuat kedua gadis itu mengangguk paham.


"Ya udah nanti sepulang sekolah kita jengukin dia." Ucapan Sherin membuat Maudy dan kedua laki-laki itu menatap kearahnya.


"Cewek idaman yang kaya gini nih.Bukan yang kaya gini." Lagi-lagi Zidan mengundang emosi Maudy.Bagaimana tidak,laki-laki itu menoyor kepala Maudy kesamping saat gadis itu tengah meneguk minuman.Dan sebelum ia mendapat pukulan manja dari gadis itu,Zidan dengan gerakan cepat melarikan diri,meninggalkan Satria yang mengumpatinya.


"Zidan sialan!!."


...


...Tbc......


...Halo,apa kabar??...


...Jangan lupa like,komen dan votenya ya,...

__ADS_1


...jangan lupa follow jugašŸ˜‰...


...Thank youā¤...


__ADS_2