Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 27


__ADS_3

Sherin merasa terusik didalam tidurnya.Gadis itu perlahan membuka kedua netranya.Dan hal yang pertama kali Sherin lihat adalah wajah Rafka yang cukup dekat dengannya ditambah tangan pria itu tengah mengusap pipinya.


"Hai." Lirih Rafka saat melihat gadis disampinya itu sudah terbangun dari tidur lelapnya.


"Hai." Balas Sherin dengan suara khas orang yang baru bangun.Matanya sesekali memejam karena rasa kantuk yang tersisa.


"Masih ngantuk ya?.Mau nginep aja?." Tanya Rafka.Tangan laki-laki itu yang semula mengusap pipi Sherin,kini beralih mengusap surai pendek gadis itu.


Sherin menggelengkan kepalanya."Mau pulang." Gumam Sherin yang masih bisa didengar oleh Rafka.


Posisi yang nyaman membuat keduanya yang terbaring diatas kasur milik Rafka,merasa enggan untuk beranjak.Bahkan kini Rafka memeluk Sherin dengan lengan kirinya sebagai bantalan untuk kepala gadis itu.


"Sekarang jam berapa?." Tanya Sherin sembari mendongak menatap wajah tampan Rafka.


"Jam...Sepuluh." Jawab Rafka setelah melihat jam didinding kamarnya.


Sherin terkejut dengan jawaban Rafka.Berarti ia tertidur cukup lama dikamar laki-laki itu.


"Pasti papa sama mama nyariin gue.Bisa-bisanya gue lupa buat ngabarin mereka." Ucap Sherin dalam hati.


Sherin beranjak dari tidurnya,Rafka hanya memperhatikan gadis itu tanpa merubah posisi berbaringnya."Gue udah ngabarin ke bokap lu." Ujar Rafka ketika melihat Sherin yang sibuk dengan ponselnya.


Sherin menoleh kearah belakang,karena saat ini posisi Sherin tengah duduk membelakangi laki-laki itu."Serius?." Tanya Sherin meyakinkan.Rafka membalasnya dengan menganggukkan kepala.


"Makasih ya,udah ngabarin orangtua gue." Sherin tersenyum tulus.Tetapi senyum itu tergantikan dengan tatapan aneh saat melihat raut wajah Rafka yang berubah datar.


Laki-laki itu memposisikan dirinya untuk bersandar dikepala ranjang.Menatap Sherin tajam,membuat gadis yang ditatapnya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Mau jelasin sekarang apa besok?." Kening Sherin mengerut,namun sedetik kemudian ia teringat kejadian tadi siang.


"Sekarang." Ucap Sherin menghadap Rafka sepenuhnya.Laki-laki itu mempersilahkan Sherin untuk menjelaskan apa yang terjadi siang tadi.


"Jadi gue sama Refan kemarin nggak sengaja ketemu pas gue pergi ke minimarket.Dia cerita,kalo beberapa hari lagi Diana ulang tahun.Rencananya,Refan mau ngasih kado ke Diana,tapi dia bingung mau ngasih hadiah apa.Jadi dia minta tolong ke gue."


Sherin menghentikan ucapannya mempersilahkan Rafka untuk berbicara."Kenapa minta tolongnya sama lu,kenapa nggak ke yang lain?."


"Refan nggak punya kenalan cewek,dia cuma deket sama Diana.Dan kenapa si Refan minta tolong ke gue?,karena dia tau kalau gue pernah satu sekolah sama pacarnya itu." Jelas Sherin yang membuat Rafka mengangguk paham.


"Terus gelang itu?." Sherin melirik pada benda yang melingkar indah dipergelangan tangannya.


"Revan ngasih ini ke gue sebagai ucapan terimakasih,gue udah nolak,cuma dia tetap maksa.Ya udah,mau nggak mau gue terima." Jawab Sherin.


"Kenapa nggak dicopot?." Tanya Rafka lagi yang membuat Sherin memejamkan mata sembari menghela napas lelah.


"Gue cuma ngehargain pemberian orang Raf." Jelas Sherin kepada Rafka.Gadis itu tak akan mengira jika Rafka akan mengintrogasinya sampai seperti ini.


"Gue minta maaf karena udah salah paham sama lu."


"Nggak papa,santai aja."


Setelah percakapan itu,suasana menjadi hening,sampai pada akhirnya Sherin teringat dengan tujuan utamanya.


"Gue anterin pulang." Ucap Rafka yang seakan peka dengan tingkah Sherin.


Akhirnya Sherin memutuskan untuk kembali kerumahnya yang diantar oleh Rafka dengan motor sport kesayangannya.

__ADS_1


..........


"Gue langsung balik ya." Sherin telah tiba dirumahnya sekitar beberapa menit yang lalu.


"Makasih ya Raf udah nganter gue.Sorry jadi ngerepotin lu malam-malam gini." Ucap Sherin merasa tak enak pada Rafka.Laki-laki itu menggeleng sembari tersenyum.Tangannya terulur mengusap pucuk kepala gadi itu.


"Nggak ngerepotin kok.Ya udah masuk kedalam gih,anginnya dingin banget,nanti masuk angin.Gue pulang dulu ya,salam buat mama papa lu." Sherin mengangguk,sekali lagi ia mengucapkan terimakasih.Lalu setelah itu Rafka pergi meninggalkan rumah Sherin untuk kembali pulang.


.........


"Demi apa?." Tanya Maudy tak percaya dengan apa yang Sherin katakan.Matanya terfokus pada gelang yang berada dipergelangan tangan sahabatnya.


"Harganya berapa?." Sherin mengedikkan bahunya pertanda jika itu tidam tau menau soal itu.


"Bagus,gue jadi pengen.Tapi nggak ada yang hadiahin buat gue."


"Ada." Celetuk Sherin yang membuat Maudy kegirangan.


"Siapa?." Bingung Maudy menatap Sherin.


"Zidan." Bisik Sherin yang membuat Maudy memukul tangannya.Sherin tertawa senang karena berhasil menjahili gadis itu.


Tak lama,bel pertanda masuk berbunyi,semua murid yang tadinya berada diluar,berbondong-bindong memasuki ruang kelas.Setelah itu guru datang dan pelajaran pun dimulai.


...Tbc...


...Sesuai permintaan,aku up malam ini...

__ADS_1


...Terimakasih atas dukungan kalian,semoga kalian sehat selalu...


...❤❤❤❤...


__ADS_2