
Motor sport hitam milik Rafka memasuki halaman rumahnya.Disana Sherin bisa melihat Zidan,Satria serta Maudy yang tengah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Gue pikir udah sampai duluan,nggak taunya dateng paling akhir." Satria membantu Sherin membawa belanjaan,begitu juga dengan Zidan dan Maudy.
"Mampir dulu tadi beli ini.Kata Rafka dirumahnya nggak ada cemilan." Ucap Sherin setelah berhasil turun dari motor.
"Nah cakep nih,jajanan kesukaan gue,makasih ya Sherin."
"Makasihnya sama Rafka Mau,dia yang beli itu." Jawaban Sherin membuat Maudy yang tadinya memasang raut wajah senang,kini berubah menjadi tatapan sinis pada Rafka yang berdiri disamping Sherin.
"Makasih." Ujar Maudy cuek.Rafka hanya menatap datar gadis itu,lalu merangkul Sherin untuk mengajaknya masuk kedalam rumah disusul yang lainnya.
.........
"Yah."
Seperti biasa,setiap berkunjung ke rumah Rafka,Satria dan Zidan akan bermain playstation,seperti yang mereka lakukan sekarang.
__ADS_1
"Pada nggak bisa main aja sok-sok'an." Cibir Maudy yang dihadiahi tatapan tajam oleh Zidan dan Satria.Sedangkan Rafka dan Sherin hanya fokus pada ggame yang dimainkan.
"Nggak usah banyak cincong lu,diem anteng kaya mereka berdua noh.Udah kaya maneken di mall-mall." Ucap Satria yang hanya diabaikan oleh kedua orang yang ia maksud.
"Sirik aja lu,iri bilang bu." Cibir Maudy yang membuat Zidan mengerutkan alisnya bingung.
"Bu?." Tanya Zidan."Bu,babu." Jelas Maudy yang membuatnya mendapat satu lemparan snack pil*s yang mengenai tepat dikeningnya,dan tentunya hal itu membuat Maudy mengamuk.
Ditengah keributan,suara ketukan dari pintu kamar membuat mereka terdiam.Rafka bangkit dari duduknya dan berjalan untuk melihat siapa yang datang.
"Maaf den Rafka,saya cuma mau nganterin ini." Rafka menerima nampan berisi beberapa gelas minuman yang dibawa asisten rumah tangganya itu.
"Sama-sama,ya sudah kalau gitu bibi pamit ke dapur lagi den." Rafka hanya mengangguk dan membiarkan asisten rumah tangganya itu pergi.
"Loh,kan udah ada minum." Ucap Zidan menunjuk beberapa botol minum yang tadi dibeli.
"Nggak papa,mungkin bibi nggak tau kalo kita udah ada minuman.Orang mah terimakasih kek,protes mulu." Cibir Sherin pada Zidan.
__ADS_1
Maudy tertawa puas melihat Zidan yang terdiam ketika Sherin memarahinya."Muka lu kaya babon cengo." Ledek Maudy yang membuat Zidan melempar botol kosong kearahnya,dan untungnya Maudy bisa menghindari lemparan itu.
Mereka kembali sibuk dengan urusan masing-masing,hingga tak sadar jika waktu semakin berjalan.
...Skip...
"Gue anterin ya." Rafka mencoba berusaha membujuk Sherin saat mereka memutuskan untuk pulang."Nggak usah Rafka,gue bisa pulang bareng sama Maudy." Ucap Sherin merasa lelah dengan tingkah Rafka yang selalu memaksanya.
"Tau nih,lagian lu nempel terus sih sama Sherin,udah kaya cicak nempel tembok." Cibir Maudy."Lu ibaratin gue apa Mau?." Tanya Sherin dengan nada yang sedikit marah dengan mata yang sedikit melebar,padahal dirinya hanya pura-pura.
"Lu temboknya,si Rafka cicaknya." Ucap Maudy cepat.
Rafka hanya memutar bola matanya malas,pandangannya beralih pada Sherin yang kini tengah tertawa.Tangannya yang semula berada dibahu gadis itu,kini beralih mengusap puncak kepala yang membuat Sherin menoleh kearahnya.
Tanpa mengucapkan kata apapun,Rafka memeluk Sherin dari samping yang membuat gadis itu terkejut,dan ketiga temannya yang lain melengos.
"Orang bucin kumat."
__ADS_1
...Tbc...
...Terimakasih...