Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 7


__ADS_3

"Maju-maju." Bukan lagi markirin kendaraan loh ya.


Hari ini pelajaran olahraga tengah berlangsung dikelas Sherin.Dan materi kali ini berkaitan dengan bola voli.


"Yah payah." Teriak Sherin saat Maudy tak bisa menerima bola yang mengarah padanya.Wajah kesal Maudy membuat Sherin tertawa.


Sebenarnya mereka hanya bermain-main biasa,karena pak Darto selaku guru olahraga tidak dapat hadir untuk hari ini.Meskipun begitu mereka tetap melakukan olahraga namun tanpa pengawasan guru pelajarannya.


Sherin yang kini duduk dipinggir lapangan memperhatikan teman-temannya bermain,berbalik diperhatikan oleh mereka."Heh kok berhenti sih?.Lanjutin lah mainnya." Teriak Sherin yang malah dibuat terkejut sendiri dengan suara yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.


"Sialan lu,ngapain sih disini?." Tanya Sherin pada Rafka yang kini mengambil posisi duduk tepat disampingnya.


"Nggak ada yang larang gue buat disini tuh?." Jawab Rafka dengan tatapan lurus kearah anak-anak yang kini sudah kembali memainkan bola.


"Ada,gue yang ngelarang.Bukan wayahnya kelas lu pelajaran olahraga.Sana balik ke kelas,menuh-menuhin lapangan aja lu." Saat Sherin hendak bangkit,sebuah tangan menahannya membuat gadis itu harus terduduk kembali dengan tiba-tiba.


"Bok*ng gue sakit setan." Maki Sherin yang membuat Rafka tertawa.Apa?,tertawa?.


"Maaf." Sherin menatap bingung laki-laki yang masih mencekal tangannya.Ia masih ingat dicerita novelnya,laki-laki itu paling tak suka jika Sherina menyentuhnya.Ya walaupun kini Sherin yang menempati tubuh Sherina,tapi tetap saja,tubuh ini yang paling Rafka hindari.


"Lepas." Sherin menarik paksa tangannya,saat cekalan itu tak sekuat yang tadi.


"Aduh,gue bingung sama lu." Sherin menggaruk keningnya yang tak gatal sembari memejamkan mata.Tak lama ia kembali membuka netranya dan langsung menatap pria yang kini juga menatapnya.


"Mau lu apa sih Raf?.Gue udah ngikutin semua kemauan lu,tapi kenapa sekarang lu malah gantiin perlakuan gue ke lu yang dulu?." Sherin masih menatap lekat Rafka.Tidak ada jawaban apapun dari pria itu,namun tindakan yang Rafka lakukan berhasil membuat Sherin melebarkan matanya tak percaya.


"Jangan ngikutin kemauan gue yang dulu.Tapi ikutin kemauan gue yang sekarang." Ucap Rafka tanpa mulai menggerakkan ibu jarinya mengusap tangan Sherin yang ia genggam.


"Tetep suka sama gue,tetep cinta sama gue.Karena gue juga bakal ngelakuin itu ke lu." Sherin berhasil dibuat tak bisa berkata apa-apa lagi.Rafka benar-benar lupa akan prinsipnya.

__ADS_1


"Raf,jangan pernah lupa sama hal ini.Lu benci sama gue,dan bakalan tetep benci sama gue apapun keadaannya.Jangan pernah ngerubah apapun tentang hal itu.Karena itu udah jadi prinsip lu selama ini." Ucap Sherin melepas tangannya dari genggaman Rafka.


Laki-laki itu terdiam mendengar apa yang Sherin ucapkan barusan.Ini semua adalah salahnya.Jika saja ia tau perasaan itu akan tumbuh pada akhirnya,ia tak akan pernah mengabaikan gadis yang kini benar-benar sudah tak lagi mengharapkannya.


.........


"Ini kenapa jadi gini sih?!!." Gumam Sherin mengacak-acak rambutnya.


Setelah ia merubah alur dari cerita,seharusnya gadis itu tak berurusan lagi dengan orang-orang didunia khayalannya ini.Tapi kenapa yang terjadi malah jauh dari ekspektasinya.Rafka yang seharusnya tetap membenci Sherina,malah memintanya untuk tetap mencintainya.


"Bodo amat lah." Sherin hendak keluar dari toilet.Tapi langkahnya terhenti saat sepasang kaki sudah berdiri menghadang jalannya.


Sherin menatap seorang gadis yang kini berdiri menatap datar dirinya.Sherin ingat dengan orang ini.Dia yang kemarin jatuh tanpa sebab,sehingga membuat dirinya menjadi sasaran tuduhan dari orang-orang termasuk Rafka.


"Kenapa lu harus berubah?." Sherin mengernyit bingung,nada bicara gadis itu berbeda dengan yang kemarin.Kalimat aku kamu sudah berganti.Apa gadis ini hanya mengkhususkan panggilan itu pada orang-orang tertentu saja.


Sherin mencoba mengingat nama ini.Kalau tidak salah Diana ini adalah tokoh utama wanita dalam cerita novelnya.Dia menjalin hubungan dengan Rafka untuk membuat Sherina cemburu dan berhenti untuk mengejar laki-laki itu.


"Kenapa lu harus berubah Sher,kenapa lu nggak tetep jadi jahat aja biar Rafka makin benci sama lu.Lu tau,karena perubahan sikap lu ini,Rafka udah nggak mau lagi natap gue.Yang dipikirannya sekarang itu cuma lu." Ucap Diana seakan merasa frustasi dengan apa yang terjadi.


"Lu pikir lu siapa ngatur-nagtur hidup gue,emak gue bukan,nenek gue apalagi.Mau gue berubah kek,mau gue ngapain kek,nggak ada urusannya sama lu." Sherin mengucapkan kalimat itu dengan tenang.Dapat ia lihat kekesalan dari wajah Diana.


"Gue nggak akan tinggal diem,gue bakalan ngambil perhatian Rafka lagi." Sherin yang mendengar hal itu pun meledakkan tawanya.


"Lakuin apa yang lu mau,gue nggak peduli.Lagi pula Rafka bukan lagi satu-satunya pusat perhatian buat gue." Setelah mengatakan hal itu Sherin pergi meninggalkan gadis yang saat ini tengan menahan emosi.Sherin tau,Diana tidak akan diam setelah kejadian ini.Jadi ia harus mempersiapkan diri dengan apa yang akan terjadi padanya.


..........


"Wah minta dilabrak tuh anak.Tampang doang alim,kelakuannya berbanding terbalik." Sherin mengangguk setuju.Gadis itu menceritakan hal yang baru ia alami.Bukan berniat untuk mengadu.

__ADS_1


"Gue juga kaget pas tau sifat dia yang asli.Emang bener sih jangan cuma liat dari covernya aja.Itu anak diam-diam menghanyutkan."


"Betul-betul."


Hari ini semua anak-anak sedang stand by dikelas,karena selesainya pelajaran olahraga tadi hujan tiba-tiba turun cukup deras ditambah lagi pengumuman jika guru-guru akan mengadakan rapat sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.Jadi mereka memanfaatkan waktu berharga itu.


Seperti yang Sherin dan Maudy lakukan saat ini,mereka tengah berkumpul dan berbincang santai dengan teman-teman sekelas.Sejak perubahan dari gadis yang terkenal dengan sifat iblisnya itu,mereka semua jadi akrab satu sama lain.Bahkan mereka juga membuat grub chat khusus.


"Sherin!." Gadis pemilik nama itu langsung menolah pada orang yang memanggilnya.


"Apaan Sat??." Ucapan Sherin mengundang gelak tawa dari semua teman kelasnya.Panggilan Sherin untuk Satria seperti sedang memaki.


"Sialan emang nih anak." Sherin tertawa melihat kekesalan teman sekelasnya itu.


Sejak saat dimana Sherina yang ia kenal mulai berubah,Satria memilih untuk melupakan segala sesuatu yang pernah terjadi.Ia memilih untuk berdamai dengan gadis yang sempat memintanya untuk tetap membencinya seperti apa yang gadis itu ucapkan kepada Rafka sahabatnya.


"Bantuin gue yuk." Ucap Rafka yang membuat Sherin menatap tajam kearahnya.


"Bantuin apaan gila?."


"Bu Devi tadi nyuruh gue buat ngambil buku tugas yang kemarin,udah dinilai sama dia.Cuma sama dia ditinggal diperpustakaan."


"Jadi guru nyusahin amat,udah bau tanah juga." Ucapan Maudy membuat Sherin dan yang duduk didekatnya menepuk mulut lemes gadis itu bersamaan.


"Mulutnya kalo ngomong suka bener." Bukannya mencegah,Satria malah mendukung apa yang Maudy katakan.


Akhirnya mau tidak mau Sherin membantu Satria untuk pergi mengambil buku tugas anak-anak kelasnya.


...Tbc...

__ADS_1


__ADS_2