
Sherin terdiam kaku mendengar apa yang baru saja Refan ucapkan kepadanya,ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul,namun setelah itu ia tersadar dan kemudian tertawa.Sherin menoleh untuk menatap Refan yang masih terduduk digazebo.
"Lu suka sama gue?.Bercanda lu nggak ada yang lain apa." Sherin kembali berjalan,namun cekalan ditangannya membuat gadis itu mengurungkan niatnya.
"Gue serius." Ujar Refan menatap lekat Sherin yang juga sedang menatapnya.
"Lepasin Fan." Sherin berusaha melepas cekalan laki-laki itu,namun semakin ia berusaha,Refan semakin menggenggam kuat tangannya.
Disaat Sherin berusaha keras untuk melepaskan diri,tiba-tiba dengan gerakan cepat,Refan menarik Sherin untuk mendekat kearahnya hingga tubuh gadis itu kini sudah berada didekapannya.
"Fan kalau lu lagi bercanda,ini sama sekali nggak lucu." Sherin semakin sulit melepaskan diri karena kedua lengan laki-laki itu yang kini memeluk pinggangnya erat,bahkan Sherin bisa merasakan deru nafas Refan yang berada dekat disisi wajahnya.
"Gue kan udah bilang,kalau gue serius suka sama lu." Bisik Refan tepat ditelinga Sherin.Ada yang tidak beres dengan laki-laki itu.
"Lu mabuk ya Fan?." Sherin mencoba mengendus bau Refan,namun ia tak mencium bau apapun kecuali parfum laki-laki yang tengah mendekapnya saat ini.
"Gue nggak minum yang begituan." Pelukan Refan mulai mengendur,tapi ia belum melepas Sherin dari dekapannya.Ditatapnya mata gadis yang kini tepat berada dihadapannya.Sherin yang mendadak gugup,memalingkan pandangannya dari laki-laki itu.
"Sher gue boleh kan suka sama lu?." Tanya Refan yang membuat Sherin menghela napas panjang.
"Mau lu suka sama gue atau nggak itu kan hak lu,gue nggak ngelarang.Cuma menurut gue aneh aja gitu,lu kan udah punya pacar,tapi bilang suka sama cewek lain." Sherin tak lagi memberontak.Bukan bermaksud tak ingin melepaskan diri,tapi kondisinya cukup sulit,mereka berada tepat dipinggir kolam,salah-salah mereka bisa saja masuk kedalam air yang ada dikolam itu.
"Fan lepasin gue ya,gue nggak mau ada yang salah paham." Sherin memohon pada Refan,namun laki-laki itu seakan tutup telinga dan tak menghiraukan gadis dihadapannya.
"Refan." Lirih Sherin yang mulai tak karuan.Ia tak ingin orang-orang salah paham,termasuk Diana yang tak lain kekasih dari laki-laki yang kini tengah memeluknya.
"Nggak papa kalau sampai ada yang salah paham,ngadu ke Diana terus gue putus sama dia."
"Jangan gila Fan." Sherin kembali mencoba mendorong tubuh Refan,namun kekuatan laki-laki itu lebih besar darinya.
"Kenapa sih Sher,lu takut ketahuan sama Rafka,kalian kan nggak ada hubungan apa-apa,jadi kenapa harus takut?!."
__ADS_1
"Gue bukannya takut,Gue cuma nggak mau orang-orang salah paham,apalagi nganggep gue perusak hubungan lu sama Diana." Tegas Sherin sembari menatap tajam laki-laki dihadapannya itu.Keduanya terdiam dengan pandagan yang beradu.Mereka tak sadar jika ada dua orang yang kini tengah menatap mereka dengan amarah.
"Sherina/Refan."
Sherin yang terkejut langsung menoleh keasal suara,disana Rafka dan Diana menatap mereka berdua.
"Refan lepasin." Sherin yang sudah tak tahan dengan tingkah Refan akhirnya menggigit bahu yang terbungkus kemeja hitam milik laki-laki itu hingga membuat sang empu meringis kesakitan,dan melepaskan dekapannya.
"Sherin." Rafka yang mendekat kearah mereka hampir tersungkur kebelakang jika saja ia tak mampu menahan tubuhnya ketika Sherin memeluknya secara tiba-tiba.
Suara tamparan mengudara membuat keterkejutan Sherin semakin bertambah.Disana,Diana melayangkan tamparan tepat dipipi Refan.
"Diana." Sherin mencoba menghentikan gadis yang kini dilanda cemburu itu.
"Gue heran sama lu Sher,dulu Rafka,sekarang Refan.Serakah banget lu jadi cewek." Sherin tak terima disebut seperti itu,namun ia harus menahan diri agar suasana tidak semakin keruh.
"Lu salah paham,Refan cuma bantuin gue yang hampir jatuh ke kolam." Sherin terpaksa berbohong,ia tidak mungkin mengatakan kejadian yang sebenarnya.Sherin tak ingin membuat Diana sakit hati.
"Nggak ada yang salah paham." Semua orang menoleh pada seseorang yang baru saja mengatakan kalimat itu,bahkan mata Sherin membuka lebar mendengar Refan yang berbicara.
"Refan bohong!!.Jangan percaya sama dia!." Sherin kini dilanda ketakutan,entahlah,tapi yang pasti,suasananya berbeda saat Rafka yang memergoki dirinya dan Refan.
"Kenapa Sherin,apa karena sekarang ada Rafka?.Udahlah lu juga nggak ada hubungan apa-apa kan sama dia."
"Refan maksud kamu apa?." Kini giliran Diana yang buka suara.Ia terlalu dibuat bingung dengan apa yang kekasihnya ini ucapkan.
Refan yang semula menatap tajam kearah Sherin dan Rafka berada,kini beralih menatap Diana yang berada tepat disampingnya.
"Gue suka sama Sherina.Begitu pun dia."
Semua orang yang ada disana menatap Refan tak percaya.Termasuk Diana dan Rafka.Genggaman Sherin pada tangan Rafka semakin menguat,hingga laki-laki didekatnya itu menunduk untuk menatapnya.
__ADS_1
Rafka kembali memeluk gadis itu.Ia yakin,Refan yang memulai semuanya,hingga keributan ini terjadi.
"Gue yang tau Sherin,dan gue paham gimana Sherin.Lu jangan ngarang cerita.Sherin nggak mungkin suka sama orang yang baru dia kenal." Tegas Rafka yang dibalas tatapan remeh oleh Refan.
"Gimana kalo Sherin emang bener suka sama gue?." Rafka semakin dibuat kesal dengan kelakuan laki-laki itu.Jika saja Sherin tidak sedang memeluknya,Rafka ingin sekali menenggelamkan kepala Refan kedalam kolam.
"Jangan terlalu percaya diri.Rafka yang kaya gitu aja Sherin masih mikir-mikir,apalagi lu yang baru kenal kemarin." Ucap Maudy dengan nada sinisnya.
Diana diam masih dengan pikiran yang rumit.Refan kekasihnya dengan gamblang mengatakan jika ia menyukai Sherin.
"Sejak kapan?." Refan menoleh kearah Diana.
"Sejak kapan kamu suka sama Sherin?." Ulang Diana yang kini sudah meneteskan air matanya.
"Saat pertama kali kamu ngenalin Sherin,aku udah mulai suka sama dia." Jawab Refan yang membuat Diana membungkam mulutnya.Ia tak percaya jika laki-laki yang berstatus sebagai kekasihnya ini akan mengatakan hal itu.
"Refan Stop.Lu nggak pantes ngomong kaya gitu sama pacar lu!!,lu nggak boleh suka sama gue!!." Ucap Sherin dengan penuh emosi.Ia juga sama tak percayanya seperti Diana.Ia pikir semua itu jebakan untuk mengerjai Diana yang tengah berulang tahun,tapi apa yang terjadi benar-benar tak sesuai dengan ekspektasinya
"Terlambat." Ucap Refan sembari melambaikan tangannya.Dan entah dari mana asalnya,ada beberapa orang yang muncul dan mulai menyerang Rafka dan juga teman-teman lain yang mencoba untuk membantunya.
"Rafka!!." Teriak Sherin saat melihat orang asing itu berhasil memukul wajah Rafka.
"Sherin." Suara itu mengalihkan pandangan Sherin dari keributan yang terjadi disana.Gadis itu menatap benci laki-laki yang baru saja memanggilnya.
"Lu jahat Refan!!.Suruh anak buah lu berhenti!!,lu udah keterlaluan!!." Ucap Sherin nyalang,matanya memerah,bahkan deru napasnya mulai tak beraturan.
"Maaf Sher,karena ini satu-satunya cara-."
...Tbc...
...Otakku buntu😪...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...❤Terimakasih💜...