Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 16


__ADS_3

Rencana mereka untuk pergi menjenguk Rafka akhirnya jadi mereka lakukan,namun Maudy tak bisa ikut serta karena mendadak ibunya yang meminta gadis itu untuk pulang cepat.


"Sherin,mau dibonceng sama siapa?." Tanya Zidan yang sudah berada diatas motornya.


"Sama siapa aja deh,yang penting nyampe." Ujar Sherin yang sibuk menghalau sinar matahari dengan tangannya.


"Sama gue aja." Satria yang memang sudah siap dengan helm dan motornya menawarkan diri untuk membonceng Sherin.Tak ingin banyak bicara lagi,Sherin pun akhirnya menaiki motor sport milik teman sekelasnya itu.


Mereka bertiga pun meninggalkan area parkirab sekolah dengan Sherin yang berboncengan dengan Satria,sedangkan Zidan seorang diri.Makin keliatan jomlonya.


.........


Setelah perjalanan yang memakan waktu cukup lama,akhirnya Sherin,Zidan dan Satria sampai dihalaman rumah milik Rafka.


"Sepi banget." Gumam Sherin yang masih bisa didengar oleh kedua laki-laki itu.


"Ya kalo rame berarti tahlilan." Ucapan Satria membuat Sherin dan Zidan menatapnya seram.


"Mulutnya kalo ngomong minta digampar." Ujar Sherin usai mencubit lengan Satria yang membuat laki-laki itu mengeluh kesakitan.


"Udah ah yuk masuk." Zidan berjalan lebih dulu disusul Satria dan Sherin yang berjalan dibelakangnya.Sherin sempat terkejut karena dua teman laki-lakinya ini langsung masuk kedalam rumah tanpa permisi.

__ADS_1


"Eh,lu berdua nggak ada sopan santunnya masuk rumah orang.Asal nyelonong aja." Omel Sherin yang malah disambut tawa geli oleh Zidan dan Satria.


"Udah Sher,anggep aja rumah sendiri." Ucap Satria yang merebahkan dirinya disofa.


"Kalo gue anggep rumah ini kaya rumah gue sendiri,udah gue jual buat nambahin uang jajan." Sahut Sherin asal.Dia masih bingung,apa ini benar-benar rumah Rafka atau bukan.


"Berisik banget sih." Suara itu membuat atensi ketiganya beralih pada seorang pria yang menjadi tujuan mereka datang ketempat ini.


"Halo bro." Zidan membantu Rafka menuruni tangga.Laki-laki itu tak menghiraukan sapaan sahabatnya,karena saat ini yang menjadi fokusnya adalah gadis yang berjalan menghampirinya untuk ikut membantunya.


"Lu kesini juga?." Rafka tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.Sherin hanya mengangguk dan membantu Zidan untuk mendudukkan laki-laki itu disofa.


"Sepi banget rumah lu.Bi Sari mana?." Satria yang tadi berbaring kini sudah membenarkan posisinya untuk bersandar disofa.


"Gue denger lu sakit Raf,udah mendingan?." Akhirnya Sherin yang sedari tadi diam pun berbicara.Rafka tersenyum mendengar Sherin yang menanyakan keadaannya.


"Masih pusing dikit." Sherin mengangguk paham mendengar jawaban dari Rafka.


"Kenapa nggak istirahat dikamar aja sih?!."


"Kan mau ketemu sama lu." Jawaban Rafka membuat Zidan dan Satria berekspresi seperti orang mual,sedangkan Sherin memutar bola matanya malas.

__ADS_1


Saat mereka tengah asih mengejek Rafka,seseorang datang memasuki rumah besar itu.


"Loh ada tamu ya."


Sontak semua yang ada disana menoleh saat mendengar suara.Seorang wanita dengan beberapa kantong plastik ditangan kanan dan kirinya.


"Eh bi Sari.Abis dari mana?." Tanya Satria mewakili teman-temannya yang lain termasuk Rafka,majikan dari wanita itu.


"Dari depan mas,abis beli bahan makanan." Keempat anak muda itu mengangguk mengerti.


Sherin berinisiatif untuk membantu bi Sari,namun sebuah tangan yang terasa hangat menggenggam pergelangan tangannya membuat Sherin menoleh dan mendapati jika Rafka yang melakukannya.


"Jangan pergi."


...Tbc...


...Terimakasih atas dukungan kalian,semoga sehat selalu❤❤...


...Aku nggak akan pernah bosen untuk ngajak kalian buat like,vote dan komen😁...


...❤Thank You❤...

__ADS_1


...


...


__ADS_2