
Sherin saat ini sedang berada dikamarnya,gadis itu tengah mengerjakan beberapa tugas sekolah yang akan diserahkan hari senin.Saat tengah asik mengerjakan soal sembari mendengar musik,tiba-tiba lagu yang diputarnya berubah menjadi nada dering telepon.
"Maudy?." Gumam Sherin.Gadis itu segera menggeser panel hijau,dan mendekatkan benda itu ketelinganya.
"Halo Mau kenapa?." Sherin kembali melanjutkan mengerjakan tugas sekolahnya.Ia bisa mendengar keramaian dari ujung telepon.
"Mau?."
"Sherin,lu lagi dimana?."
Ucap Maudy yang membuat Sherin bingung,tumben sekali gadis ini menanyakan keberadaannya.
"Dirumah,lagi ngerjain tugas,kenapa sih?.Kok rame banget,lagi diluar lu?."
"Iya nih,lagi nemenin emak gue belanja.Niatnya gue mau main kerumah lu."
Sherin menghentikan kegiatan menulisnya.Ia terfokus pada obrolannya dengan sahabatnya itu.
"Main aja sih." Sherin bangkit menuju balkon kamarnya.
"Kapan-kapan aja deh.Eh udah dulu ya Sher,gue mau nyusul mama gue dulu.Bye sampai ketemu besok,oh iya fotoin jawaban lu ya,nanti kirim ke gue."
Setelah Maudy mengatakan itu,sambungan telepon terputus secara sepihak.Sherin berdecak dan memilih melanjutkan mengerjakan tugasnya.
.........
Sherin telah selesai dengan ritual mandinya.Setelah selesai dengan semua tugas sekolahnya,gadis itu memilih untuk segera membersihkan diri.Kini ia sudah mengambil posisi berbaring sembari memainkan ponselnya.
"Ngapain ini anak?." Gumam Sherin saat sebuah panggilan masuk dari Rafka terpampang dilayar ponselnya.
"Ha..." Belum selesai Sherin mengucapkan kalimatnya,suara bariton diseberang sana sudah menyela.
"Kangeen!!!."
"Apaan sih lebay banget.Baru juga ketemu tadi disekolah." Jawab Sherin ketus.Terdengar suara Rafka yang merengek.
"Cuma sebentar,nggak puas."
Sherin memutar bola matanya malas,semakin kesini Rafka semakin jauh dari sifat dingin dan cueknya.
"Sherin."
"Apaan?." Sherin kembali merebahkan tubuhnya setelah sebelumnya ia duduk untuk menerima panggilan dari laki-laki itu.
"Gue main kerumah lu ya."
Sherin langsung terkejut mendengar ucapan Rafka."Ngapain sih lu?,nggak usah." Ucap Sherin tegas.
"Pengen ketemuu!!."
__ADS_1
"Besokkan bisa Raf,jangan bikin gue sensi ya." Sherin merasa kesal dengan laki-laki itu.Padahal disekolah mereka berlima sudah membuat janji temu dirumah Rafka,karena tempat itu sudah seperti markas bagi mereka.
Semenjak ia mengubah alur novelnya,kejadian yang tak pernah ia tuliskan terjadi.Seperti bukan didunia novel,melainkan kehidupan nyata pada umumnya.
"Ya udah,besok pagi gue jemput kerumah lu,nggak ada penolakan."
Baru saja Sherin akan menolak,Rafka sudah memutus panggilannya.Sherin hanya bisa menghela napas lelah dan pasrah jika besok laki-laki itu datang kerumahnya.
"Siap-siap diledekin ini mah." Batin Sherin.
.........
Apa yang Rafka katakan kemarin benar adanya.Laki-laki itu kini sudah menunggu Sherin diruang tamu dan berbincang dengan Zea dan Ferdy.
"Kamu sama Sherin pacaran Raf?."
"Baru pendekatan om." Rafka memang mudah akrab dengan siapapun yang lebih tua darinya,tapi sulit untuk akrab dengan orang yang seusianya
"Kenapa nggak langsung pacaran aja,om sama tante setuju kok."
"Nggak ada." Semua orang yang ada diruangan itu menoleh saat suara Sherin tiba-tiba menyela percakapan mereka.
"Mama sama papa jangan bilang gitu,nanti kegirangan dia." Sherin duduk didekat Zea.
Tanpa sepengetahuan keluarga kecil itu,Rafka tengah fokus menatap gadis yang duduk bersebrangan dengannya.
Cantik,itulah yang mampu ia gambarkan saat melihat penampilan Sherin hari ini.Tidak hanya hari ini,tapi gadis itu selalu cantik setiap harinya.
"Kerumah saya tante."
"Kalo main kerumah kamu,kenapa kamu kesini jemput Sherin?." Tanya Ferdy menatap bingung laki-laki disampingnya.
"Nggak papa om,biar waktu om buat istirahat nggak keganggu karena nganterin Sherin." Ucapan Rafka membuat Sherin berdecih.Dasar tukang ngibul.
"Papa suka nih yang kaya gini,punya inisiatif." Ucap Ferdy pada Sherin..
"Papa!."
"Ya udah Raf,om pinjemin Sherin buat kamu." Sherin yang mendengar ucapan ayahnya itu melotot tak percaya,ia disamakan seperti benda.
"Makasih om,kalo gitu saya sama Sherin izin pergi dulu." Rafka mengkode Sherin dengan matanya.Sherin yang paham pun langsung ikut berpamitan dengan kedua orangtuanya.
"Ma,pa Sherin main dulu ya." Zea dan Ferdy kompak mengangguk,akhirnya Rafka dan Sherin pun pergi menuju rumah Rafka dengan motor sport milik laki-laki itu.
Selama diperjalanan,mereka bersenda gurau,membuat siapa saja yang melihat interaksi mereka akan menganggap jika keduanya adalah sepasang kekasih yang bahagia.
.........
"Bu bos sama pak bos sudah datang." Ucap Zidan dengan nada dibuat-buat.
__ADS_1
Ternyata teman-teman yang lain sudah berkumpul dirumah Rafka,bahkan Maudy juga sudah berada disana yang kini tengah membantu Bi Sari menyiapkan cemilan.
"Gue kesana dulu ya." Saat hendak pergi menyusul Maudy,Rafka segera menahan gadis itu.
"Disini aja." Ucap Rafka setengah berbisik.Sherin berdecak,sedari tadi Rafka tak pernah membiarkan gadis itu jauh sebentar darinya.
"Camilan sudah siap." Ujar Maudy dan Bi Sari bersamaan.Satria dan Zidan bersorak,sedangkan Rafka dan Sherin hanya tersenyum melihat tingkah konyol mereka.
"Sherin!!." Maudy yang hendak memeluk sahabatnya segera dihadang oleh Rafka yang duduk disebelahnya.
"Apaan sih lu?!,minggir!." Lagi-lagi Rafka menghadang jalan Maudy untuk mendekat ke Sherin.Maudy yang terlanjur kesal pun hanya bisa mengumpat dan berhenti berusaha.
"Iseng banget sih lu." Bisik Sherin sembari mencubit pelan lengan laki-laki disampingnya itu.
Rafka hanya tertawa dan memilih untuk bersandar pada sofa sembari menikmati cemilan yang disuapkan oleh Sherin kedalam mulutnya,dan tentu saja semua itu atas kemauan Rafka.
.........
"Kemarin gue ketemu Diana sama pacarnya."
Sherin dan yang lainnya kini tengah bersantai dikamar Rafka,seperti kemarin saat mereka pergi menjenguk Rafka.
Sherin dan Maudy tengah duduk bersantai disofa,sedangkan Rafka dan dua sahabatnya sedang bermain playstasion seperti biasa.
"Serius lu?.Terus-terus."
"Terus-terus nabrak lah." Sahut Satria dengan pandangan fokus pada layar televisi.
"Nyaut aja lu cebong." Kesal Maudy yang membuat Sherin tertawa.Sedangkan Zidan dan Rafka masih terfokus dengan game yang dimainkannya.
"Ya nggak terus-terus sih,cuma say hai doang abis itu basa-basi biasa.Dia ngenalin pacarnya ke gue."
"Ganteng nggak?." Bukan Maudy yang bertanya,melainkan Rafka.
Sherin dan Maudy saling menatap,hingga pikiran jahil terlintas dipikirannya.
"Ganteng banget gila,kaya Jimin BTS." Jawab Sherin melebih-lebihkan,tapi kalau boleh jujur pacar Diana memang tampan.
"Gantengan juga gue." Ucap Rafka dengan percaya dirinya.Membuat Sherin dan Maudy menunjukkan ekspresi seperti mual.
"Namanya siapa Sher?." Tanya Maudy sembari menyantap cemilan yang sebagian mereka bawa.
"Refan.Ih diem kek." Jawab Sherin disertai gerutuan karena Rafka yang kini mengganggunya.Maudy yang melihat itu sudah bisa menebak,jika Rafka akan mengambil alih Sherin darinya.
"Rafka coba sih fokus aja sama game lu,Sherin biar ngobrol sama gue."
"Ngapa lu iri?." Tanya Rafka dengan nada yang membuat Sherin menepuk mulut lemes laki-laki itu.
"Emang ini anak minta tabok ginjalnya." Gerutu Maudy yang disetujui oleh Sherin.
__ADS_1
Akhirnya Rafka kembali fokus pada game yang tengah dimainkan setelah Zidan mengomelinya ditambah Rafka yang menari paksa laki-laki itu untuk tidak terus menempel pada Sherin.
...Tbc...