
Sherin menatap tak percaya laki-laki disampingnya."Nggak punya hati lu,enteng banget bilang gitu." Sherin tak sanggup menahan emosinya.Dulu saat pertama kali mengenal Refan,Sherin berpikir jika laki-laki itu adalah tipe orang yang setia.Tapi nyatanya..
"Gue ngelakuin ini,karena emang gue nggak ada rasa lagi sama Diana." Sahut Refan.Sherin menghembuskan napas jengah,ia tak mengerti arah jalan pikiran Refan.
"Lu,...Fan lu kok jadi kaya gini sih?." Sherin berdiri dari duduknya dan hendak pergi,namun dengan cepat Refan menahan tangan Sherin dan menariknya,sehingga Sherin jadi terduduk diatas pangkuan Refan.
"Lepasin sialan." Sherin mencoba melepaskan pelukan Refan pada pinggangnya.
"Gue nggak akan ngelepasin lu Sherina." Beberapa detik setelah mengucapkan itu,Sherin terkejut dengan tindakan Refan yang tiba-tiba membenamkan wajahnya diceruk leher gadis itu.
"Jangan kurang ajar Fan!!." Sherin mencoba menjauhkan wajah Refan dari lehernya.Sherin menyikut kuat perut Refan hingga membuat laki-laki itu kesakitan.
Sherin menjadikan hal itu sebagai kesempatan untuk dirinya melarikan diri.Namun sayang,lagi-lagi Refan berhasil menangkapnya.
Laki-laki itu menahan Sherin dengan mendekatkannya ke tembok.Sherin terus berusaha untuk melepaskan diri,tapi karena kekutan Refan yang kuat mencengkram kedua tangannya,Sherin hanya bisa menggerakkan tubuh serta kakinya.
"Lu nggak akan bisa kabur dari gue Sherin,nggak akan bisa!." Air mata Sherin mulai membasahi wajahnya.Laki-laki didepannya ini sangat berbeda dari biasanya.
Sherin terus menghindar saat Refan akan menciumnya.Sadar akan posisi,Sherin mengangkat kakinya menendang tepat pada ************ milik Refan yang membuat laki-laki itu luruh sembari berteriak kesakitan.
"Ada apa ini?!!." Sherin yang panik saat melihat kedua bodyguard yang memasuki kamar itu pun langsung memasang tampang khawatir.
"T-tolong Refan pak,tiba-tiba dia kesakitan." Sherin berpura-pura terlihat panik walau sebenarnya memang ia sedang merasakan hal itu saat ini.Tapi ini semua ia lakukan agar dua pesuruh Refan itu tidak curiga padanya.
Saat kedua bodyguard itu sibuk membantu Refan,ia segera berlari kearah pintu kamar dan mengambil kuncinya."Sherina jangan kabur!!." Teriak Refan yang membuat kedua pesuruhnya tersadar.
__ADS_1
Kali ini Refan dan anak buahnya kalah cepat,Sherin telah menutup rapat pintu kamar dan menguncinya.
"Gue harus cepet-cepet kabur dari sini." Sherin berlari guna mencari jalan keluar,tak arang dirinya harus tetap bersandiwara saat bertemu dengan para pekerja dirumah itu.
"Kalau gue lewat pintu depan,yang ada gue bakalan ketangkep." Sherin memutar arah dan pergi menuju pintu belakang.Tak sia-sia ia mengelilingi tempat ini sebelumnya,membuat Sherin hafal dimana saja letak tempat dari keseluruhan rumah Refan.
Saat akan keluar,Sherin mendadak berhenti saat melihat beberapa penjaga yang berada dipintu belakang."Refan benar-benar niat banget biar gue nggak bisa kabur." Gumamnya menatap kesal beberapa orang didepan sana.
Sherin terus berpikir,mencari cara agar ia bisa segera pergi dari rumah jahanam ini.Berpikir dan terus berpikir,akhirnya Sherin menemukan cara,ia harap ini akan berhasil.
"Lah masih disini aja." Ujar Sherin sembari mendekat pada beberapa orang yang kini menatap bingung kearahnya.
"Non Sherin,sedang apa disini?."
"Harusnya saya yang bilang gitu,kenapa kalian masih ada disini?.Mau dipecat sama Refan ya." Sherin memasang wajah serius agar sandiwaranya terlihat nyata.
"Semua pekerja diminta buat kumpul didalam sama Refan." Ucap Sherin yang membuat para penjaga itu menatap saling tatap.
"Tapi kalau tuan muda nyuruh kita buat kumpul,biasanya dia bakalan ngasih kabar sendiri ke kita."
Sherin kembali panik mendengar kalimat itu,namun sebisa mungkin ia berusaha bersikap tenang agar tak membuat mereka semua curiga padanya.
"Gue cuma ngejalanin apa yang Refan bilang." Jawaban Sherin sepertinya membuat para penjaga itu percaya,buktinya mereka semua pergi meninggalkan Sherin sendiri disana.
"Ilmu ngibul gue masih ampuh ternyata."
__ADS_1
Tak ingin buang-buang waktu,Sherin segera mengambil langkah cepat untuk pergi dari tempat itu.Namun seketika wajahnya pusat pasi saat mendengar teriakan dari rumah itu.
"Gawat." Sherin semakin berlari kearah pintu keluar.Beruntung gerbang yang ada dibelakang tak begitu tinggi,jadi ia bisa dengan mudah memanjatnya.
"Sherina berhenti!!!." Suara teriakan itu membuat Sherin menoleh,dilihatnya Refan yang berjalan tertatih dibantu beberapa orang,sedangkan yang lain mulai berlari untuk mengejarnya.
Sherin berlari sekuat tenaga.Ia menggerutu kesal,pasalnya tidak ada satu pun kendaraan yang lewat dijalan itu.
"Non Sherin berhenti!!." Sherin semakin mempercepat lajunya,ia sedikit panik karena jarak mereka tak terlalu jauh,danSherin bisa saja kembali tertangkap oleh mereka.
Sherin terus mempercepat laju larinya,sampai ia tak sadar jika dirinya telah sampai dijalan besar yang mulai banyak pengendara.Suara teriakan yang memanggilnya kembali terdengar,membuat Sherin mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan disitu.
Ia kembali berlari,tanpa melihat kedepan sehingga membuat gadis itu menabrak seseorang.
"Eh,ma-maaf maaf.Saya nggak sengaja." Ujar Sherin dengan napas beraturan.Sherin mendongak guna melihat seseorang yang baru saja ia tabrak.Matanya membuka sempurna saat melihat laki-laki yang tak ia temui berapa waktu ini berdiri dihadapannya.
"Sherin."
"Rafka."
... ...
...Tbc...
...Maaf kalau kata-katanya acak-acakan...
__ADS_1
...Terimakasih yang udah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak ya😊...
...❤❤❤❤...