
"Iya,makasih ya bi." Sherin mematikan sambungan teleponnya.Baru saja ia mengabari orang rumah jika dirinya akan pulang terlambat.
"Udah yuk." Sherin hendak berjalan menghampiri Maudy yang telah bersiap dengan motor kesayangannya,namun baru mendapat beberapa langkah saja,tangan Sherin sudah dicekal oleh seseorang.
"Ih,apaan sih Raf?." Kesal Sherin karena gadis itu hampir saja terjatuh saat Rafka sedikit menariknya.
"Lu bareng gue." Ucap Rafka sembari menatap kearah Sherin.
"Dih apaan sih,Sherin sama gue." Ujar Maudy tak terima.Rafka hanya acuh,sedangkan Sherin berusaha melepas cekalan dari laki-laki itu.
"Nggak drama bukan kalian namanya.Udah sih jangan pada ribut." Satria yang tadinya sudah memakai helm pun kembali melepasnya melihat perdebatan antara Maudy dan Rafka.
"Rafka duluan tuh yang mulai,orang Sherin sama gue kok,main srobot aja." Racau Maudy memasang raut wajah yang membuat siapa pun ingin menenggelamkannya kerawa-rawa.
"Gini deh,gini deh.Keputusan ada di Sherin.Sher lu mau bareng sama siapa?." Tanya Zidan yang sudah siap sedari tadi dengan motor dan helm dikepalanya.
"Gue mau sama Maudy." Ucap Sherin membuat Maudy kegirangan dan menjulurkan lidahnya,meledek Rafka.
__ADS_1
"Nggak bisa,lu harus tetap sama gue." Rafka semakin menarik Sherin hingga tubuh mereka menempel.
"Ck,udahlah Sherin sama Rafka aja,kalau begini terus nggak bakal kelar urusan."
Sherin menghela napas pasrah,benar juga yang dikatakan oleh Satria.Rafka itu keras kepala,dan mau tidak mau Sherin harus menuruti kemauannya,karena dirinya tak ingin perdebatan ini malah menggagalkan rencana teman-temannya.
"Oke gue bareng Rafka.Mau maaf ya,gue bareng sama dia." Ucap Sherin yang menimbulkan dua ekspresi yang berbeda antara Maudy dan Rafka.
"Yah." Maudy mendesah kecewa,namun ia berusaha untuk memahami sifat Rafka yang membuat Sherin lebih memilih untuk bersama laki-laki itu.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan area sekolah dan menuju kediaman Rafka sesuai dengan kesepakatan.
Selama diperjalanan,Rafka dan Sherin saling melempar topik pembicaraan,meskipun sedikit kesulitan untuk mendengar dengan jelas.
"E-eh,kok belok sih." Sherin terkejut karena Rafka yang malah berbelok kearah minimarket.
"Dirumah nggak ada cemilan.Kita beli dulu ya." Ucap Rafka setelah memarkirkan motor sport miliknya.
__ADS_1
Sherin ber-oh ria.Mereka berdua memasuki minimarket itu dan mulai memilih cemilan apa yang akan mereka nikmati saat dirumah Rafka nanti.
.
"Totalnya jadi 250.000 mas." Sherin melongo mendengar kasir yang menyebutkan harga dari cemilan yang mereka beli.Meskipun harga segitu kecil menurut Rafka,namun bagi Sherin uang sebanyak itu bisa ia gunakan untuk membayar uang bulanan sekolah dikehidupan sebelumnya.
"Ini mbak,kembaliannya ambil aja." Ucap Rafka yang langsung mengambil belanjaan dan menarik Sherin untuk segera keluar dari tempat itu.
"Gila,kok bisa sampai segitu sih harganya.Lu sih dibilangin batu banget." Kesal Sherin.pada Rafka yang hanya mengabaikannya.Tadi sewaktu memilih cemilan,Rafka menaruh banyak snack dan minuman kedalam keranjang,tidak hanya satu,tapi dua keranjang penuh.
"Nggak papa,biar lu betah lama-lama dirumah guenya." Ucap Rafka sembari memakaikan helm untuk gadis itu.
"Ih ngapain pake,orang rumah lu juga udah deket ini." Gerutu Sherin yang hendak ingin melepas benda yang sudah terpasang dikepalanya.
"Musibah nggak ada yang tau,setidaknya kita udah antisipasi kalau sewaktu-waktu kita celaka." Ucap Rafka yang langsung mendapat pukulan dikepalanya,beruntung laki-laki itu sudah memakai helm.
Akhirnya Rafka dan Sherin kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Rafka,dan sudah dapat Sherin pastikan jika ketiga temannya yang lain telah sampai dirumah laki-laki itu.
__ADS_1
...Tbc...