
Kini acara yang mereka nanti-nanti telah dilaksanakan.Sebagian perwakilan kelas telah menunjukkan kebolehannya.Dan sekarang giliran kelas Sherin yang akan menampilkan persembahan untuk sekolah mereka.
"Jangan tegang." Maudy berulang kali mengucapkan kalimat yang sama,Sherin melihat kegugupan Maudy yang begitu kentara,membuatnya juga semakin merasa gugup untuk tampil didepan orang banyak.
"Kalian udah siap kan?.Ssebentar lagi giliran kita." Ujar Satria meyakinkan teman-teman sekelasnya,termasuk Maudy dan Sherin.
"Nggak usah gugup." Sherin dan Maudy kompak menatap Satria,begitu juga teman-teman sekelas mereka yang lainnya.
Akhirnya dengan segala keyakinan mereka semua pergi menuju panggung,dan mulai menempati posisi masing-masing sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Semua para tamu undangan memperhatikan mereka yang sudah bersiap diatas panggung,terutama Ferdy yang kini tengah memperhatikan Sherin.
"Selamat pagi menjelang siang semuanya.Kami dari kelas 12-A ingin mempersembahkan sebuah lagu.Dan sebelum kami memulai,saya selaku ketua kelas dan perwakilan dari teman-teman saya,ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk sekolah kita semua,semoga sekolah kita semakin berjaya."
Riuh suara tepuk tangan terdengar setelah Satria selesai mengucapkan kalimatnya.Dan setelah itu,mereka pun mulai menampilkan sebuah persembahan yang telah lama mereka persiapkan.
(Bagian nyanyinya aku skip ya)
.
Petikan terakhir pada gitar yang Satria mainkan menjadi akhir pula dari penampilan mereka.Para guru,tamu dan teman-teman sekolah begitu takjub dengan apa yang sudah mereka saksikan.Hingga suara riuh tepuk tangan kembali mereka dengar.
__ADS_1
Sherin,Maudy,Satria dan juga teman-teman sekelas mereka yang lainnya membungkuk hormat,sebelum mereka meninggalkan panggung dengan perasaan yang telah kembali lega.
"Gila gue deg-degan banget." Sherin hanya tersenyum dan kembali menuju tempat mereka sebelumnya.
.
.
"Pulang bareng yuk."
Sherin,Maudy,Rafka,Zidan dan Satria sudah kembali berkumpul setelah acara selesai beberapa menit yang lalu.
"Ayuk,main dulu ke rumah siapa gitu,numpang makan." Ujar Satria dengan tidak tau malunya.
"Nah,kerumah dia aja nih." Ucap Zidan sembari menunjuk sahabatnya.
"Okelah,lu berdua mau ikut nggak?." Tanya Zidan pada Maudy dan Sherin.
"Gue pengen ikutt sebenernya,cuma Sherin nggak bisa.Nggak mungkin kan gue cewek sendiri." Jawab Maudy dengan nada yang sedikit lesu.
"Kenapa nggak ikut?." Semua orang menatap kearah Rafka.
__ADS_1
"Gue udah ditungguin bokap." Ucap Sherin menunjuk mobil hitam yang terparkir tak jauh dari mereka berada.
Maudy,Zidan dan Satria mengangguk mengerti,namun tidak dengan Rafka yang malah menghampiri mobil Ferdy.
"Nekat itu manusia."
Mereka berempat memperhatikan Rafka yang kini tengah berbincang dengan ayah Sherin,sesekali laki-laki itu melihat kearah teman-temannya berada.Setelah cukup lama akhirnya Rafka kembali dan mobil ayah Sherin melaju pergi meninggalkan area sekolah.
"Sherin ikut kita,gue udah izin sama om Ferdy."
"Gila,nekat banget."
Rafka hanya acuh dan menggandeng Sherin menuju tempat motornya terparkir.Tidak seperti sebelumnya yang harus berdrama terlebih dahulu,mereka telah paham satu sama lain dan mulai pergi meninggalkan area sekolah.
...Tbc...
...Sorry ya guys kalo kata-katanya acak-acakan.Aku buru-buru buat chapter ini,mumpung sinyalnya lagi mendukung.Insyaallah kalau aku udah balik dari kampung,aku bakal revisi lagi....
...Terimakasih buat kalian yang masih setia nunggu aku buat up cerita ini....
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
__ADS_1
...Terimakasih❤...