Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 13


__ADS_3

Sherin merebahkan dirinya diatas kasur.Kejadian disekolah tadi membuatnya pikirannya lelah.


"Non Sherin,makan dulu yuk.Dari siang belum makan loh." Ini sudah kesekian kali bi Wati membujuk Sherin untuk makan,namun tetap saja,majikannya itu tetap menolak dan mengatakan jika dirinya sudah dalam keadaan kenyang.


"Sherin." Kali ini bukan suara bi Wati yang gadis itu dengar.Melainkan suara laki-laki yang Sherin sangat kenali.


"Rafka?." Sherin bangkit dari posisi berbaringnya dan melangkah mendekati dua orang berbeda usia dan jenisnya itu.


"Bibi permisi dulu ya non,den." Rafka mengangguk sedangkan Sherin masih memandang Rafka bingung.


"Ngapain lu kesini?." Sinis Sherin yang membuat Rafka gemas.


"Bi Wati yang nyuruh gue kesini." Jawab Rafka sembari memasuki kamar gadis yang sampai saat ini masih sukai.


"Keluar sendiri apa gue seret?." Sherin tak beranjak dari tempatnya berdiri.Gadis itu menatap tajam Rafka yang saat ini malah mengambil posisi berbaring diatas ranjang empuk gadis itu.


Rafka mengabaikan ucapan Sherin,membuat Sherin mau tidak mau menghampiri laki-laki itu dan menarik kaki panjagnya.


"Iya iya gue keluar,jangan ditarik kaki guenya,nanti kepala gue kejedot ubin." Sherin melepas cekalannya pada kaki Rafka,setelah itu Rafka pun membenahi posisinya dan terduduk masih diatas ranjang milik Sherin.


"Malah duduk.Keluar!!." Tegas gadis itu yang membuat Rafka berdiri,namun tidak beranjak sedikit pun meninggalkan kamarnya.


"Gue bilang kelu..." Ucapan Sherin terhenti,matanya terbuka lebar merasakan sesuatu yang begitu singkat menempel dipipinya.


"Pipi aja dulu bibirnya kalo udah sah." Tanpa rasa bersalah sedikit pun kalimat itu keluar dari mulut Rafka.


"Rafka sialan." Pekik Sherin yang ingin memukul Rafka namun terlambat,karena laki-laki itu sudah mengambil start lebih dulu untuk kabur.


Dan malam itu menjadi malam yang menyebalkan bagi Sherin,namun menyenangkan bagi Rafka karena bisa menggoda gadis yang sampai sekarang masih belum mau beranjak dari hatinya.


.........


"Sher maafin gue." Sherin tetap berjalan mengabaikan Rafka yang sejak kemarin meminta maaf padanya.


"Sher."


"Berisik Rafka!!,lu juga Sher,diem aja dari tadi.Ada apa sih sebenernya?." Maudy yang memang sedari tadi berada diantara mereka merasa kesal dengan Rafka yang tak henti-hentinya memohon,sedangkan sahabatnya hanya diam seperti orang bisu.

__ADS_1


"Sherin ngambek gara-gara gue cium." Ucap Rafka tanpa beban sedikit pun dihatinya.Sherin menatap tajam kearah Rafka lalu beralih pada Maudy untuk melihat reaksinya.


"Ciumnya dibagian mana?." Sherin mencubit pelan lengan sahabatnya,bukannya mendukungnya untuk marah pada Rafka,gadis ini malah menanyakan perihal lokasi dimana laki-laki itu mencium Sherin.


"Emang nggak ada akhlak."


Tak lama bel pertanda masuk berbunyi,dan akhirnya mereka pun memasuki kelas masing-masing.


.........


"Susah banget gila." Maudy mengacak rambutnya frustasi.Belum ada satu pun jawaban yang tertulis dikertas itu.Berbeda dengan Sherin yang nampak santai meskipun gadis itu juga tak bisa menjawab satu pun soal dikertasnya.


"Sher,nyontek dong." Ujar Maudy yang ditanggapi gelengan oleh Sherin.


Maudy ingin menangis saja rasanya.Waktu memang masih lama untuk mengumpulkan.Namun satu pun jawaban asal tak muncul diotaknya.Tidak mungkin juga ia mengosongkan kertas itu,atau menulis jika ia tak bisa menjawabnya.


"Chek."


Fokus mereka teralihkan dengan suara yang dikeluarkan melalui speaker.Tidak dengan Sherin yang masih fokus menyusun jawaban asal,yang penting kartas terisi.Jangan ditiru ya Sherin sesat.


"Selamat pagi menjelang siang semuanya."


"Sebelumnya gue mau ngenalin diri dulu."


"Kelamaan ngomongnya,pengen gue rebut aja itu microfonnya." Kesal Maudy yyang membuat Sherin dan teman sekelas yang lain menatapnya.


"Lu mau gantiin dia??." Tanya salah satu dari mereka.


"Mau gue getok kepalanya." Jawaban Maudy sontak membuat seisi kelas tertawa,kecuali Sherin.


"Nama gue Diana Casellia,kalian semua udah tau kan?."


"Lah,yang kelas 12 ya taulah dia Diana.Kalo kelas 10 sama 11 mana tau itu siapa.Jangankan nama,mukanya aja nggak tau yang mana."


"Oke disini gue nggak mau basa-basi lagi."


"Dih,orang dari tadi dia yang basa-basi,nggak beres nih mbaknya."

__ADS_1


"Berisik Mau!!.Dari tadi si Diana ngomong lu tanggepin mulu,kurang kerjaan amat." Sherin memandang Maudy kesal.Sedangkan yang ditatap hanya cengengesan macam,apa hayooo.


"Gue disini mau ngakuin kesalahan.Tentang rumor yang bilang kalo Sherina Zedy udah bully gue.Itu semua Hoax,gue ngarang cerita.Semua itu nggak pernah Sherina lakuin ke gue.Justru gue yang udah fitnah dia."


Semua tatapan mata mengarah pada Sherin yang masih tenang ditempat duduknya.Tatapan datar mendominasi ekspresinya saat ini.


"Gue tau gue salah,gue tau gue udah keterlaluan.Cuma gara-gara cemburu,gue ngelakuin hal itu.Gue bener-bener minta maaf,khususnya sama lu Sher."


Sherin menghela napasnya.Gadis itu bangkit dan menghampiri meja guru untuk izin pada pak Damar,guru yang mengajar dikelasnya.


Setelah mendapat izin,Sherin berlalu keluar.Hal yang pertama kali ia lihat saat membuka pintu kelas adalah tatapan orang-orang yang tadinya menatap lapangan,kini beralih menatap dirinya yang berjalan menuju pembatas pagar.


Dilihatnya dari atas,Diana tengah berdiri ditengah-tengah lapangan dibawah terik matahari yang sedikit menyengat.Ia khawatir jika gadis dibawah sana memiliki fisik yang lemah.


"Sher,sekali lagi gue mau minta maaf.Maaf udah bikin lu dibenci semua orang.Maaf udah bikin lu terbebani sama masalah ini.Gue bener-bener minta maaf.Dan gue harap,lu mau maafin gue.Mungkin itu aja yang mau gue sampein,terimakasih dan maaf udah ganggu waktu belajar kalian."


Diana mengakhiri dialegnya.Sherin masih mengamati gerak-gerik gadis itu sampai ia kembali menghampiri kedua orangtuanya,yang ternyata menunggu dirinya sedari tadi..


Lagi-lagi Sherin harus menghela napas.Masalahnya memang telah selesai.Tapi ada sesuatu yang sedikit mengganjal dihatinya.


Dering telepon dari saku seragamnya,membuat Sherin segera mengambil benda miliknya itu.Tulisan Papa yang tertampil disana membuat Sherin bergegas menerima panggilan dari laki-laki paruh baya ini.


"Sherin kesana sekarang."


...Tbc...


...Hai aku kembali....


...Alhamdulillah berkat semangat,do'a,dan dukungan dari kalian aku kembali dari masa hiatus sementaraku....


...Jujur nggak enak banget baca komen yang minta aku buat update.Aku ngerasa bersalah,karena nggak nyiapin bahan buat update dari sebelum-sebelumnya,yang alhasil bikin kalian kelamaan nunggu kaya kemarin....


...Aku juga mau minta maaf karena nggak bisa double update....


...Hari ini bener-bener aku usahain biar bisa nyapa kalian lagi.Dan semoga kalian suka sama cerita ini....


...Jangan lupa untuk like,komen dan vote ya guys....

__ADS_1


...❤Thank you❤...


__ADS_2