
Hari yang Rafka tunggu telah tiba.Sesuai janjinya,Sherin kembali datang untuk melihat keadaan laki-laki itu.Keadaan Rafka sudah membaik,tidak seperti kemarin yang selalu berbaring.
"Syukur deh kalo lu udah sehat." Ujar Sherin yang diangguki oleh Rafka.
Saat ini mereka berada diruang tamu.Sebenarnya Sherin ingin datang saat sore hari saja agar ia bisa beralasan pulang sebelum malam.Tapi laki-laki disebelahnya ini tak memberinya kesempatan untuk itu.Bahkan Rafka dengan tidak tau dirinya menelepon Sherin dipagi buta hanya untuk menagih janji.
"Sher." Gadis itu hanya menanggapinya degan deheman.Ia sedang fokus pada ponselnya yang memperlihatkan postingan orang-orang diinstagram.
Rafka berdecak dan dengan cepat mengambil alih ponsel hitam milik Sherin,yang membuat gadis itu memukul lengannya berkali-kali.
"Ih apaan sih,siniin hp gue." Sherin mencoba merebut kembali ponselnya.Karena perbedaan tinggi badan,Sherin jadi sulit mengambil benda itu dari Rafka.
"Raf balikin." Rafka mengabaikan ucapan Sherin,saat ia ingin mengerjai gadis itu.Kakinya malah terhantuk sofa dibelakangnya yang membuat Rafka terduduk.
Tapi yang jadi masalahnya bukan pada hal itu.Karena jarak Sherin dan Rafka yang terlalu dekat saat ingin mengambil ponselnya,jadi saat Rafka terjatuh,gadis itu juga ikut terjatuh dan menimpa tubuh Rafka.
"Oh my eyes." Teriakan itu membuat Sherin segera bangkit dari tubuh Rafka,ponselnya pun sudah kembali padanya.
"Satria?,kok lu disini?." Rafka menatap heran sahabatnya yang kini tengah menutup mata.Tak lama datang lah lagi Zidan serta Maudy yang berjalan bersamaan.
"Lu kenapa Sat?." Tanya Zidan menepuk bahu Satria.Sahabatnya itu masih saja menutup mata dengan tangannya.
"Tadi aku melihat sesuatu yang membuat mataku ternoda." Jawab Satria dengan nada bicara yang dilebih-lebihkan.
"Mau bersih lagi nggak matanya?." Satria langsung membuka matanya dan mengangguk cepat.
"Tetesin pake pemutih,kalo nggak,congkel sekalian." Jawab Sherin yang mengundang tawa semua orang kecuali Satria.
"Ini kenapa pada kerumah gue dah.Ganggu banget." Rafka kembali mendekat pada Sherin untuk duduk disebelahnya,namun harus ia urungkan saat gadis itu malah menghampiri sahabatnya yang baru datang dengan dua manusia sinting itu.
"Gue yang ngundang mereka,biar rame." Sahut Sherin yang membuat Zidan,Satria dan Maudy mengangguk dengan seringaian dimasing-masing wajah mereka.
Rafka hanya bisa mendengus pasrah,jika Sherin yang sudah bertindak.Rafka memilih duduk disofa tunggal yang letaknya berdekatan dengan Sherin.Akhirnya mereka berempat pun berbincang santai dengan Rafka dan Sherin yang menjadi topik pembicaraan.
.........
"Yah!!."
Saat ini Sherin dan teman-temannya berada dikamar Rafka.Mereka masing-masing sibuk dengan kegiatannya.
Rafka,Satria serta Zidan yang tengah bermain playstation,sedangkan Sherin dan Maudy yang tengah menikmati pemandangan melalui balkon kamar Rafka.
__ADS_1
"Gue kalo jadi Rafka,betah disini seharian." Ujar Maudy yang sesekali membenarkan rambut panjangnya yang terkena angin.
"Oh,berarti kalo ujan badai lu bakalan tetep disini dong?."
"Nggak gitu juga Sherin." Jawab Maudy gemas,membuat Sherin tertawa.
Mendadak rasa mulas dirasakan oleh Maudy,sehingga gadis itu izin dan pergi menyisakan Sherin yang masih berdiri sembari melihat beberapa kendaraan yang melintas dijalanan.
"Eh." Sherin terlonjak saat ia merasakan seseorang yang memeluknya dari belakang.Gadis itu melihat tangan kekar yang ia kenali siapa pemiliknya.
"Lepasin Raf." Bukannya melepaskan pelukannya,kini Rafka malah meletakkan dagunya dibahu kecil gadis itu.Matanya terpejam sedangkan hidungnya sibuk mencium aroma parfum milik Sherin.
"Sher." Panggil Rafka yang diabaikan oleh Sherin.Gadis itu sudah berusaha melepas pelukan Rafka,namun seberapa keras pun usahanya itu tak akan pernah membuahkan hasil jika itu bersangkutan dengan Rafka.
"Jangan marah." Sherin tetap diam.Membuat Rafka terkekeh dibalik ceruk leher gadis itu.
"Kalo diem terus nanti gue cium lagi loh." Sontak Sherin menoleh cepat kearah Rafka.Gadis itu menatap tajam Rafka,sedangkan laki-laki itu menatap Sherin dengan lembut.
"Gue seneng lu nepatin janji."
"Janji emang harus ditepatin.Termasuk janji gue buat ngelupain lu." Jawaban Sherin membuat Rafka melepaskan pelukannya namun tak berpindah dari posisinya yang berdiri dibelakang Sherin.
Laki-laki itu kini malah meletakkan kedua tangannya dipagar pembatas balkon kamarnya itu,sehingga membuat tubuh Sherin terhimpit antara tembok pembatas dan tubuh Rafka.
"Sher,kok diem aja sih?." Kepala Sherin terasa sedikit berat,gadis itu tau jika Rafka kini meletakkan dagunya diatas kepalanya.
"Nggak bisa.Janji itu harus ditepati.Gue nggak mau jadi penghianat." Terdengar suara helaan napas yang Sherin tau Rafka lah yang melakukannya.Ia pikir setelah mereka memutuskan untuk berteman,laki-laki itu akan melupakan perasaannya.
Rafka memutar tubuh Sherin sehingga membuat gadis itu kini menghadapnya.Mata mereka saling menatap satu sama lain.Tangan Rafka bergerak mengusap pipi kiri Sherin,dan jujur saja diperlakukan seperti itu membuat Sherin nyaman.
"Gue boleh egois nggak sih?." Sherin mengerutkan keningnya tak mengerti ucapan Rafka.
"Maksud lu?." Tak menjawab pertanyaan Sherin,laki-laki itu malah memegang tengkuk Sherin,dan dengan gerakan cepat mencium tepat dibibir gadis itu,membuat Sherin melebarkan kedua matanya tak percaya.
Sherin berontak,ia memukul dada Rafka berkali-kali,namun laki-laki itu tak juga melepaskan ciumannya,hingga membuat Sherin hampir kehabisan napas.
Menyadari hal itu Rafka segera melepaskan ciumannya,yang membuat Sherin segera meraub banyak oksigen.Dengan napas yang masih terengah,Sherin mengayunkan tangannya hingga sebuah suara terdengar begitu nyaring diindra rungunya.
"Sherin/Rafka!!."
.........
__ADS_1
Suasana yang tadinya menyenangkan menjadi suram setelah kejadian beberapa waktu lalu.
"Jadi gitu ceritanya." Ucap Rafka mengakhiri cerita dari kejadian yang membuatnya mendapatkan tamparan di pipinya.
"Udah gila emang." Zidan mengusap wajahnya,sedangkan Satria menghela napas dan menyandarkan tubuhnya disofa.
"Bener-bener lu ya Raf,selama ini lu yang nolak Sherina,tapi kenapa sekarang lu malah maksa dia buat suka lagi sama lu,bahkan lu sampe ngelakuin hal kaya tadi." Ujar Maudy tak terima.Bahkan sahabatnya sampai menangis,setelah kejadian itu.
"Gue bener-bener minta maaf.Gue lepas kendali." Maudy berdecak mendengar Rafka.Sherin yang hanya diam tak ingin menanggapi apapun yang mereka bicarakan.
"Terus sekarang gimana?." Semua diam tak menjawab.Satria yang melihat raut wajah Rafka yang menyesal membuatnya merasa kasihan pada sahabatnya itu.
"Sher,kalo gue boleh kasih saran,lu kasih kesempatan buat Rafka."
"Lu apa-apaan Sat.Lu tau sendiri kan seberapa besarnya penolakan sahabat lu itu waktu Sherin masih suka sama dia,bisa-bisanya lu ngasih saran kaya gitu."
Satria mendengus kesal,kenapa Maudy yang menjawab,padahal urusannya disini dengan Sherin.
"Lu diem deh,nggak usah riweh." Ujar Zidan yang membuat Maudy menggerutu kesal.
"Gue tau apa yang Rafka lakuin emang keterlaluan,dia emang nggak tau diri.Tapi semenjak lu bilang kalo lu mau berhenti buat suka sama dia,ini anak jadi murung terus.Gue nggak tega ngeliatnya."
Didalam diamnya,Sherin masih menyimak pembicaraan mereka.Jujur gadis itu sangat kesal pada Rafka,ia sudah mengambil apa yang ia jaga.Walaupun Sherin penasaran akan hal semacam itu,tapi ia tak ingin melakukannya dengan sembarang orang.
"Gue bukan belain Rafka,tapi gue nggak mau cuma karena masalah kaya gini,Rafka jadi pribadi yang beda.Dan semenjak lu sama ini anak mutusin buat temenan,Rafka perlahan balik kaya dia yang biasanya.Jadi intinya gini,Rafka kalo sama lu,dia jadi diri sendiri.Dia lebih terbuka sama perasaannya."
Apa yang dikatakan Zidan dan Satria memang ada benarnya menurut Sherin.Rafka lebih menunjukkan sifat aslinya jika bersamanya,seperti saat laki-laki itu sakit kemarin.
Selama beberapa menit ia terdiam dengan segala pikirannya,akhirnya Sherin telah memutuskan.
"Oke,gue bakal kasih kesempatan buat Rafka."
...Tbc...
...Guys jujur aku baru pertama kali bikin cerita romance kaya gini,apalagi ada kontak fisiknya kaya gitu.Bener-bener ini yang pertama buat aku....
...Jadi aku nggak tau dichapter ini bakalan ngena apa nggak dikalian....
...Aku harap kalian suka sama ceritanya,dan jangan lupa buat like,vote dan komen ya,biar aku tambah semangat updatenya😁😁...
...Terimakasih...
__ADS_1
...❤❤...