Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 28


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu,dan hari ini adalah hari bahagia bagi Diana karena dirinya berulang tahun.


"Pakai yang mana ya?." Gumam Sherin memilih gaun yang ia punya.


Gadis itu tak pernah menyangka jika Diana akan mengundang teman-teman dari sekolah gemilang,dan dirinya menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang Diana undang.


Saat sedang asik dengan pikirannya,tiba-tiba suara ketukan dipintu kamar membuyarkan fokus Sherin.


"Sherina!." Sherin mengernyit,ia kenal dengan suara ini.Gadis itu berlari kecil untuk membuka pintu kamar.


"Maudy?.Kok lu disini?." Tanya Sherin sembari mempersilahkan sahabatnya itu masuk kedalam kamar.


"Sorry ya gue nggak ngomong dulu sama lu kalo mau kesini." Ucap Maudy merasa tidak enak dengan Sherin yang terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba.


"Santai aja sih,gue malah seneng lu kesini."


"Syukur deh kalau gitu.Oh iya,lu dibilangin sama anak-anak nggak?." Tanya Maudy yang membuat Sherin menggeleng.


"Jadi rencananya kita bakal berangkat bareng nanti malam.Maka dari itu gue datang kesini,sekalian mau numpang make up." Ucap Maudy sembari tertawa.


Sherin tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu,mebuat Sherin teringat dengan Eca.Ia jadi rindu dengan gadis itu.


"Woi,malah ngelamun." Sherin tertawa kecil saat Maudy menyadarkannya.Bagaimana pun kehidupannya telah berbeda.Ia tak bisa kembali ke kehidupan sebelumnya.


"Lu mau jualan?.Baju bejejer diatas kasur begini." Maudy memandangi gaun yang Sherin letakkan sebelumnya.Ada berbagai model dan bermacam-macam warna.


"Gue bingung mau pakai yang mana." Ujar Sherin lesu.Bukan tak suka,tetapi Sherin bingung,karena gaun-gaun itu semua terlihat bagus.


"Ngapain harus bingung,lu kan tinggal pilih mana yang cocok buat lu pakai nanti malam.Banyak pilihan juga lagi.Pokonya pilih yang paling nyaman menurut lu."


Mendengar ucapan Maudy,Sherin pun mengikuti saran dari gadis itu.Ia kembali memilih gaun yang ada diatas kasurnya.Pilihannya jatuh pada gaun berwarna hitam,dengan panjang dibawah lutut.


...


...


"Gue pilih ini." Ucap Sherin begitu yakin.Maudy tersenyum dan mengacungkan kedua ibu jarinya.


Akhirnya kedua gadis itu bersiap untuk pergi ke pesta ulang tahun Diana.Mereka juga sudah menyiapkan kado untuk diberikan kepada gadis itu.

__ADS_1


..........


"Nah selesai." Sherin melihat pantulan dirinya dicermin besar yang ada dihadapannya.


"Makasih ya,lu emang paling jago urusan beginian." Puji Sherin pada Maudy.Gadis itu merasa puas dengan hasil riasan diwajahnya itu.Terlihat natural dan tak terlalu berlebihan.


"Sama-sama.Gue senang bisa bantu lu." Mereka saling berpelukan,merasa bahagia karena bisa saling melengkapi satu sama lain.


Tak lama,suara ketukan pintu kembali terdengar,membuat Sherin dan Maudy menyudahi pelukannya.Sherin beranjak dari depan meja riasnya untuk membukakan pintu.


"Bi Wati?."


"Non Sherin?.Ini beneran non Sherin kan?." Sherin tersenyum geli melihat wanita paruh baya dihadapannya itu.


"Iya bi,ini Sherin." Jawab Sherin yang membuat bi Wati memandang takjub kearahnya.


"Non cantik banget.Bibi sampai pangling lihatnya." Bi Wati memperhatikan anak majikannya iti dari ujung kaki hingga ujung kepala.Ia sangat terpesona dengan penampilang Sherin malam ink yang terlihat sangat berbeda dari biasanya.


"Oh iya,ngomong-ngomong bibi kesini mau ngapain ya?." Tanya Sherin pada bi Wati yang membuat wanita paruh baya itu mengingat tujuannya.


"Dibawah ada den Rafka sama teman-temannya non,katanya mau jemput non Sherin sama non Maudy." Jelas bi Wati yang membuat Sherin manggut-manggut.


"Ya udah kalau gitu suruh tunggu sebentar ya bi,Sherin mau siap-siap dulu."


"Bi Wati kenapa Sher?." Tanya Maudy yang muncul dari bilik kamar mandi.


"Anak-anak udah ada dibawah." Maudy terkejut mendengar apa yang Sherin katakan."Serius?." Sherin hanya mengangguk sebagai jawaban.Maudy yang mendengar itu segera menyambar tas dan kado yang akan ia berikan pada Diana.


"Gue tunggu dibawah." Ucap Maudy dan segera berlalu,meninggalkan Sherin yang menatap aneh dirinya.


Sherin menghembuskan napas panjang lalu mengambil barang-barang yang akan ia bawa ke pesta.


... ......


Saat menuruni tangga,Sherin mendengar teman-temannya yang tengah berbincang.Disana ada Zidan,Satria,Maudy dan tentunya Rafka.


"Sorry udah buat kalian nunggu lama." Ucap Sherin mengalihkan fokus mereka.


"Santai Sher,kita juga belum lama disini kok." Sherin tersenyum lega mendengar ucapan Zidan.Tatapan Sherin beralih pada Rafka yang juga tengah menatapnya.

__ADS_1


"Ya udah,kita berangkat sekarang aja,biar gampang nyari lahan parkirnya." Ucap Satria,membuat yang lainnya mengangguk setuju.


Mereka berjalan menuju mobil yang terparkir dihalaman rumah Sherin.Sebelumnya Sherin sudah berpamitan pada orang-orang dirumah.


"Cantik." Sherin menoleh dengan tatapan terkejut saat suara bisikan itu menyapa tepat diindra rungunya.


"Lu ngagetin aja sih,terus sejak kapan lu dideket gue?." Kesal Sherin pada Rafka yang tiba-tiba berada disisinya.


"Dari tadi gue dideket lu.Lu-nya aja yang nggak nyadar." Jawab Rafka sembari memasukkan kedua tangannya kesaku celana.


Sherin hanya mengedikkan bahunya acuh, dan tetap berjalan mengabaikan tingkah Rafka yang kini sedang merangkul bahunya.


Sesampainya mereka ditempat mobil yang dibawa terparkir,mereka pun segera berangkat menuju tempat pesta dikediaman Diana.Sempat ada perdebatan antara mereka,karena Rafka yang ingin duduk didekat Sherin,membuat Maudy akhirnya memilih untuk mengalah.


... ...


.........


"Gila udah ramai banget."


Sherin dan teman-temannya sudah sampi ditempat pesta.Sudah ada banyak anak-anak yang datang dari sekolah gemilang yang mereka kenal.


Satria selaku pengemudi mobil,memarkirkan kendaraan itu diparkiran khusus roda empat.Setelah mobil terparkir,mereka berlima keluar dan bergabung dengan teman-teman yang lain.


"Nggak ngira gue kalau Diana bakalan ngundang Sherin.Secara kan dulu dia benci banget,bahkan sampai nuduh Sherin bully dia." Itu adalah satu dari sekian banyak kalimat yang anak-anak gemilang ucapkan.


"Nggak usah bahas yang udah lalu,lagi pula Diana kan juga udah minta maaf.Jangan sampai acaranya keganggu gara-gara kalian ngungkit masalalu." Tegas Sherin pada anak-anak dari sekolahnya.


Sherin tau masalalunya bersama Diana membuatnya sedikit kesal karena tuduhan yang Diana pernah layangkan untuknya.Tetapi semua itu sudah ia anggap debu yang tertiup angin.Diana juga sudah meminta maaf atas perbuatannya.


"Sepuluh menit lagi acaranya dimulai,kita siap-siap masuk kedalam." Ujar Rafka yang mengetuai anak-anak gemilang.Mereka pun memasuki tempat acara bersama-sama.


... ...


...Tbc...


...Halo guys,...


...Jangan lupa like,vote dan komen,follow aku juga boleh kok😁😁...

__ADS_1


...Terimakasih...


...❤❤❤...


__ADS_2