
Orang-orang tengah menikmati pesta,termasuk Sherin dan juga teman-temannya.Tadi ia juga sudah bertemu dengan Diana dan menyerahkan kado yang ia bawa untuk gadis itu.
"Makanannya enak-enak banget." Sherin terkekeh melihat Maudy yang berbicara dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Awas nanti keselek." Peringat Sherin yang membuat sahabatnya itu menggeleng.Sherin hanya mengedikkan bahunya dan kembali menikmati alunan lagu yang menjadi penghibur pesta.
"Sherin." Mendengar namanya dipanggil dengan suara kencang,Sherin menoleh kesegala arah mencari siapa yang barusan memanggilnya.
"Refan?." Gumam Sherin saat mendapati kekasih Diana yang berada tak jauh dibelakangnya.Ternyata yang memanggilnya barusan adalah laki-laki itu.
"Makasih udah mau dateng diacara ulang tahun pacar gue."
"Gue yang harusnya makasih sama dia karena udah mau ngundang gue." Sahut Sherin cepat.Jarak mereka cukup dekat,karena suara musik yang terlalu keras membuat keduanya sedikit berteriak jika berbicara.
Sherin merasakan tangannya disentuh oleh seseorang.Ternyata Maudy masih berdiri didekatnya.Bahkan gadis itu lupa memperkenalkan Maudy pada Refan.
"Oh iya Fan kenalin ini Maudy sahabat gue,dan Maudy kenalin ini Refan,pacarnya Diana." Setelah Sherin memperkenalkan keduanya,Maudy dan Refan saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri masing-masing.
"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya,mau nemenin Diana."
"Salam buat Diana." Refan mengangguk dan setelah itu ia pun pergi untuk menemui kekasihnya.
"Romantis banget ya Diana sama Refan.Cowoknya perhatian banget." Sherin mengangguk setuju mendengar Maudy berbicara.
"Pacar gue nanti bakalan gitu juga nggak ya?." Gumam Sherin yang masih bisa didengar Maudy.
"Bahkan bisa lebih dari itu." Sherin terkejut dengan kedatangan Rafka yang tiba-tiba sudah berada disampingnya sembari tangannya yang satu merangkul pinggangnya.
"Tangannya jangan kurang ajar ya!." Tegas Sherin menyingkirkan tangan kekar Rafka dari pinggangnya itu.Ia sedikit tak suka bila ada yang menyentuh pinggangnya,rasanya sangat aneh menurut Sherin.
"Rangkul doang nggak boleh?.Biasanya juga gue peluk." Ucap Rafka yang mendapat pukulan dari Sherin.Laki-laki itu memang sangat frontal jika berbicara.Bahkan ia tak peduli dengan orang-orang disekitarnya,termasuk Maudy yang sudah menatap jengah dirinya.
"Apa liat-liat?." Sinis Rafka pada Maudy yang membuat gadis itu sedikit kesal.
"Karena gue punya mata!." Sahut Maudy kesal.Perdebatan antara Rafka dan sahabatnya itu semakin berlanjut,membuat Sherin menghela napas jengah.
__ADS_1
Tanpa ada niat untuk melerai keduanya,Sherin pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari tempat lain yang sedikit lebih tenang dan tak banyak orang.Dan teras dekat kolam renang menjadi pilihan utamanya.
.........
"Akhirnya bolong juga kuping gue." Sherin duduk digazebo yang ada ditempat itu.Suasananya sedikit lebih tenang dibanding saat didalam.
Sherin melihat pemandangan langit malam yang indah.Beberapa bintang menghiasai langit diatas sana.
"Serius banget ngeliat langitnya." Sherin sedikit tersentak karena suara yang secara tiba-tiba muncul disekitarnya.Saat dilihat,ternyata Refan yang entah sejak kapan sudah mengambil posisi duduk tak jauh dari dirinya berada.
"Ngagetin aja lu,untung gue nggak punya riwayat penyakit jantung." Gerutu Sherin sembari menenangkan jantungnya yang sedikit berdebar karena terkejut.
Refan terkekeh dengan reaksi gadis itu."Sorry gue nggak tau kalau lu bakalan sekaget itu." Sherin mendengus dan kembali mendongakkan kepalanya.Sherin tak sadar jika tatapan Refan belum beralih sedikit pun darinya.
"Sher." Panggil Refan yang hanya dijawab deheman oleh gadis itu.
"Makasih ya udah mau nemenin gue beli kado buat Diana.Ya walaupun gue nggak tau bakal gitu kejadiannya." Ucap Refan.Sherin tersenyum kecil.
"Nggak papa,lagian juga itu cuma salah paham.Gue juga udah jelasin ke Rafka,dan dia percaya." Sahut Sherin yang membuat Refan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Oh iya ngomong-ngomong,udah lu kasih belum hadiahnya sama Diana?."
Refan mengedipkan beberapa kali matanya mendengar pertanyaan Sherin."Belum,mungkin nanti." Jawabnya terkesan santai.
"Kenapa nggak lu kasih sekarang aja?." Tanya Sherin merasa bingung dan aneh dengan laki-laki diseberahnya ini.
"Suka-suka gue lah." Sinis Refan yang membuat Sherin melongo melihat tingkahnya.
Suasana kembali seperti biasa,tidak ada yang berbicara.Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.Sampai pada akhirnya Refan membuka suara.
"Rafka itu pacar lu?." Pertanyaan Refan berhasil mengalihkan perhatian Sherin untuk menatapnya.
"Nggak jelas deh,tiba-tiba nanyain itu." Jawab Sherin.
"Ya kan cuma tanya,tinggal jawab aja apa susahnya." Ucap Refan sedikit kesal.Sherin memandang aneh laki-laki itu.
__ADS_1
"Kan waktu itu gue udah pernah bilang sama lu,oh atau jangan-jangan lu udah pikun diusia dini?." Ucap Sherin yang membuat Refan menggeser duduknya menjadi lebih dekat dengan Sherin.
"Dih,ngapain lu deket-deket,pergi sana." Sherin mendorong tubuh Refan,namun tubuh laki-laki itu tak bergeser sedikit pun darinya.
"Jawab dulu pertanyaan gue,baru gue pergi." Sherin menghentikan apa yang sedang ia lakukan.Seketika suasanabya sedikit canggung bagi gadis itu.Pasalnya,saat Refan mengatakan kalimat barusan,dari nada bicaranya terdengar serius.
"G-gue nggak ada hubungan apa-apa sama Rafka.Kita cuma teman,nggak lebih." Jawab Sherin mengalihkan pandangannya kearah lain.
Sesuai dengan yang Refan katakan tadi,setelah Sherin menjawab pertanyaannya Refan menjauh dari Sherin,namun bukan pergi seperti apa yang ia bilang,melainkan hanya menggeser sedikit duduknya.
"Tapi kalau dilihat-lihat,Rafka nempel terus sama lu.Udah kaya cicak nemplok ditembok." Ucapan Refan membuat Sherin terbahak.Bahkan laki-laki itu juga ikut tertawa karena Sherin.
"Gila,nggak ada istilah lain apa buat gambarin itu anak,cicak?.Yang kerenan dikit lah." Sherin masih saja tertawa.Sedangkan Refan kini tersenyum menatap gadis itu.
"Sher." Sherin mencoba menghentikan tawanya dan menatap Refan disebelahnya.
"Kenapa Fan?." Tanya Sherin sembari mengusap matanya yang berair akibat tertawa.
Saat pandangan mereka bertemu,Sherin dapat melihat Refan yang menatapnya dengan tatapan berbeda.Sherin menunggu Refan bicara,namun laki-laki itu masih bungkam.
"Malah diem sih Fan,manggil-manggil.Lagi ngerjain gue lu?." Tanya Sherin kesal melihat laki-laki disebelahnya yang hanya diam dan malah menatap tajam dirinya.
"Nggak jelas lu,udah ah gue pergi aja." Saat Sherin beranjak dan baru mendapat beberapa langkah,Refan berbicara yang membuat Sherin menegang ditempatnya.
...Tbc...
...Kira-kira Refan bilang apa ya??...
...Jangan lupa like,vote dan komen ya,follow juga boleh kok😄😄...
...Sehat terus ya kalian...
...❤❤...
...❤Terimakasih💜...
__ADS_1