Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 46


__ADS_3

Acara yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba.Segala sesuatu telah mereka persiapkan dengan sangat baik.


Kini Sherin dan teman-temannya yang lain tengah berkumpul didalam kelas,mereka sedang mengatur kembali posisi masing-masing agar tidak kebingungan saat sudah berada dipanggung nanti.


Brak


Mereka yang tadinya fokus pada pembicaraan sedikit terkejut saat pintu kelas yang semula ditutup tiba-tiba terbuka dengan lebar disusul teriakan dari seorang gadis yang baru datang memasuki kelas.


"Yee,anak setan,baru dateng udah bikin ribut aja." Kesal Sherin sembari menoyor pelan kepala Maudy,sedangkan gadis itu hanya meringis mendengar sorakan dari teman-temannya yang lain.


"Tumben baru dateng?,biasanya duluan lu."


"Kesiangan,emak gue nggak bangunin,untung aja gue nggak telat." Ucap Maudy sedikit kesal.Sherin hanya menggelengkan kepalanya.Ia mengambil minuman didalam kardus,lalu diserahkan kepada sahabatnya itu.


"Minum,biar tenggorokan lu nggak kering." Ucap Sherin menyodorkan minuman itu yang langsung diterima dengan senang hati oleh Maudy."Makasih,lu emang paling peka." Sherin hanya memutar bola matanya malas.


"Nanti tampilnya urutan per kelas kan ya?." Tanya salah satu teman kelas Sherin.


"Kayanya sih."


Acara akan dimulai pukul sembilan nanti,masih ada waktu untuk berlatih demi menyempurnakan penampilan mereka.

__ADS_1


"Bawa gitarnya satu aja,disana udah disiapin." Ucap Satria saat memasuki kelas.


"Lu abis dari Aula?." Tanya Sherin yang diangguki oleh laki-laki itu."Masih sepi,baru anak osis yang ada disana." Jawab Satria.


"Posisinya kaya pas latihan aja ya,biar nggak bingung." Semua mengangguk mendengar himbauan dari Satria.Mereka pun kembali berlatih sembari menunggu acara dimulai.


.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan tepat,namun belum ada pemberitahuan jika acara akan dimulai.


"Ini kita diprank apa gimana,udah jam sembilan tapi belum ada tanda-tanda acara bakalan dimulai."


Tak lama,seorang dengan seragam khusus OSIS datang dan memberitahukan kepada mereka jika acara akan segera dimulai,dan mereka diminta untuk berkumpul keaula sebagai tempat utama acara.


"Bawa santai aja,jangan gugup." Ucap Sherin menenangkan sahabatnya itu.Ta dapat dipungkiri,sebenarnya Sherin juga merasa gugup saat ini,tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk tetap tenang.


Akhirnya mereka semua berbondong-bondong menuju aula sekolah ,dengan bawaan masing-masing yang akan digunakan saat penampilan nanti.


.


Sesampainya mereka diaula,anak-anak OSIS menghimbau agar mereka duduk sesuai dengan kelasnya masing-masing.

__ADS_1


"Sini Sher." Maudy menarik pelan Sherin untuk duduk dibarisan kedua yang letaknya tak terlalu jauh dari panggung.


Sherin menoleh kekanan dan kekiri,hingga pandangannya berhenti pada seseorang yang duduk ppaling depan bersama kepala sekolah dan guru-guru yang lainnya.


"Papa?." Gumam Sherin tak percaya jika pria paruh baya itu juga turut hadir diacara ini.


"Kenapa lu?." Tanya Maudy saat melihat Sherin yang melongo sembari menatap kesatu arah.


"Papa gue kok ada disini sih?." Maudy mengikuti arah pandang Sherin,lalu sedetik kemudian.


"Lu ini bodoh apa tol*l,ya jelas lah papa lu ada disini,secara dia kan salah satu tamu penting disekolah Gemilang."


Sherin menatap Maudy sejenak,tak lama gadis itu menepuk perlahan dahinya,ia baru ingat.


Maudy hanya menggeleng melihat Sherin yang telah menyadarinya.Mereka pun kembali fokus pada acara.


...Tbc...


...Maaf guys,kata-katanya acak adul😅...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


...Terimakasih...


...❤❤❤❤❤...


__ADS_2