Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 22


__ADS_3

Kini Sherin sudah kembali kerumahnya.Setelah sampai beberapa waktu lalu,Sherin beristirahat sejenak dan memutuskan untuk membersihkan diri.Namun ia harus dibuat kelimpungan saat tau jika ia kedatangan tamu tak diundang.


"Untung aja gue masih punya sisa pembal*t,kalau nggak bisa gawat." Sherin keluar dari kamar mandi,kemudian membuka lemari baju dan mencari pakaian yang akan ia kenakan.


Hoodie berwarna abu serta celana training dengan list putih menjadi pilihan untuk ia kenakan.Gadis itu berniat pergi ke minimarket untuk membeli pembal*ut.


"Eh non Sherin udah rapi lagi aja,mau kemana?." Tanya bi Wati yang tak sengaja melihat anak majikannya itu menuruni tangga.


"Mau kedepan bi.Biasa beli roti putih." Jawab Sherin yang langsung dimengerti oleh bi Wati.


"Minta anterin pak bambang aja non biar cepet,non Sherin juga nggak bakalan capek.Dari sini ke minimarket lumayan loh non."


"Nggak papa bi,Sherin juga mau pakai motor.Udah lama nggak naik itu,mumpung papa sama mama nggak ada dirumah."


Ferdy dan Zea memang melarang Sherin untuk mengendarai kendaraan itu.Padahal Sherina yang ia tuliskan didalam novel,ia gambarkan bisa mengendarai motor sama seperti dirinya didunia nyata.


"Jangan non,nanti kalo nyonya sama tuan tau mereka bisa marah." Panik bi Wati yang membuat Sherin tertawa kecil.


"Nggak bakalan,lagi pula Sherin cepet kok.Cuma beli itu doang,paling juga sama jajanan,terus pulang deh." Bi Wati menghela napas pasrah,majikan mudanya ini memang keras kepala,jadi seberapa besar usahanya untuk melarang tetap akan sia-sia.


"Ya udah sebahagia non Sherin aja." Sherin tertawa mendengar kepasrahan asisten rumah tangganya itu.Setelah perdebatan kecil yang terjadi,akhirnya Sherin memutuskan untuk segera pergi sebelum Zea dan Ferdy datang.


...Skip...


Sherin mengendarai motor matic hitamnya dengan tenang,jalanan tidak begitu ramai jadi ia bisa sembari menikmati suasana sore hari dengan damai.


"Sampai juga." Gumam Sherin sembari memarkirkan motornya diteras minimarket.


Sherin memasuki tempat itu dan segera mencari benda yang ia butuhkan.Suasana minimarket cukup sepi,hanya ada satu dua orang yang juga berbelanja disana.


"Ini dia." Ujar Sherin setelah menemukan apa yang ia cari sedari tadi.Gadis itu segera mengambil pembal*t yang biasa ia pakai.


Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan,Sherin berniat untuk membawanya kekasir untuk dibayar.Namun saat hendak berbalik,ia tak sengaja menabrak seseorang.

__ADS_1


"Maaf maaf,saya nggak sengaja." Sherin membungkukkan tubuhnya beberapa kali.


"Sherin." Sherin yang masih membungkukkan tubuhnya mengernyit heran.Dan saat ia mendongak,gadis itu terkejut saat mendapati seseorang yang baru dikenalnya beberapa hari lalu tengah berdiri dihadapannya.


"Lo..Refan?." Ujar Sherin ragu sembari menunjuk laki-laki itu.


"Iya gue Refan."


"Ya ampun,sorry Fan gue nggak sengaja nabrak lu." Sherin semakin merasa tidak enak,ia juga sempat tak mengenali laki-laki dihadapannya ini.


"Nggak papa,santai aja." Ujar Refan sembari melepas tudung hoodie dari kepalanya.


"Lu kok bisa disini?.Lu tinggal didaerah sini juga?." Pertanyaan Sherin langsung mendapa gelengan dari Refan.


"Gue nggak sengaja mampir.Abis main dari rumah teman." Jawab Refan yang membuat Sherin melebarkan mulutnya.


Akhirnya kedua remaja itu pergi kekasir bersama sembari berbincang layaknya teman lama.


"Mas sama mbaknya serasi banget,saya jadi iri." Ucap penjaga kasir yang melayani Sherin dan Refan.Sepertinya kakak kasir ini salah paham.


"Loh masing-masing ya bayarnya,saya kira mau dibayarin sama pacarnya." Ucapnya yang membuat Sherin terkejut.Berbeda dengan Refan yang hanya tersenyum.


"Dia bukan pacar saya mbak,tapi teman pacar saya." Jelas Refan membuat kasir wanita itu mengangguk paham.


Akhirnya yang membayar belanjaan mereka adalah Refan,karena kasir itu menerima uangnya lebih dulu.Dan saat Sherin akan membayar,Refan mencegahnya.


"Nih gue ganti." Mereka berdua sudah ada diluar halaman minimarket.Sherin hendak mengganti uang Refan yang laki-laki itu gunakan untuk membayar belanjaannya juga.


"Tabung aja,gue mau lu ganti sama yang lain." Sherin bingung dengan apa yang Refan katakan.


"Ganti sama yang lain?.Maksudnya?."


"Jadi gini,beberapa hari lagi Diana ulang tahun.Rencananya gue mau ngasih kado kedia.Tapi karena ini pertama kali bagi gue ngasih kado buat cewek,jadi gue nggak tau apa yang dia suka." Sherin diam mendengarkan Refan,membuat laki-laki itu terkekeh lalu menyentil dahi gadis itu.

__ADS_1


"Serius amat dengerinnya,biasa aja kali." Sherin berdecak dan tetap diam menunggu Refan kembali bicara.


"Gue butuh bantuan lu." Ujar Refan yang juga menjadi akhir pembicaraannya.


"Aduh,sebelumnya gue mau minta maaf dulu nih sama lu.Gue emang pernah satu sekolah sama Diana.Cuma gue nggak sedeket itu sama dia.Jadi gue nggak tau nih,dia sukanya apa." Jelas Sherin sembari meletakkan belanjaannya kedalam jok motor.


"Iya gue tau,Diana juga cerita soal itu ke gue.Gue cuma butuh pendapat lu aja soal kado yang cocok buat dia.Secara kan kalian sama-sama perempuan.Pasti taulah apa yang disuka." Ucap Refan.


sherin nampak berpikir."Kalo gue liat sih,Diana ini orangnya simple dan gak aneh-aneh.Penampilannya juga sederhana." Ungkap Sherin yang membuat laki-laki dihadapannya itu mengangguk setuju.


"Selama pacaran lu ada liat dia pakai perhiasan gitu nggak?." Refan nampak berpikir dari pertanyaan yang Sherin berikan.


"Iya,gue liat dia selalu pakai kalung."


"Setiap harinya ganti-ganti nggak?." Pertanyaan Sherin membuat Refan berpikir lagi-lagi.


"Hmmm,gue nggak terlalu merhatiin itu sih,yang pasti dia selalu pakai kalung." Jawab Refan yang membuat Sherin sudah bisa memastikan.


"Kayanya Diana suka kalung deh.Lu kasih kado itu aja buat dia." Ucap Sherin yang membuat Refan mengangguk setuju.Apa yang Sherin katakan ada benarnya juga.


"Tapi gue masih butuh bantuan lu,buat milih kalung itu.Jadi,lu bisa nggak besok temenin gue nyari itu kalung?."


"Lah kan lu bisa sama Diana nyarinya." Jawaban Sherin membuat Refan menepuk dahinya.


"Sher,kan niat gue mau ngasih kejutan buat Diana.Kalo Diana tau gue beliin kalung buat dia,itu bukan kejutan lagi namanya." Ujar Refan yang membuat Sherin tersadar.Benar juga.


"Ya udah kalo gitu." Refan berbinar mendengar ucapan Sherin.


"Serius?.Makasih banget Sher udah mau bantuin gue.Ya udah kalo gitu,besok gue jemput lu kesekolahan,terus abis itu kita nyari barangnya." Sherin mengangguk sembari tertawa melihat keantusiasan Refan mencari kado ulang tahun untuk Diana.Bisa Sherin pastikan,Refan ini adalah laki-laki yang setia.


"Ya udah kalo gitu gue duluan ya." Sherin menaiki motornya lalu kemudian menyalakan mesinnya.Namun saat hendak melaju,Refan segera menghentikannya.


"Gue minta kontak lu,biar gampang hubunginnya." Refan menyerahkan ponselnya pada Sherin.

__ADS_1


Gadis itu pun menerimanya dan mulai mengetikkan nomor ponselnya kedalam ponsel laki-laki itu.Setelah selesai ia menyerahkan kembali benda pipih itu kepada pemiliknya.Sesudahnya,mereka pun berpisah dan pulang kerumah masing-masing.


...Tbc...


__ADS_2