
Sudah lebih dari seminggu Sherin melakukan kegiatan sekolah dari rumah.Meskipun pihak sekolah memaklumi,tetap saja ia tak enak hati dengan teman-temannya yang lain.
"Hah." Sherin menghela napas panjang.Ditutupnya buku catatan yang beberapa menit lalu ia gunakan untuk mencatat materi yang guru sampaikan.
"Sherina." Gadis itu menoleh saat ketukan bersamaan dengan suara ayahnya terdengar dari balik pintu kamar yang tertutup.
Sherin beranjak dari kursi yang didudukinya untuk membukakan pintu pria paruh baya itu
"Papa." Ucap Sherin setelah melihat ayahnya yang tengah berdiri dengan paperbag berwarna coklat ditangannya.
"Papa bawain makanan buat kamu." Sherin menerima benda itu dengan perasaan senang,membuat Ferdy tertawa gemas melihat kelakuan putrinya yang seperti bocah kecil saat mendapat hadiah.
"Makasih pa,papa baik deh." Ujar Sherin dan melihat isi dari kantong itu.
"Sama-sama,jangan lupa dihabisin ya." Ferdy mengusap kepala Sherin yang tengah mengangguk."Ya udah,kalo gitu papa pergi dulu."
"Pa tunggu dulu." Ferdy yang hendak berbalik pun mengurungkan niatnya.Ditatapnya Sherin dengan pandangan penuh tanya.
"Kenapa Sher?." Sherin nampak ragu,namun ia harus tetap mengutarakan keinginannya.
"Sherin mau sekolah normal lagi pa." Ditatapnya pria paruh baya yang berdiri tak jauh dari dirinya,ada perasaan takut jika keinginannya untuk kembali sekolah ditolak oleh ayahnya itu.
__ADS_1
Sempat hening sejenak,sebelum akhirnya Ferdy menghela napas,"Oke,mulai hari senin,kamu boleh sekolah normal lagi."
Mendengar jawaban dari ayahnya membuat Sherin berbinar seketika.Gadis itu langsung memeluk pria paruh baya itu yang dibalas oleh Ferdy dengan satu tangan yang mengusap surai pendeknya.
"Makasih pa,makasih." Sherin benar-benar bahagia.Akhirnya keinginannya selama ini bisa terwujud.Ia bisa kembali sekolah dan bertemu teman-temannya.
"Tapi kamu harus tetap hati-hati.Jangan sampai kejadian malam itu terjadi lagi." Ucap Ferdy yang membuat Sherin mengangguk tegas.Mereka pun kembali berpelukan sebelum akhirnya Ferdy pergi karena ada sesuatu yang harus dikerjakan.
Sherin kembali sendirian dikamarnya.Tadinya gadis itu ingin memberitahu kabar gembira ini pada Maudy,tapi ia urungkan.
Sherin membuka bungkusan berisi makanan kesukaannya,tanpa basa-basi lagi,Sherin langsung menyantap makanan itu hingga tak tersisa.
.........
"Nggak sabar besok." Gumam Sherin sembari mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
Setelah beberapa menit,ia pun menghentikan kegiatannya dan pergi menuju dapur untuk mengambil cemilan yang ia pesan saat bi Wati pergi ke minimarket.
Sesampainya didapur,Sherin melihat bi Wati yang tengah sibuk menyiapkan untuk makan malam.
"Masak apa bi?." Entah bi Wati yang terlalu fokus pada apa yang ia lakukan atau Sherin yang bersuara tiba-tiba,hal itu membuat wanita paruh baya ini terkejut bukan main.
__ADS_1
"Aduh non,hampir aja jantung bibi lepas." Ucap bi Wati sembari mengusap-usap bagian dadanya.Sherin benar-benar tidak tau jika asisten rumah tangganya itu akan seterkejut ini.
"M-maaf bi,Sherin nggak sengaja." Sherin merasa sangat bersalah kepada bi Wati,namun wanita yang ada disamping kanannya itu mengusap beberapa kali lengan Sherin.
"Nggak papa non,tadi bibi terlalu fokus sama kerjaan,jadi nggak engeh kalo non Sherin dateng." Ucap bi Wati yang membuat Sherin tersenyum lega.
"Non Sherin ada apa kemari?.Udah laper ya?.Mau bibi siapin?." Berbagai pertanyaan dari wanita itu membuat Sherin bingung harus menjawab.
"Sherin mau ngambil cemilan yang Sherin titipin ke bibi." Ujar Sherin dengan wajah serta nada bicara polosnya.
"Oalah,bentar dulu ya.Bibi ambilin." Sherin hanya mengangguk dan membiarkan bi Wati mengambilkan cemilan itu.
"Nah,ini non cemilannya." Bi Wati menyerahkan sebungkus snack dan minuman kesukaannya.Sherin menerima kedua benda itu dengan senang.
"Makasih ya bi."
"Sama-sama non." Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan,Sherin pun menuju ruang keluarga untuk menonton tv disana,meskipun dikamarnya telah disediakan,tapi tv yang ada disana ia gunakan untuk menonton drama atau pun video musik kesukaannya.
Sherin sesekali tertawa melihat tingkah lucu yang diperlihatkan pada acara kartun yang ditontonnya.Dengan mulut yang terus mengunyah,Sherin bahkan sampai tidak mengetahui jika sedari apa yang dilakukannya tadi dilihat oleh seseorang yang datang diam-diam kerumahnya.
...Tbc...
__ADS_1
...Kira-kira siapa ya ??...
...Refan atau Rafka?...