Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 34


__ADS_3

Sherin saat ini tengah berada dikamar yang ia tempati sebelumnya.Setelah sarapan bersama Refan dan pelayan yang lain,gadis itu pamit untuk beristirahat dikamar.


"Kangen mama sama papa." Gumam Sherin.Sudah dua hari ia tak bertemu dengan kedua orangtuanya itu.Bahkan ia juga rindu dengan teman-temannya,termasuk Rafka.


"Hih,kenapa juga gue kangen sama itu bocah." Gerutu Sherin mengenyahkan perasaan rindu kepada laki-laki setengah waras itu.


"Gue harus bisa keluar dari sini,tapi gimana caranya." Sherin nampak berpikir sejenak.Ia tengah memikirkan cara bagaimana agar ia bisa bebas dari tempat ini.


Setelah beberapa lama berpikir,Sherin menarik napas panjang sembari menjentikkan jarinya,"Gue tau!!." Sherin segera meninggalkan kamar itu dan pergi untuk menemui seseorang.


"Bi Tuti!!." Panggil Sherin setelah melihat seseorsng yang ia cari hendak meninggalkan dapur.


"Ya ampun non Sherin pelan-pelan." Pekik bi Tuti saat ia menoleh dan mendapati Sherin berlari sembari menuruni tangga


Sherin mendekat kearah Bi Tuti sembari mengatur napasnya."Un-untung aja bi-bi Tuti belum pergi." Mendengar ucapan Sherin,bi Tuti dibuat bingung.


"Ada apa sih non?." Tanya wanita paruh baya itu penasaran.Sherin yang mulai tenang pun menarik napas panjang.


"Bi saya mau tanya boleh?."


"Ya boleh atuh non,mau nanya apa?." Ujar Bi Tuti begitu antusias.


"Rumah ini alamatnya dimana bi?." Raut wajah Bi Tuti seketika berubah.Ia memandang Sherin dengan serius.


"Buat apa non?." Pertanyaan dari bi Tuti membuat jantung Sherin berdebar tiba-tiba.


"Y-ya nggak papa bi,nanya aja.Siapa tau kan kalau saya mau main kerumah ini lagi,saya udah tau alamatnya.'' Jawab Sherin asal.Ia tak mungkin memberitahu alasan yang sebenarnya pada kepala pelayan itu.

__ADS_1


Tanpa menaruh rasa curiga Bi Tuti memberitahu alamat rumah itu.Sheri dengan serius mengingat alamat yang wanita itu sebutkan,agar misinya berhasil.


"Oalah,ya udah bi,makasih ya infonya."


"Sama-sama non.Ya udah bibi mau kedepan dulu ya." Sherin mengangguk dan bi Tuti pun berjalan meninggalkannya


Tanpa pikir panjang,Sherin melangkah kembali meninggalkan tempat itu untuk mencari tuan muda pemilik rumah ini.


"Semoga rencana gue berhasil."


.........


Sherin sampai didepan pintu kamar yang ia datangi beberapa waktu lalu.Tak seperti kamar yang ia tempati,didepan kamar ini tidak ada satu pun penjaga,meskipun begitu jarak antara kamar yang ia tempati dengan kamar Refan tidak terlalu jauh.Jadi jika ada sesuatu,pasti para penjaga itu bisa mendegarnya.


Sherin mulai mengetuk pintu kamar.Setelah mendengar jawaban dari dalam,Sherin pun membuka pintu dan masuk kedalam.Dilihatnya Refan yang tengah bermain gitar menatapnya sembari tersenyum.


"Lu bisa main gitar,keren banget." Ucap Sherin dengan tatapan kagumnya.Refan tertawa kecil karena pujian dari gadis itu.


"Gini Fan,gue kan udah hampir dua hari nggak ketemu sama bokap nyokap gue.Gue kangen banget sama mereka.Kalo boleh gue pinjem hp lu dong buat telepon." Ujar Sherin.


Gadis itu baru ingat jika ia meninggalkan ponselnya didalam mobil yang waktu itu dipakai untuk pergi ke pesta.Dan itu berarti,tuduhan jika Refan yang menyita ponsel miliknya tidak benar.


"Lu bisa pakai telepon rumah." Sherin mematung saat Refan mengatakan hal itu.Jika seperti ini,rencananya bisa gagal.


"E-eh,nggak bisa Fan.Jam segini mama sama papa gue nggak ada dirumah,mereka biasa keluar." Sherin terpaksa berbohong pada Refan.Jika ia tidak beralasan seperti itu,pasti Refan tidak akan meminjamkan ponsel untuknya.


"Hah,oke.Itu hp gue diatas nakas." Tunjuk Refan pada benda pipih berwwarna hitam yang tergeletak.

__ADS_1


"Makasih Fan." Ujar Sherin berusaha santai agar laki-laki itu tidak curiga.


Tak ingin terburu-buru Sherin mengambil benda yang ia butuhkan itu.Sherin mulai menekan tombol power disisinya.Sekilas Sherin melirik kearah Refan yang asik memainkan gitar,ia bingung mengapa Refan tak memberi password pada ponselnya.Tapi itu menjadi keberuntungan untuk Sherin.


"Fan gue izin buka hp lu ya." Refan menoleh dan mengangguk,tak lupa senyum menawan ia tunjukkan pada gadis itu.


Sherin membuka aplikasi WhatsApp dan mulai mencari kontak miliknya,namun saat tengah mencari,ia terkejut saat melihat jika kontak miliknya diblokir oleh laki-laki itu.Tak ingin berpikir terlalu lama,Sherin pun segera membuka blokiran,ia menekan icon chatting dan mulai mengetikkan pesan.Sherin melihat riwayat terakhir dilihat pada kontaknya,ternyata whatsappnya sempat online beberapa menit yang lalu.Ini kesempatan untuknya.


Refan yang terlalu fokus pada benda dipangkuannya membuat Sherin leluasa menggunakan ponsel miliknya itu.


Sherin mulai mengetikkan sesuatu disana.Sesekali ia melirik kearah Refan yang masih fokus pada gitar miliknya.


-


Setelah mengirim pesan itu,Sherin buru-buru menghapus pesan yang ia kirimkan,gadis itu menunggu beberapa menit sebelum kembali memblokir kontak miliknya.


"Semoga ada yang baca pesan gue." Batin Sherin.


"Yah mereka nggak bisa dihubungin." Sherin berpura-pura mengeluh,membuat Refan menoleh kearahnya.


"Mungkin mereka sibuk,sabar aja,nanti dicoba lagi." Sherin mengangguk lesu,dan tentu saja itu adalah bagian dari sandiwaranya.


"Ya udah deh,makasih ya udah minjemin gue." Refan mengangguk lalu meminta Sherin untuk duduk disampingnya.Gadis itu menurut,ia pun mengambil posisi duduk didekat Refan.


"Gue udah putus sama Diana."


"APAAA!!!."

__ADS_1


... ...


...Tbc...


__ADS_2