Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)

Became Antagonist ? (Tidak Dilanjutkan)
Chapter 26


__ADS_3

Rafka menghentikan motornya tepat digarasi rumahnya.Sherin yang tak menyangka akan dibawa ke rumah laki-laki itu hanya bisa menghela napas pasrah.Bagaimana pun juga ini semua salahnya,yang membuatnya harus berakhir berada ditempat itu.


"Nggak ada tempat lain apa Raf,kenapa harus rumah lu?." Sherin berjalan mengikuti langkah Rafka yang berada didepannya.Laki-laki itu tak menyahut.


Sesampainya didalam rumah,Sherin yang biasanya akan disambut oleh bi Sari setiap kali datang berkunjung,tapi kini wanita itu sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.


"Bi Sari kemana Raf?." Tanya Sherin  membuat Rafka yang tadinya membelakangi dirinya,kini menghadap Sherin sepenuhnya.


"Dia pulang kampung." Jawab Rafka dengan nada datar,bahkan raut wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun.


"Raf soal yang tadi lu benar-benar salah paham." Rafka hanya mengacuhkannya.Laki-laki itu memilih untuk duduk disofa,melepas hoodie hitam yang dikenakannya dan menyisakan seragam yang sama seperti Sherin gunakan.


"Sebelum lu jelasin soal yang lu bilang salah paham tadi,buatin makanan buat gue dulu." Sherin menatap Rafka tak percaya,berarti alasan Rafka membawanya kerumah laki-laki itu,untuk menggantikan sementara bi Sari.


"Oke." Gadis itu menghela napas panjang lalu meletakkan tasnya disofa.Sherin beranjak menuju dapur dan segera memasak makanan untuk Rafka.


.........


Saat Sherin tengah serius dengan masakannya.Ia dikejutkan dengan sebuah tangan yang melingkar dipinggang rampingnya serta bahu sebelah kirinya yang terasa berat.


"Apa sih jangan ganggu deh." Gerutu Sherin yang terus menerus mengedikkan bahunya guna menyingkirkan kepala Rafka yang bertengger disana.


"Masih lama?." Suara berat Rafka memenuhi gendang telinganya,apalagi posisi mereka yang sangat dekat.


"Sebentar lagi,makanya jangan ganggu.Duduk tenang disana,nanti gue siapin." Ucap Sherin yang masih tetap fokus oada masakan dihadapannya.

__ADS_1


"Cium dulu." Ucap Rafka sembari memiringkan kepalanya menghadap Sherin.


"Nih cium." Tunjuknya pada wajan yag berada diatas kompor menyala.


"Yang ada melepuh bibir gue." Gerutu Rafka.Laki-laki itu tetap tak beranjak dari posisinya.Ia memperhatikan Sherin yang tengah fokus mencicipi masakan yang ia buat.


"Coba rasain." Sherin menyodorkan sendok berisi masakannya kepada Rafka.


Namun bukannya mencicipi makanan yang ada disendok itu.Rafka malah mengecup bibir Sherin cepat,lalu sedetik kemudian ia menyecap seperti sedang mencicipi sesuatu.


"Enak." Mata Sherin membola tak percaya,ia memalingkan wajahnya yang mendadak panas.


Rafka tertawa dan semakin mengeratkan pelukannya.Membuat Sherin memberontak masih dengan menahan malu.


..........


"Hmm tadi gue nggak sempet makan,cuma minum doang." Jawab Rafka sedikit tak jelas karena makanan yang masih ada didalam mulutnya.


Sherin hanya menggeleng pelan dan memilih untuk bermain ponselnya.Ia tak ikut makan sebab ia tak lapar.Rafka juga sempat memaksanya agar mau sepiring berdua.Namun gadis itu selalu menolak dan malah mengancam akan pergi dari rumahnya.


"Raf orang tua lu belum balik?."


"Udah." Sherin mengernyit mendengar jawaban Rafka.Jika orangtua laki-laki itu sudah pulang,otomatis mereka akan berada dirumah.


"Mereka udah pergi lagi kemarin.Biasa urusan kerjaan." Pantas saja Sherin tak melihat keberadaan orangtua laki-laki itu.

__ADS_1


Sherin jadi merasa kasihan pada Rafka,setiap pulang sekolah tak ada yang menyambutnya kecuali bi Sari,karena orangtuanya harus bekerja dan baru akan kembali kerumah saat malam hari.Dan sekarang ia harus merasa lebih kesepian karena bi Sari,orang satu-satunnya yang selalu berada dirumah sedang cuti.


"Sher." Panggilan Rafka membuat Sherin tersadar dari lamunannya.Netranya melihat kearah piring dihadapan Rafka yang sudah kosong entah sejak kapan.


Sherin mengambil piring kotor itu untuk segera dicucinya,mengabaikan Rafka yang sudah melarang dirinya untuk melakukan hal itu.


"Sher ke kamar gue yuk." Ucapan Rafka membuat bulu kuduk Sherin berdiri.Dia bukan lagi gadis polos,dikehidupan sebelumnya saja ia sudah berusia 21 tahun.


"Gila,nggak mau gue." Rafka berdecak lalu mendekat kearah Sherin untuk menyentil dahi gadis itu.


"Jangan mikir yang macem-macem.Gue cuma mau ngajak lu istirahat,kan enak disana bisa sambil tiduran sembari nunggu gue mandi terus nganterin lu pulang." Sherin bernapas lega.Ia sebenarnya tau jika Rafka bukanlah laki-laki yang seperti itu.Ia hanya waspada.


"Yuk." Rafka menggandeng tangan Sherin untuk pergi menuju kamarnya yang berada dilantai atas.


Pintu kamar terbuka menampilkan pemandangan yang sudah tak asing lagi dimata Sherin.Kamar itu selalu rapi meskipun yang menempati adalah laki-laki.Rafka termasuk orang yang suka dengan kerapian dan kebersihan.


"Terserah lu mau ngapain aja,gue mau mandi dulu." Sherin mengangguk,Rafka pun berlalu meninggalkan gadis itu untuk membersihkan diri.


Sherin memilih untuk berbaring diatas ranjang milik Rafka selagi laki-laki itu tidak ada disana.Sudah lama ia tak pergi ketempat ramai seperti tadi,membuat tubuhnya merasa cukup lelah.


Sherin menghela napas panjangnya,sebenarnya gadis itu merasa mengantuk.Tetapi ia harus menahannya karena ini bukan kamar miliknya.


Namun rasa kantuk yang melandanya tak bisa diajak kerja sama,dan akhirnya Sherin terlelap tanpa tau jika seseorang pemilik kamar itu telah selesai dengan urusannya.


...Tbc...

__ADS_1


...Jujur cerita ini makin nggak jelas arahannya...


...Tapi semoga kalian suka ya❤...


__ADS_2