Belenggu Kakak Ipar

Belenggu Kakak Ipar
Semakin Memanas.


__ADS_3

Bara mendengus kesal, ia terpaksa harus menghentikan aktivitasnya yang sudah di ujung tanduk, padahal tinggal sedikit lagi ia akan menanam benih yang kesekian kalinya pada rahim adik iparnya itu.


"Cepat rapikan pakaianmu!" Titah Bara yang tampak sibuk merapikan kemeja dan dasinya. Lalu ia pun keluar dari kamar tamu dan setelah itu diikuti oleh Kyara di belakangnya.


Kyara merasa sangat lega dengan kedatangan seseorang di luar sana, karena orang itu telah menyelamatkan dirinya dari keganasan Bara kali ini.


"Lebih baik kau saja yang membuka pintunya, bagaimana jika itu Rania? Kau tidak mau bukan jika Rania melihat kita berdua membuka pintunya," ujar Bara dan ditanggapi anggukkan kepala oleh Kyara, tanpa menatap wajah pria brengsek yang ada di hadapannya saat ini.


Lalu Bara pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar, sedangkan Kyara segera saja membukakan pintu tersebut. Memang tadi Bara sengaja mengunci pintunya sehingga meskipun itu Rania yang pulang, ia tidak akan bisa membuka pintu karena tidak membawa kunci cadangannya.


"Kak Saga? Kenapa kau ada di sini?" Kyara berseru kaget saat melihat wajah Saga telah di depan pintu rumah. Ia sama sekali tidak menyangka jika Saga akan kembali datang mengunjungi kediaman Bara, bagaimana jika pria setengah iblis itu melihatnya? Sudah pasti pria itu akan semakin murka padanya.


"Maaf jika aku mengganggumu. Aku hanya ingin mengantar tas-mu yang tadi tertinggal di dalam mobilku," ucap Saga seraya menyerahkan tas tersebut dan langsung disambut oleh Kyara.


Karena tadi terlalu gugup saat bersama dengan Saga dan sesampainya di rumah ia langsung disambut oleh kegilaan Bara, tentunya membuat Kyara pun melupakan segalanya, termasuk tasnya itu.


"Terimakasih ya kak sudah mengantarkan tas-ku. Aku benar-benar lupa, saat masuk ke rumah tadi aku langsung masuk ke kamar dan beristirahat. Jadi aku tidak mengingatnya," ucap Kyara beralasan.


"Oh begitu, pantas saja aku melihat wajahmu tampak lesu. Ya sudah aku akan segera pulang dan kau bisa melanjutkan istirahatmu," ucap Saga yang di saat itu pun langsung membalikkan tubuhnya hendak pergi meninggalkan Kyara.


Bertepatan di saat itu, Saga bertemu dengan Rania yang baru saja hendak masuk ke dalam pagar rumahnya.


"Siapa kau dan kenapa kau bisa ada di sini?" Rania menatap penuh tanya.


"Oh, aku Saga temannya Kyara. Aku baru saja mengantarkan barang milik Kyara yang tadi tertinggal di dalam mobilku. Kau siapa?" Tanya Saga pula.

__ADS_1


"Saga? Bukankah nama itu adalah nama pria yang dikagumi oleh Kyara? Oh jadi dia orangnya, pantas saja bisa membuat Kyara jatuh hati padanya," batin Kyara.


"Oh iya, kenapa kau langsung pulang, kenapa tidak mampir dulu? Aku Rania, kakaknya Kyara," ucap Rania yang menjulurkan tangannya hingga keduanya berjabat tangan.


"Kak Nia, Kakak dari mana?" Tanya Kyara yang menghampiri Kakak dan temannya itu.


"Aku baru saja pulang membeli daging. Bara tiba-tiba saja pulang dan katanya ingin makan steak, dia sangat menyukai masakanku Kya, jadi aku akan memasak untuknya. Kau sudah pulang? Apa kau melihat Bara?" Jelas Rania dan bertanya.


"Tidak Kak, aku juga baru saja pulang," jawab Kyara terpaksa berbohong.


"Oh mungkin dia ada di kamar. Saga, bagaimana jika kau masuk dulu. Kebetulan aku tadi belanja banyak, biar aku masak nanti kita makan bersama. Bagaimana?" Tawar Rania yang begitu antusias.


"Terimakasih Kak Rania, lebih baik aku pulang saja. Biar Kyara bisa langsung beristirahat," tolak Saga yang merasa tidak enak, padahal ia sangat mau agar bisa melihat wajah Kyara, wanita yang tiba-tiba saja membuat hatinya begitu tenang dan nyaman saat menatapnya. Meskipun Saga belum bisa memastikan perasaan apa ini.


"Tidak apa-apa, Kya juga tidak capek Kok. Iya 'kan Kya? Kamu mau 'kan jika Saga tetap berada di sini untuk makan dulu bersama kita?" Tanya Rania yang menyenggol adiknya itu, memberi gestur untuk menyetujui ucapannya.


"Ya sudah, kalau begitu aku mau," jawab Saga yang sangat senang. Karena pada akhirnya ia bisa melihat wajah Kyara kembali, apalagi ia juga disambut baik oleh Kakak dari wanita tersebut.


******


"Siapa dia? Siapa yang memberikannya izin masuk ke rumahku tanpa izin dariku dulu?" Tanya Bara yang menghampiri Rania saat sedang sibuk memasak di dapur, sedangkan ia melihat Saga yang di saat itu berada di ruang depan dan ditemani oleh Kyara.


"Aku yang memintanya untuk masuk, hanya sebagai ucapan terima kasih saja. Dia Saga, seniornya Kyara di kampus. Tadi dia yang mengantar Kya pulang dan dia datang kembali untuk mengantar tas Kya yang tertinggal di dalam mobilnya. Kebetulan tadi saat aku baru saja pulang, aku bertemu dengannya di depan, jadi aku menawarkannya masuk untuk makan bersama kita," kata Rania yang membuat Bara sangat murka mendengarnya, ia juga dapat melihat jika Rania begitu menyukai Saga dan sengaja ingin mendekatkan pria tersebut dengan wanita pujaan hatinya.


"Sepertinya kau sengaja mendukung hubungan mereka?" Tanya Bara to the point.

__ADS_1


"Kau memang sangat pintar menilai Bara. Tentu saja aku sangat mendukung hubungan mereka, karena aku tahu Kyara menyukai Saga. Bukankah hidup dengan orang yang kita cintai akan sangat menyenangkan? Dia juga terlihat sangat baik, meskipun aku baru pertama kali melihatnya, tapi aku yakin jika Saga juga menyukai Kyara dan nantinya dia pasti akan bisa menjaga adikku dengan baik," kata Rania tersenyum tulus saat mengungkapkan apa yang ia rasakan, padahal saat ini ia seperti menyiramkan bensin kedalam kobaran api dalam diri Bara.


"Kau tidak perlu memujinya terus di depan suamimu!" Bentak Bara hampir saja memukul Rania karena sudah sangat lancang membicarakan Saga dan memujinya seperti itu.


Akan tetapi bentakan Bara kali ini tak membuat Rania takut, justru ia merasa senang karena suaminya itu marah saat ia membicarakan tentang pria lain. Apakah itu artinya Bara cemburu ataukah sudah memiliki sedikit perasaan padanya? Pikir Rania.


Setelah makanan selesai dan telah tersaji di atas meja, kini mereka berempat pun tampak sedang menikmati makanan lezat yang telah dibuat oleh Rania.


Di saat itu Bara terlihat menahan amarah serta menatap tajam ke arah Saga dan Kyara secara bergantian, ia terlihat sangat tidak menyukai kedekatan pria asing dan adik iparnya itu.


Meskipun Kyara menyadari akan hal itu, tetapi ia sama sekali tak peduli. Kyara malah terlihat fokus menikmati makannya sambil sesekali bercerita dan tertawa bersama Saga, sehingga membuat darah Bara pun rasanya kian mendidih dan emosinya mencapai puncak ke ubun-ubun.


Selesai makan bersama dengan Kyara, Rania dan Bara, Saga pun langsung saja berpamitan untuk pulang karena hari juga sudah sore.


"Tunggu!" Panggil Bara di saat Saga hendak masuk ke dalam mobilnya dan hendak pergi meninggalkan kediaman Bara.


Sehingga di saat itu juga Saga langsung saja membalikkan tubuhnya menatap ke arah kakak ipar Kyara.


"Ada apa Kak?" Tanya Saga.


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu, karena aku bukan Kakakmu. Aku peringatkan agar kau tak lagi mendekati Kyara, Adik iparku. Karena jika kau masih berani mendekatinya, kau akan tahu apa akibatnya!" Ancam Bara sudah tidak tahan lagi dengan pria yang ada didepannya ini. Sebagai seorang pria Bara cukup tersaingi dengan wajah Saga, tapi ia mengelak akan hal itu.


"Kakak tenang saja, aku tidak akan macam-macam dengan Kyara kok, kita hanya berteman," ucap Saga mencoba bersikap biasa saja meski ia kebingungan karena sikap Bara yang sangat aneh itu.


"Apapun alasanmu, aku hanya ingin mengingatkan padamu, jauhi Kyara kalau kau ingin keluargamu aman," kata Bara sekali lagi memperingatkan Saga. Namun, Saga hanya menganggapnya angin lalu dan langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Happy reading.


TBC.


__ADS_2