Belenggu Kakak Ipar

Belenggu Kakak Ipar
Menyusul Kyara.


__ADS_3

Tepat pukul delapan pagi, Bara baru saja terbangun dari tidurnya. Tubuhnya masih terasa sangat lelah, mungkin karena ia yang baru saja pulang dari luar negeri dan langsung melanjutkan aktivitas yang banyak menguras tenaganya, sehingga membuatnya bertambah lelah tetapi sangat memuaskan baginya.


Masih dalam keadaan mata terpejam, Bara tersenyum karena mengingat pergumulan panas yang tadi malam telah dilakukannya bersama wanita pujaannya tanpa paksaan sedikitpun. Ia sangat menikmati permainan Kyara yang di saat itu benar-benar melayaninya dengan sangat baik, bahkan wanita tersebut juga dapat memimpin permainan yang benar-benar membuatnya merasa sangat puas.


Rasanya jika di saat ini Bara mendapatkan berlian segunung pun sama sekali tak bisa dibandingkan dengan rasa bahagianya karena hal ini.


Lalu Bara meraba-raba kearah sampingnya tetapi ia tidak merasakan keberadaan Kyara di sana, sehingga ia langsung saja membuka mata lebar-lebar dan melihat ke sampingnya.


"Sayang, kau ada dimana?" Gumam Bara yang langsung saja terduduk dan melihat ke arah sekitar, tapi tidak menemukan Kyara disana.


Bara pun akhirnya bangkit dari tempat tidurnya dan mencari ke kamar mandi, ke setiap sudut ruangan tetapi sama sekali tak menemukan wanita tersebut. Hingga di saat itu Bara yang masih dalam keadaan polos langsung saja memunguti pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.


Setelah membersihkan diri ala kadarnya, ia langsung saja keluar dari kamar hotel tersebut untuk mencari keberadaan Kyara. Bahkan urusan di kantor sudah ia serahkan terlebih dulu kepada Alex, karena menurutnya masalah Kyara adalah hal yang lebih penting dari segalanya.


******


"Rania … Rania … !" Teriak Bara saat ia baru saja tiba di rumah.


Rania yang di saat itu baru selesai mandi dan berdandan langsung saja keluar, menghampiri suaminya itu.


"Sayang, kau sudah pulang? Kau dari mana? Aku minta maaf ya tadi malam aku begitu lelah sampai ketiduran dan bangun kesiangan, sehingga tidak sadar pagi-pagi sekali kau sudah tidak ada di kamar," ucap Rania tersenyum dan langsung bergelayut manja di lengan suaminya itu.


Meskipun merasa ganjal dengan ucapan Rania, tetapi Bara sama sekali tak memperdulikannya, Iya hanya ingin cepat-cepat menemui Kyara saat ini.


"Rania, apa kau melihat Kyara? Dimana Kiara?" Tanya Bara to the point, yang membuat Rania pun langsung melepaskan tangannya.


"Bara, kenapa kau malah menanyakan Kya? Sekarang aku bertanya kau dari mana? Kenapa kau baru pulang?" Rania mengulangi pertanyaannya dengan tatapan penuh curiga.


"Oh itu, maaf tadi malam aku ada urusan di kantor. Kau tahu sendiri 'kan jika aku sedang ada masalah di perusahaan, jadi karena kemalaman aku menginap di sana saja," kata Bara beralasan.

__ADS_1


"Oh … begitu. Ya sudah tidak masalah, padahal semalam aku ingin kita-"


"Jadi dimana Kyara?"


Bara langsung menyela begitu saja, membuat Rania tak sempat untuk melanjutkan ucapannya.


"Aku juga tidak tahu sekarang Kya ada dimana. Tadi malam Kya hanya berpamitan jika dia pergi bersama teman-temannya, mungkin dia menginap di rumah Franda," jawab Rania dengan santainya.


"Apa kau yakin? Bagaimana jika Adikmu itu dalam bahaya? Adikmu tidak pulang ke rumah, tetapi kau masih bisa bersikap santai seperti ini!" Bentak Bara yang tampak emosi, ia kesal terhadap wanita yang berada di depannya saat ini.


Membuat Rania pun benar-benar merasa sangat terkejut akan sikap Bara yang langsung berubah drastis bagaikan monster hanya karena masalah sepele.


"Kenapa kau jadi memarahiku? Kya itu sudah dewasa, dia berhak menentukan apapun yang dia mau. Lagipula dia sudah biasa kok pergi dengan teman-temannya dan menginap di rumah sahabatnya itu. Kenapa juga aku harus melarangnya," kata Rania yang tak mengerti.


"Aku sebagai kakak iparnya juga ikut bertanggung jawab atas Kyara. Jika terjadi sesuatu dengannya, bukan hanya kau yang akan disalahkan tetapi juga aku. Sekarang cepat hubungi Kyara dan tanyakan dimana keberadaannya!" Titah Bara.


Meskipun Rania merasa semakin curiga terhadap Bara, tetapi ia mencoba untuk tetap tenang menghadapi suaminya itu. Bagaimanapun juga apa yang dikatakan Bara ada benarnya. Sehingga Rania langsung saja menghubungi Kyara yang ternyata nomor ponselnya tidak aktif, sama seperti saat Bara menghubunginya tadi.


"Sekarang juga kita ke sana," ajak Bara di saat Rania sudah memberitahu dimana keberadaan Kyra.


"Untuk apa? Sekarang Kyara sudah berada di rumah Mama dalam keadaan baik-baik saja. Kenapa kau masih mengkhawatirkannya juga? Aku rasa kekhawatiranmu ini terlalu berlebihan Bara. Aku sebagai Kakaknya, aku menyayanginya tetapi aku tidak sepertimu," kata Rania yang merasa sangat kesal dan juga cemburu karena suaminya itu terus saja memikirkan Kyara.


"Ck Rania, maafkan aku jika kekhawatiranku terkesan berlebihan. Aku hanya ingin memastikan jika Adikmu baik-baik saja, aku tidak mau jika Kyara terkena masalah maka kau juga yang akan disalahkan," ucap Bara dengan lembut sembari mengusap rambut istrinya itu, lalu menarik tubuh sang istri ke dalam bekapannya. Bara sangat terpaksa melakukan hal itu agar Rania percaya padanya dan tidak merasa semakin curiga.


Sebagai wanita yang sangat mencintai Bara, tentu saja membuat Rania pun langsung luluh dan merasa bahagia dengan membalas pelukan tersebut. Wajahnya juga seketika menjadi tersenyum merasakan cintanya untuk Bara semakin kuat.


"Kamu benar Sayang, aku minta maaf ya tadi sudah berpikiran macam-macam. Ya sudah kita sekarang ke rumah Mama," ucap Rania.


******

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama, kini Bara dan Rania pun sudah berada di kediaman keluarga Nugraha. Tentunya Sandra merasa sangat senang karena melihat kehadiran anak kesayangannya bersama sang menantu, yang membuat Sandra pun langsung saja ingin memasak makanan favorit anaknya.


Dan di saat Rania sedang asik membantu ibunya memasak sembari mengobrol, Bara yang sedang berada di ruang keluarga diam-diam mengambil kesempatan untuk mencari keberadaan Kyara, wanita yang sedari tadi mengganggu pikirannya itu.


Meskipun ia sudah mengetahui jika Kyara berada di rumah orang tuanya, tetapi tetap saja hatinya tidak tenang karena sama sekali belum melihat batang hidung wanita yang dicintainya itu.


Tok … tok … tok …


"Siapa yang datang?" gumam Kyara dengan suara lirihnya, kepalanya masih sangat pusing dan perutnya sakit, membuat ia malas untuk melakukan apapun.


Dengan langkah gontai, Kyara bangkit dari kasurnya lalu berjalan untuk membukakan pintu. Akan tetapi ia dibuat terkejut setengah mati saat melihat sosok pria yang sangat tidak diinginkannya saat ini ada di hadapannya.


"Bara! Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Kyara begitu terkesiap hingga ia membelalakkan mata.


"Kyara Sayang, syukurlah kau baik-baik saja," ucap Bara yang langsung mendekati Kyara dan meraih tubuhnya ke dalam pelukan.


"Bara, lepaskan aku!" Tolak Kyara langsung saja memukul-mukul dada bidang milik Bara, akan tetapi bukan melepaskannya, Bara malah semakin mendekapnya dengan erat.


"Bara, aku mohon lepaskan aku. Jika kau tetap berada di sini dan tidak mau melepaskan ku, semua akan mengetahui tentang apa yang terjadi Bara. Aku tidak mau menyakiti Kak Nia dan keluargaku, mereka juga pasti akan sangat membenciku. Aku mohon padamu Bara," pinta Kyara yang terus saja memohon dengan air matanya yang terus mengalir, karena merasa putus asa menghadapi situasi saat ini.


"Kenapa kau selalu khawatir seperti itu? Kakakmu sedang ada dibawah, aku sangat mencemaskanmu, kenapa kau tiba-tiba pergi?" kata Bara memegang kedua pipi Kyara, memandang wajah Kyara yang sangat pucat itu.


"Wajahmu kenapa? Kau pucat sekali, kau sakit?" tanya Bara dengan wajah cemasnya, ia juga memandang Kyara begitu khawatir membuat Kyara mematung.


Kyara diam memperhatikan Bara yang sangat dekat dengannya, melihat wajah pria itu bukannya membuat kepalanya sembuh tapi justru semakin sakit. Air matanya pun seolah membandel tidak mau berhenti karena harus menahan gelojak di dadanya yang menyesakkan.


"Bara, Kyara?"


Happy reading.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2