
Setibanya di depan kamar Kyara, Bara mencoba membuka pintu kamar Kyara yang ternyata tidak dikunci, membuat Bara begitu senang. Akan tetapi mendadak wajahnya berubah menjadi bingung, karena di saat itu ia sama sekali tidak melihat keberadaan Kyara di kamarnya.
Membuat Bara menjadi kebingungan dan mencari ke sana kemari. Hingga saat ini ia sudah berada di lantai bawah dan disaat melewati kolam renang, tidak sengaja Bara melihat sosok yang dicarinya sedang berdiri sendirian menatap bintang-bintang di langit di taman belakang rumahnya itu. Bara tersenyum, ia merasa jika Kyara adalah jodohnya yang sebenarnya. Sehingga langsung saja Bara melangkahkan kakinya secara perlahan, mendekati wanita tersebut dan langsung merengkuhnya dari belakang.
"Bara? Apa yang kau lakukan?" seru Kyara sangat terkejut saat menyadari Bara merangkulnya dari belakang.
"Aku sangat merindukanmu Kya," sahut Bara menciumi pundak Kyara dengan penuh cinta, ia juga memeluk wanita itu sangat erat.
"Bara, jangan seperti ini," kata Kyara langsung menepis tangan Bara dengan kasar, ia masih ingat saat Rania hampir saja memergokinya tadi, dan kali ini Kyara tidak mau hal itu akan terulang kembali.
"Aku mohon jangan memintaku untuk pergi lagi, jangan memintaku untuk melepaskan pelukanku. Aku sangat merindukanmu Sayang," ucap Bara memohon sembari menempelkan kepalanya di pundak Kyara.
"Tapi ini tidak pantas, tolong lepaskan aku Bara," ucap Kyara lirih, takut jika akan ada yang mendengar ucapannya itu.
"Aku mohon Kyara, tolong jangan memintaku untuk menjauh lagi. Aku mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu," ucap Bara yang kini pun memutar tubuh Kyara hingga berhadapan dengannya.
__ADS_1
Kyara menatap sendu wajah Bara, mencoba untuk mencari kebohongan di matanya, tetapi sama sekali tidak menemukannya. Malah Kyara dapat merasakan jika Bara memang mencintainya, tetapi kenapa Bara juga harus mencintai Rania dalam waktu yang bersamaan?
"Ini semua salah, dan aku yakin itu bukan cinta Bara. Itu hanya obsesimu semata, sekarang kau sudah mendapatkan apa yang kau mau 'kan? Tolong lepaskan aku Bara," kata Kyara justru menangis mendengar ucapan cinta Bara, semuanya terjadi diwaktu yang salah.
"Bukan Kya, aku yang lebih tahu perasaanku. Aku benar-benar mencintaimu, percayalah padaku," ucap Bara memegang tangan Kyara sangat lembut, pun tatapannya yang begitu dalam dan sendu, membuat siapapun pasti akan tahu jika Bara memang mencintai wanita itu.
"Tapi hubungan kita salah Bara, kau sudah menjadi suami Kakakku. Tolong, aku mohon jangan mempersulit keadaan kita. Lupakan aku, kita sudahi ini semua sekarang juga," ucap Kyara menatap Bara tak kalah sendunya.
Bara menggelengkan kepalanya pelan, ia kembali memegang kedua pipi Kyara. "Kyara, jawab aku, apa benar kau tidak mencintaiku?" tanya Bara dengan wajah yang sangat serius.
"Kyara, kau hanya tinggal menjawab, apakah kau tidak mencintaiku?" Bara kembali bertanya dan mengejar tatapan mata Kyara yang sejak tadi mencoba menghindarinya.
Kyara tidak menjawab, tapi ia hanya menangis membuat Bara sangat yakin jika Kyara juga menyimpan perasaan itu padanya. Tanpa ragu Bara langsung memeluk Kyara sangat erat.
"Kau tidak perlu menjawab dan aku sudah tahu jawabannya. Sekarang aku yakin, akan menceraikan Rania, dan kita akan hidup bersama Kya," kata Bara menciumi rambut Kyara berkali-kali.
__ADS_1
"Jangan Bara!" Mendengar ucapan Bara, Kyara langsung mendorong pria itu dengan kasar.
"Kenapa Kya? Kau mencintaiku 'kan? Jika aku terus-terusan seperti ini, justru aku akan menyakiti Kakakmu terus menerus, kita hentikan ini sekarang, biarkan aku mengatakan kepada semua keluargamu kalau hanya kau wanita yang aku cintai, bukan Rania." Bara berbicara begitu tegas membuat Kyara rasanya tidak bisa mengatakan apapun lagi.
"Tapi ini salah Bara, aku-" Kyara tidak sanggup melanjutkan ucapannya dan malah menjatuhkan kepalanya dipelukan Bara, ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Bara, meluapkan segala rasa gundah didalam hatinya yang begitu menyakitkan selama ini.
Bara menghela nafas panjang, ia balas memeluk Kyara sangat erat. "Everything it's all right, Kya. Aku yang salah, dan aku yang akan menyelesaikan ini semua," tutur Bara dengan suara yang cukup lembut tapi terdengar datar secara bersamaan.
Kyara masih diam dan mendongak menatap Bara dengan tatapan sayunya. Hingga beberapa menit keduanya saling bertatapan, Bara pun langsung saja menyambar dan me lu mat bibir Kyara dengan penuh kelembutan seolah meluapkan segala perasaan yang ada dihatinya saat ini. Kyara sendiri tidak kuasa melawan dan memilih membalas ciuman itu meski diiringi tangisan yang menyesakkan.
Setelah puas berciuman panas dan saling melupakan perasaan masing-masing. Bara langsung mencium kening Kyara dan mengusap air matanya, ia lalu memeluk wanita itu sangat erat hingga pada detik itu juga ia melihat sosok wanita yang menatap mereka dengan tatapan nanar dan penuh luka.
"Rania ..."
Happy reading.
__ADS_1
TBC.