Belenggu Kakak Ipar

Belenggu Kakak Ipar
Pertengkaran Kecil.


__ADS_3

Malam semakin larut, Bara memutuskan untuk kembali ke kamarnya atau lebih tepatnya ke kamar Kyara. Ia tidak akan melewatkan satu malam pun dengan Adik iparnya yang mempesona itu. Namun, saat ia akan ke kamar Kyara, langkahnya terhenti saat melihat Kyara dengan sosok pria yang mengobrol sangat dekat.


"Kyara!" Hardik Bara dengan suara yang menggelegar, membuat Kyara dan pria itu terkejut.


"Bara ...," Kyara menyebut nama pria itu tanpa suaranya.


Bara mengepalkan tangannya erat, tanpa basa-basi atau apapun, ia langsung melibas pria itu dengan bogem mentahnya hingga membuat pria itu langsung tersungkur jatuh.


"Bara! Apa-apaan kau ini!" bentak Kyara sangat syok, ia langsung mendorong tubuh Bara dan membantu pria itu berdiri.


"Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya!" Bara semakin emosi melihat Kyara seperti perhatian dengan pria itu, ia menarik tangan Kyara dengan sangat kasar.


"Kau ini memang gila, apa salahnya sampai kau harus memukulinya!" teriak Kyara berontak agar pegangan tangannya terlepas.


"Salahnya adalah dia berani mendekatimu, apa kau lupa, siapapun yang berani mendekatimu akan habis ditanganku, apalagi jika dia pria," desis Bara melayangkan tatapan tajamnya pada Kyara.


"Menjjikan, kau asal menuduh orang dan memukulnya seolah kau ini paling benar. Aku menyuruh pria ini membantuku membenarkan air dikamarku karena bocor," kata Kyara menjelaskan dengan nada emosinya, memang ia menyuruh petugas itu membenarkan kran di kamarnya yang rusak, tapi belum apa-apa Bara sudah memukulinya.

__ADS_1


"Apa?"


"Kau tidak tuli 'kan? Aku hanya menyuruhnya membenarkan kran air karena dia petugas disini. Jika kau tidak percaya lihatlah ke dalam, tapi aku tegaskan padamu, aku bukan pembohong menjjikan seperti dirimu yang sangat egois," kata Kyara menarik tangannya dengan kasar lalu beranjak pergi meninggalkan manusia laknat itu.


"Kyara, mau kemana kau! Jangan coba-coba pergi, aku belum selesai," ujar Bara dengan nada sarkas.


Kyara tidak perduli, ia sangat muak sekali dengan Kakak iparnya itu, entah sampai kapan ia harus terus terbelanggu dalam dosa bersama Kakak iparnya itu. Kyara sangat berharap ini semua akan segera berakhir dan ia akan menjalani kehidupannya dengan tenang.


"Brengsek!" Bara memaki dengan penuh amarah, Kyara memang selalu membuat emosinya naik turun.


Mengingat ucapan Kyara, Bara langsung saja masuk kedalam kamar Kyara dan mengecek apakah kran di kamar itu rusak atau tidak. Dan ternyata benar kalau kamar itu rusak, membuat Bara sedikit menyesal karena memarahi Kyara.


*******


Di dalam kamarnya, Rania tampak sudah berdandan sangat cantik dan menggunakan pakaian haram yang memang sudah ia persiapkan dari rumah. Karena ia yakin jika malam ini pasti akan disentuh oleh Bara dan akan memiliki pria tersebut selamanya setelah apa yang ia lakukan tadi.


Rania juga sengaja mematikan lampunya untuk membuat suasana semakin romantis, hanya ada cahaya dari lilin-lilin aroma yang berada di beberapa sudut. Karena ini juga akan menjadi pengalaman pertama bagi Rania. Lalu ia pun berbaring di atas tempat tidur untuk menunggu kehadiran suaminya itu.

__ADS_1


Krek …


Beberapa saat kemudian terdengar seseorang yang membuka pintu dan masuk ke dalam kamar tersebut.


"Itu pasti Bara, aku yakin," batin Rania tidak henti mengulas senyum tipisnya, jantungnya berdebar tak karuan saat ini.


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat membuat degupan jantung Rania semakin kencang, lalu ia pun merasakan gerakan di kasurnya di susul rengkuhan hangat di belakangnya.


"Rania ...,"


"Bara ... kau sudah pulang?" tanya Rania.


"Hmmm ... aku menginginkanmu," bisiknya tanpa ragu dan langsung menggulingkan tubuh Rania dan me lu mat bibirnya yang tipis.


Rania sempat kewalahan menghadapi serangan Bara yang sangat tiba-tiba, tapi ia segera membalasnya dengan cepat dan panas. Rania sudah pasrah saat tubuhnya di garap sedemikian rupa oleh Bara, ia justru sangat senang meski harus merasakan sakit saat pria itu pertama kali merenggut kesuciannya.


Happy Reading.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2