Belenggu Kakak Ipar

Belenggu Kakak Ipar
Hati Yang Terluka.


__ADS_3

Melihat Rania yang saat ini berada di hadapannya, membuat Steven tampak gugup setengah mati. Bahkan di saat ini rasanya ia ingin kabur saja dari wanita tersebut. Akan tetapi Steven tetap mencoba untuk bersikap tenang, karena sebenarnya ia juga sangat sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan wanita yang sudah dikenalnya sejak zaman kuliah dulu.


"Steven, aku minta maaf ya. Aku benar-benar tidak sengaja membuat kemeja mu basah seperti ini. Biar aku bersihkan," kata Rania yang merasa sangat bersalah, ia mengambil tisu di meja terdekat dan langsung mengelap kemeja Steven.


"Oh, tidak apa-apa Rania. Kau tidak perlu membersihkannya, ini hanya basah sedikit saja," sergah Steven yang spontan memegang tangan Rania untuk menghentikan apa yang dilakukannya.


Rania yang merasa tidak nyaman langsung melepaskan tangannya secara perlahan dari pegangan Steven.


"Maaf Rania, aku tidak sengaja. Oh iya kau apa kabar? Tidak disangka kita bertemu lagi di sini?" Steven mencoba bersikap santai, untuk mencairkan suasana yang tampak Canggung


"Aku baik-baik saja. Apa benar tidak apa-apa kemejamu basah seperti ini, aku benar-benar tidak enak," ucap Rania yang terlihat menyesalinya.


"Rania kau tidak perlu merasa tidak enak seperti itu. Aku tidak apa-apa Rania, ini hanya basah terkena air saja. Lagipula kau seperti tidak mengenalku saja, kau lupa jika kita ini adalah teman dari masa kuliah dulu. Aku sudah mengenalmu terlebih dahulu daripada Bara," ucap Steven mengingatkan.


"Iya aku tahu. Oh iya, lalu kenapa kau bisa ada di sini? Bukankah kau tinggal di Tangerang?" Tanya Rania.


"Sebenarnya tidak seperti itu Rania, aku berada di Tangerang waktu itu karena ada urusan bisnis saja. Lagipula waktu itu 'kan aku baru pulang dari luar negeri, jadi aku memilih untuk menginap dulu beberapa hari di sana. Tujuan utamaku yang sebenarnya ya kota Jakarta ini, aku akan menetap di Jakarta. Dan aku berada di restoran ini sekarang karena aku baru saja meeting dengan salah satu klien yang berada di sini," terang Steven. "Kau sendiri dengan siapa ke sini? Bukankah Bara masih berada di luar negeri?" Tanyanya.


"Aku di sini bersama keluargaku sedang makan siang bersama. Lalu kau tinggal dimana?" Tanya Rania.


"Aku tinggal bersama kakek Hardi," jawab Steven.


"Syukurlah, akhirnya Kakek mempunyai teman juga di rumah. Kami sudah pernah mengajak Kakek untuk tinggal bersama di rumah, tetapi Kakek menolak dan lebih memilih untuk tinggal di rumahnya, karena kata Kakek lebih nyaman tinggal di rumah sendiri. Padahal Bara 'kan cucunya. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Kakek dan berniat akan ke rumah Kakek nanti," kata Rania.

__ADS_1


"Kalau begitu aku tunggu ya di rumah Kakek," ucap Steven yang tak sabar ingin bertemu lagi dengan Rania.


"Iya. Ya sudah kalau begitu aku ke sana dulu ya, dan kau mau kemana lagi sekarang?" Tanya Rania.


"Kebetulan aku masih ada janji dengan klien lain, tetapi masih 2 jam lagi. Jadi aku masih sempat untuk pulang dan berganti pakaian," jawab Steven.


"Ya sudah hati-hati ya, sekali lagi aku benar-benar minta maaf atas kecerobohanku," ucap Rania.


"Sudah aku katakan aku tidak apa-apa Rania, jadi kau tidak perlu meminta maaf terus seperti itu padaku," kata Steven.


Lalu keduanya pun berpisah, Steven keluar dari restoran dengan senyuman yang mengambang dari sudut bibirnya. Ia sangat senang, jantungnya berdetak tak karuan saat berdekatan dengan wanita tersebut. Sedangkan Rania langsung saja melanjutkan tujuan awalnya.


******


Berbeda halnya dengan Kyara yang sama sekali tidak mendapat kabar apapun tentang Bara. Kyara semakin yakin jika ia benar-benar sudah dicampakkan oleh kakak iparnya sejak malam itu. Anehnya meskipun sudah 2 minggu berlalu, tetapi Kyara belum juga dapat melupakan pria tersebut.


Rasanya begitu sakit menerima kenyataan bahwa Bara sudah tak lagi menginginkannya. Seharusnya ia merasa senang, bukankah ini yang diinginkannya, Bara bisa mencintai Rania. Kyara juga dapat melihat bagaimana Rania akhir-akhir ini yang begitu merasa bahagia saat mendapatkan kabar dari sang suami.


"Kya, apa kau tahu kalau Bara sebentar lagi akan pulang. Aku sudah sangat merindukannya," ucap Rania di saat mereka baru saja selesai makan malam bersama.


Di saat itu tampak juga Rania yang sedang asik dengan ponselnya sambil senyum-senyum sendirian, Kyara yakin itu karena Rania sedang berbalas pesan dengan Bara.


"Nggak, aku nggak boleh seperti ini," batin Kyara yang menyadari jika dirinya sedang cemburu.

__ADS_1


"Oh ya? Bagus dong Kak kalau memang seperti itu. Aku ikut senang kalau Kakak senang," ucap Kyara tetapi tak menunjukkan ekspresi senang sedikitpun dari raut wajahnya.


"Kya, kenapa kau terlihat sedih? Apa kau masih sedih karena kondisi Saga, tapi bukankah saat ini Saga sudah baik-baik saja?" Tanya Rania yang memang jika ditanya kenapa dengan adiknya itu, maka Kyara akan beralasan bahwa itu semua bersangkutan dengan kesehatan Saga.


"Iya Kak. Memang saat ini Saga sudah dalam masa pemulihan, tetapi tetap aja aku masih mengkhawatirkannya karena sampai saat ini Saga belum bisa masuk kuliah," ucap Kyara.


"Kau yang sabar ya Kya. Kakak doakan semoga saja Safa cepat sembuh dan bisa kembali berkuliah supaya bisa bertemu dengan kamu. Ya sudah Kakak mau ke kamar dulu ya, mau menelpon suamiku," ucap Rania dengan wajah kegirangan, lalu pergi meninggalkan adiknya itu.


Tanpa sadar air mata Kyara pun menetes begitu saja, rasanya sangat tidak pantas jika harus menangisi pria ba ji ngan seperti Bara.


******


Steven tercengang saat melihat wanita kecil yang ia kenal sebagai adik Rania, siapa lagi kalau bukan Kyara, berada di sebuah klub malam yang saat dikunjunginya saja. Bukan hanya itu saja, dilihatnya juga Kyara sedang mengkonsumsi minuman beralkohol, sangat terlihat jika saat ini ia benar-benar sedang mengalami masalah di dalam hidupnya.


Ya Kyara yang merasa sangat bosan di rumah, terlebih lagi selalu saja merasa sedih pada akhirnya memilih untuk pergi ke klub malam setelah tadi ia meminta izin kepada kakaknya hendak pergi ke rumah Franda, sahabatnya.


"Bara … kenapa kau tega sekali padaku Bara, kau sudah menghancurkan hidupku dan sekarang kau malah bersikap semaumu. Kau jahat Bara, ha … ha … ha … hua … ," racau Kyara yang tertawa lalu menangis seperti gila.


"Hm, aku semakin penasaran, apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara kalian," gumam Steven yang mendengar Ocehan Kyara.


Happy reading …


TBC.

__ADS_1


__ADS_2