
"Kya, kau mau kemana?" Tanya Franda yang melihat sahabatnya itu sangat terburu-buru.
"Aku ada urusan penting dan aku harus pergi sekarang," ucap Kyara yang melanjutkan langkahnya.
"Tapi kita 'kan masih ada kelas 1 lagi Kya," kata Franda mengingatkan.
Sehingga membuat Kyara pun membalikkan tubuhnya dan menghampiri sahabatnya itu.
"Tolong absenin ya, please! Aku benar-benar ada urusan yang sangat penting," ucap Kyara memohon.
"Hm Ya sudah, hati-hati ya Kya," ucap Franda dan ditanggapi anggukkan kepala oleh Kyara.
Segera saja Kyara berlari keluar dari kampus dan memberhentikan taksi yang di saat itu kebetulan lewat. Lalu ia pun pergi menuju ke rumah sakit dimana tempat Saga berada, seperti yang ia dengar dari anak-anak kampus.
******
Kyara berjalan terburu-buru saat sampai di rumah sakit, wajah khawatir wanita itu tidak bisa disembunyikan lagi. Perasaannya campur aduk tidak karuan hingga rasanya ingin menangis. Kyara tidak mau berprasangka buruk, tapi firasatnya mengatakan kalau ini semua ada kaitannya dengan Bara.
Kyara langsung bertanya di tempat resepsionis tentang ruang rawat Saga. Setelah mendapatkan informasi lengkap, Kyara langsung saja mengunjungi Saga yang sedang di rawat di ruang ICU. Pria yang kemarin masih bercanda tawa dengannya itu kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Kyara?" Saga sedikit terkejut melihat sosok Kyara, pria itu mencoba bangkit tapi karena tubuhnya yang babak belur, ia sangat kesusahan.
"Siapa yang menyuruh Kakak bangkit, diam di tempatmu Kak," tukas Kyara semakin cemas melihat Saga seperti itu.
__ADS_1
"Kak Saga, kenapa kau bisa menjadi seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi Kak?" Tanya Kyara ingin memastikannya, matanya sudah berkaca-kaca membayangkan apa yang sudah dilalui pria ini, meskipun ia sudah mendengar dari mahasiswa dan mahasiswi di kampus Kyara ingin mendengar sendiri cerita itu dari mulut Saga.
"Aku tidak apa-apa, kemarin hanya ada orang iseng yang mencari masalah denganku," ujar Saga, menceritakan seperti apa yang Kyara dengar sebelumnya, bahwa ia tiba-tiba saja diserang oleh orang yang tak dikenal sehingga membuat kondisinya menjadi memprihatinkan seperti ini.
"Tidak salah lagi, aku yakin ini pasti ulah Bara. Bara … kau benar-benar iblis, kau sangat keterlaluan! Aku pasti akan membuatmu menyesal Bara!" umpat Kyara dalam hatinya, ia sangat yakin jika ini adalah perbuatan kakak iparnya itu.
"Kyara, kau kenapa? Tenang saja ya, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku. Apalagi saat ini kau sudah datang menjengukku, membuatku menjadi lebih semangat dan merasa cepat sembuh." Saga tersenyum, menyembunyikan rasa sakitnya karena tak ingin membuat Kyara merasa sedih.
"Kak, dalam keadaan seperti ini kau masih sempat untuk bercanda. Maafkan aku ya Kak, karena aku telah membuatmu menjadi seperti ini. Lalu yang aku dengar Ayahmu juga dipecat, bagaimana sekarang keadaan ayahmu Kak?" Tanya Kyara yang benar-benar merasa sangat bersalah dan tidak tega.
"Kya, kenapa kau harus meminta maaf? Ini semua bukan salahmu, ini sudah menjadi nasibku saja. Kau benar, Ayahku tiba-tiba dipecat dan tentunya dia merasa sangat terpukul. Bahkan kesehatannya juga sempat menurun karena hal ini, terlebih lagi mendengar aku yang masuk rumah sakit," terang Saga yang tanpa sadar membuat Kyara pun meneteskan air matanya.
"Kau benar-benar manusia laknat Bara. Bagaimana bisa ada manusia bersikap dajjal sepertimu? Bahkan binatang saja masih mempunyai rasa kasihan, tidak sepertimu yang sama sekali tidak memikirkan nasib orang lain demi egomu sendiri," batin Kyara yang menatap tajam penuh kebencian.
Rasa sedihnya terhadap kondisi Saga bercampur aduk menjadi satu dengan rasa amarahnya terhadap Bara. Rasanya ingin membunuh Bara saat ini juga, namun apa daya ia sama sekali tak berdaya untuk melawan laki-laki tersebut saat ini.
"Baik-baik saja bagaimana Kak, keadaan Kakak seperti ini, bahkan kau juga harus segera dioperasi. Aku minta maaf ya Kak, seandainya saja aku punya uang, pasti aku akan membayar biaya operasimu," ucap Kyara, mengingat ia masih kuliah, bahkan uang jajan pun masih diberikan oleh orang tuanya. Sedangkan saat ini Saga membutuhkan banyak uang untuk biaya operasinya karena terjadi penggumpalan darah di perutnya, jika tidak segera di operasi bisa-bisa nyawa Saga dalam bahaya.
"Hei, kenapa harus kau yang membiayaiku Kya? Kau tenang saja ya, Ayahku juga sedang berusaha untuk mencari dana agar aku bisa segera dioperasi," kata Saga mencoba untuk menenangkan Kyara.
Kyara semakin tersenyum kecut, tidak tahu lagi harus meminta maaf seperti apa kepada Bara. Sepertinya setiap pria yang ada didekatnya akan selalu dalam bahaya. Lebih tepatnya jika Bara masih berkeliaran disekitarnya, lebih baik ia pergi saja.
"Kak, aku permisi dulu ya. Aku pasti kembali lagi, aku akan berusaha mencarikan dana agar Kakak bisa di operasi," ucap Kyara bangkit dari duduknya, ia sempat menggenggam tangan Saga sebentar lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari pria itu.
__ADS_1
Kyara sendiri langsung menghubungi Franda untuk meminta bantuan wanita itu agar mengumpulkan dana dari para mahasiswa kampus, ia harap uangnya cukup untuk digunakan operasi Saga yang harus dilakukan secepatnya.
******
Sesuai dengan permintaan Kyara saat menelpon tadi, saat ini Franda dan Kyara serta dibantu oleh teman-teman yang lainnya sedang melakukan penggalangan dana untuk membantu Saga.
Tentunya banyak yang begitu antusias dan ikut berpartisipasi dalam program penggalangan dana tersebut, karena Saga terkenal sebagai mahasiswa yang sangat pintar dan juga sangat baik, sehingga membuat teman-teman di kampusnya begitu peduli kepadanya.
"Bagaimana Nda? Apakah sudah terkumpul?" Tanya Kyara.
"Kya, ini nggak akan cukup kalau hanya dalam waktu 1 hari. Karena biaya operasinya ini lumayan besar, paling enggak 2-3 hari atau bahkan seminggu baru bisa terkumpul uangnya," jawab Franda apa adanya.
"Kita tidak bisa menundanya lagi Nda, Kak Saga harus segera dioperasi, sedangkan ayahnya tidak bisa mendapatkan uang itu dimanapun. Karena ayah Kak Saga saat ini tidak memiliki pekerjaan, dia difitnah karena telah melakukan apa yang tidak dilakukannya di perusahaan, pastinya akan sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman karena orang takut ayah Kak Saga tidak akan bisa membayarnya," terang Kyara.
"Aku tahu Kya kamu merasa sangat khawatir terhadap Kak Saga, tapi kita juga sudah berusaha 'kan? Kau sabar dulu ya, atau nanti aku minta tolong orang tuaku untuk menyelesaikan semuanya," kata Franda.
"Jangan Nda, aku nggak mau menyusahkan keluargamu." Kyara langsung menolak, ia tidak ingin menambah daftar korban kekejaman Bara, saat ini sudah cukup Saga dan keluarganya yang menjadi korban, jangan pernah ada lagi.
"Lalu kita akan mencari uang kemana Kya? Kau bilang Saga harus segera di operasi?" tutur Franda semakin bingung dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Kyara mengigit bibirnya, ia menghempaskan tubuhnya perlahan ke kursi kayu yang ada di kampusnya. Wajahnya benar-benar sangat lelah, ingin sekali menangis tapi semua itu tidak ada gunanya. Jalan satu-satunya saat ini hanya pria brengsek itu yang bisa membantunya.
Jangan harap aku akan menemuinya, sudah cukup dia membuatku seperti boneka mainannya. Semuanya sudah cukup, aku tidak akan mengikuti permainan pria laknat itu lagi.
__ADS_1
Happy Reading.
TBC.