Belenggu Kakak Ipar

Belenggu Kakak Ipar
Terpaksa Memohon.


__ADS_3

Kyara memejamkan matanya, memutar otak mencari cara agar bisa menolong Saga. Sudah hampir seminggu ini ia kelimpungan mencari uang untuk kekurangan biaya operasi Saga. Akan tetapi Kyara sama sekali tak menemukan cara apapun, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukanya saat ini kecuali meminta bantuan kepada pria yang sangat ia benci.


Tetapi jika saat ini Kyara tiba-tiba datang meminta pertolongan Bara, sudah pasti pria itu akan merasa menang, membuat Kyara berada di posisi yang serba salah.


"Akh … !"


Franda tersentak saat mendengar teriakan sahabatnya itu, "Kya, kau kenapa?" Tanyanya.


"Aku hanya kesal pada diriku sendiri. Bagaimana caranya supaya aku bisa menolong Kak Saga," ucap Kyara.


"Kenapa kau begitu ngotot ingin menolong Kak Saga? Padahal Kak Saga tidak mempunyai hubungan apapun denganmu. Apa kau begitu mencintai Kak Saga?" Tanya Franda, yang ia tahu Kyara hanya mengaguminya saja.


"Ini bukan saatnya membahas soal perasaan Franda, sekarang soal rasa kemanusiaan. Apakah kau tega melihat Kak Saga dalam kondisi seperti itu?" Tanya Kyara yang terlihat begitu khawatir.


Drt … drt … drt


Di saat itu pun ponsel Kyara bergetar dan segera saja sang pemilik menjawab telepon tersebut.


"Halo, apa benar ini dengan Nona Kyara?" Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Iya, dengan saya sendiri. Ini siapa dan ada apa?" Tanya Kyara, mendadak perasaannya menjadi tidak enak.


"Maaf mengganggu Nona, kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan jika saat ini keadaan Tuan Saga tiba-tiba kritis, dan tidak sadarkan diri selama dua hari. Jika tidak segera dilakukan operasi, maka kami khawatir jika kondisi Tuan Saga akan semakin memburuk," ucap seseorang dibalik telepon.


"Apa? Baik saya akan segera ke sana dan membawa dananya," ucap Kyara mengakhiri telepon tersebut.


Memang Kyara sendirilah yang memberikan nomornya kepada pihak rumah sakit dan meminta mereka untuk memberi kabar jika terjadi sesuatu dengan Saga. Dan setelah mendengar kabar Saga yang sangat mengkhawatirkan, tentunya membuat Kyara tak akan tinggal diam. Kyara juga sudah tidak mempunyai pilihan lain, segera saja ia pergi meninggalkan Franda untuk segera meminta bantuan.

__ADS_1


"Kya kau mau kemana?" Teriak Franda saat Kyara kian menjauh.


"Aku akan menolong Kak Saga secepatnya!" Suara terakhir Kyara yang mengiringi kepergiannya.


******


Saat ini Kyara sudah berada di perusahaan Bara, tepatnya di ruang kerjanya. Sudah ribuan kali Kyara meyakinkan dirinya sendiri dan memantapkan hatinya untuk menemui Kakak iparnya itu. Ia pun sudah mengutarakan semua niatnya kepada kakak iparnya itu tentang tujuannya datang menemui Bara.


"Apa kau tidak salah meminta bantuan padaku?" Tanya Bara menyeringai.


"Aku sangat mohon padamu Bara, aku ingin Kak Saga segera dioperasi. Bukankah kau juga yang sudah menyebabkannya menjadi seperti ini, kau juga telah membuat orang tuanya dipecat dan kesusahan untuk menjadi pinjaman. Ini 'kan yang kau inginkan? Sekarang aku sudah datang, tolong berikan uang itu padaku," ucap Kyara dengan tatapan tajam tetapi penuh harap. Sudah membuang segala harga diri dan egonya dengan memohon pada pria brengsek itu.


"Bagus jika kau tahu, bagiku untuk mengembalikan semuanya sangat mudah semudah membalikkan telapak tangan. Asalkan kau mau memenuhi syarat dariku," ucap Bara dengan begitu angkuhnya.


"Apapun syaratnya aku akan penuhi," ucap Kyara tanpa memikirkannya lagi, karena yang saat ini Kyara inginkan hanyalah Saga cepat ditangani.


Bara sangat senang mendengar jawaban yang keluar dari mulut pujaan hatinya itu, ia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang saat ini ada di depan matanya agar bisa selalu bersama dengan Kyara.


"Akan aku lakukan," jawab Kyara dengan sangat yakin meski saat ini hatinya dongkol setengah mati, bukankah memang Bara selalu memperkosa dirinya?


"Ternyata kau benar-benar sangat peduli dengan pria itu ya?" Bara menyeringai, ia bangkit dari duduknya lalu menghampiri Kyara yang hanya bisa diam mematung." Tidak masalah, yang terpenting selagi ini semua menguntungkan bagiku, akan aku lakukan," ucap Bara mengulas senyum penuh kemenangan, ia juga mencengkram dagu Kyara agar wanita itu menatapnya.


"Sudahlah Bara, aku tidak butuh basa-basi. Sekarang tolong berikan uang itu karena Saga harus segera dioperasi, kalau tidak keadaannya akan semakin memburuk," ucap Kyara yang terus saja memohon.


"Aku tidak bisa mempercayaimu begitu saja, kau harus menandatangani surat ini," kata Bara menyerahkan sebuah berkas kepada Kyara.


"Apa ini?" Kyara merasa kebingungan.

__ADS_1


"Ini adalah surat perjanjian, jika kau mengingkarinya maka kau akan tahu apa akibatnya. Salah satunya keluargamu pasti akan hancur di tanganku!" Bisik Bara tetapi sangat menusuk sampai ke relung hati.


Meskipun semuanya terasa berat, bahkan Kyara menahan pedih di dadanya, akan tetapi ia sudah rela. Ia Rela menyerahkan tubuhnya yang memang sudah dinodai oleh Bara demi kesembuhan Saga. Apalagi saat ini Saga juga bisa menjadi seperti ini karena pria tersebut dekat dengannya, sehingga telah memancing emosi Bara.


Tanpa membacanya lagi, segera saja Kyara menandatangani surat tersebut dan menyerahkannya kepada pria brengsek itu.


"Sekarang cepat berikan uang itu, apalagi yang kau inginkan Bara?" Tanya Kyara yang menatapnya tajam, tetapi sama sekali tak membuat Bara bergidik.


Bara malah terlihat tersenyum mengejeknya, setelah itu semakin mendekati Kyara dan …


Cup,


"Apa yang kau lakukan Bara?" Jerit Kyara karena tiba-tiba saja Bara mencium pipinya.


"Hust … apakah kau lupa jika saat ini kau telah menjadi milikku. Aku hanya ingin melepaskan rindu bersamamu Sayang. Jika saat ini aku memberikanmu uang, apakah menurutmu kau masih sempat untuk menyelamatkan Saga. Lebih baik kau tenang saja sini, aku akan mengatur semuanya dan kau duduk diam di sini melayaniku," kata Bara tersenyum menggoda Kyara.


Kyara tampak terdiam, benar saja jika Bara yang bertindak maka semuanya pasti akan terlaksana, mengingat dirinya merupakan penguasa di kota ini.


Setelah Kyara menyetujuinya, Bara pun meminta asistennya untuk segera menghubungi rumah sakit dimana Saga berada untuk segera melakukan operasi dan tindakan yang terbaik untuknya. Dan sesuai janjinya, Bara juga langsung mentransfer semua biaya rumah sakit dan membuat Kyara saat ini merasa sangat lega.


"Aku sudah memenuhi semua janjiku, sekarang tinggal giliran kau untuk memenuhi janjimu itu," kata Bara menagihnya.


"A-apa kau yang harus aku lakukan?" Kyara bertanya seperti orang bodoh, padahal ia sudah tahu kalau Bara pasti akan mengajaknya bercocok tanam dan menanam benihnya.


Bara tersenyum tipis, ia duduk di sofa panjang ruangannya seraya menepuk-nepuk pahanya. "Kemari, duduk dipangkuan ku dan cium aku," kata Bara dengan tatapan penuh gairahnya, sudah tidak sabar lagi ingin merasakan bagaimana Kyara mendatanginya dan mereka akan bercinta sangat panas.


Happy Reading.

__ADS_1


TBC.



__ADS_2