Belenggu Kakak Ipar

Belenggu Kakak Ipar
Ajak Aku Jalan-jalan.


__ADS_3

Kyara dan Bara saling bertatapan dan tersenyum, rasanya kebahagiaan saat ini hanya milik mereka berdua sebagai sepasang sejoli yang sama-sama sedang merasakan jatuh cinta. Kyara begitu bahagia karena tak menyangka akan mendapatkan kebahagiaan seperti ini dari kakak iparnya sendiri.


Meskipun ia tahu betul semua ini adalah sebuah kesalahan, tetapi ia juga berharap jika semuanya akan cepat berlalu, agar keduanya pun tak lagi menyembunyikan hubungan yang saat ini telah dijalani.


Melihat bibir seksi berwarna pink muda yang ada di hadapannya, membuat Bara pun terpancing dan langsung saja menyambar bibir Kyara yang membuat wanita tersebut sontak terkejut lalu menjauhinya.


"Kenapa kau menghindariku?" Tanya Bara mengernyitkan dahinya.


"Kau baru saja bangun dan belum gosok gigi, lebih baik sekarang kau mandi, gosok gigi saja dulu," ledek Kyara.


"Memangnya kenapa? Biasanya juga aku tidak perlu gosok gigi dulu untuk menciummu," ujar Bara tak terima.


"Itu biasanya, tetapi akhir-akhir ini hidungku terlalu sensitif, mungkin karena bawaan dari anakmu juga Bara. Jadi aku mau sekarang kau mandi dan gosok gigi," titah Kyara yang menjadikan anak mereka sebagai alasannya.


"Aku akan membuatkan sarapan, lalu kita sarapan bersama," sambungnya.


Bara tersenyum, ia pun menganggukkan kepalanya, mengiyakan apa kata wanita yang dicintainya itu. Rasanya sudah lama sekali ia tidak menuruti perkataan seorang wanita selain ucapan ibu dan neneknya dulu sewaktu masih ada di dunia. Lalu segera saja Bara menuju ke kamar dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dulu, baru setelah itu ia menghampiri Kyara di dapur yang sudah menyiapkan sarapan untuknya.


 ------


"Kau membuat nasi goreng?" Tanya Bara saat melihat nasi goreng ala kadar yang sudah tersaji di atas meja.


"Iya, bukankah kau menyukainya?" Kyara bertanya balik.


"Kau benar, tapi setahuku bukankah kau tidak pandai memasak. Sejak kapan kau pandai memasak seperti ini?" Tukas Bara. Ia ingat betul perkataan Sandra yang mengatakan Kyara paling tidak suka berada di dapur, sangat berbeda sekali dengan Rania.


"Sebenarnya ini adalah pengalaman pertamaku. Aku belajarnya dari YouTube karena aku ingin melakukan yang terbaik untukmu, sebelum nantinya kita menikah," ungkap Kyara yang membuat Bara begitu tersentuh, lalu menarik pinggul Kyara hingga wanita tersebut jatuh di pangkuannya.


"Bara, apa yang kau lakukan!" Kyara menjerit saat Bara mendekatkan wajahnya.


"Kenapa Sayang? Sekarang aku sudah gosok gigi, bahkan aku sudah mandi. Jadi kau tidak ada alasan lagi untuk menolakku." Bara berbisik di telinga Kyara sehingga membuat wanitanya itu bergidik.


Kyara yang mengerti akan maksud dari kekasihnya itu pun langsung memejamkan matanya dan siap untuk menerima apapun yang akan dilakukan oleh Bara. Akan tetapi Bara malah tersenyum geli melihat wajah gemas Kyara yang di saat itu terlihat pasrah, lalu ia hanya mencubit hidungnya saja dan membuat Kyara membuka lebar matanya.


"Bara … sakit tahu!" Rengek Kyara, lalu berdiri menjauhi Bara.


"Aku minta maaf, ayo duduk di sampingku. Sekarang aku lapar dan ingin mencicipi nasi goreng buatanmu ini. Tapi setelah ini jangan harap aku akan melepaskanmu," ucap Bara dan sama sekali tak ditanggapi oleh Kyara, ia langsung mendudukkan dirinya di samping Bara dan menyendokkan sepiring nasi goreng untuk pria yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Ya sudah ayo cicipi," kata Kyara.


Bara mulai memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya, ia tampak terdiam sejenak, lalu mengunyah secara perlahan untuk mengkoreksi rasa nasi goreng yang telah susah payah dibuat oleh Kyara dan terlihat sangat susah untuk menelannya.


"Bagaimana rasanya? Nggak enak ya?" Tanya Kyara yang terlihat cemas saat melihat wajah Bara yang sama sekali tidak enak dipandang.


"Enak, siapa bilang nggak enak," jawab Bara tersenyum.


"Jangan bohong, aku yakin pasti rasanya nggak enak. Wajah kamu saja seperti itu Bara," tukas Kyara.


"Kalau menurut aku untuk orang yang baru belajar masak wajar saja rasanya seperti ini dan rasanya masih tergolong enak. Kalau kau tidak percaya, silahkan cicipi sendiri," kata Bara.


Merasa ada yang tidak beres, Kyara pun mencicipi nasi goreng yang dibuatnya dan ternyata rasanya sama sekali tidak enak menurutnya, sangat berbeda sekali dengan nasi goreng buatan ibu dan kakaknya.


"Maafkan aku Bara, tapi aku janji aku akan belajar lagi untuk memasak agar aku bisa menjadi istri yang baik untukmu." Kyara tertunduk karena merasa tidak enak dengan Bara.


"Hei, kenapa kau tertunduk seperti itu Sayang, ini tidak jadi masalah. Aku menghargai usahamu dan menurutku ini sudah cukup lumayan. Jadi lebih baik kita makan saja ya," ucap Bara yang menaikkan dagu Kyara sehingga menatapnya dan meyakinkan Kyara bahwa semuanya baik-baik saja.


Justru ia merasa sangat bahagia karena Kyara mau berusaha keras untuknya yang membuatnya yakin jika wanita itu benar-benar mencintainya.


______


Akan tetapi itu sama sekali tak membuat Bara berubah pikiran, ia akan tetap berpisah dengan Rania dan akan menikah dengan Kyara, wanita yang dicintainya. Bahkan kakeknya sendiri saat ini terlihat menyerah karena keinginan Bara yang kekeh dan sama sekali tidak bisa dibantah. Apalagi sudah sangat jelas jika Kyara memang hamil anak Bara, sedangkan Rania hamil anak Steven yang merupakan Cucunya juga.


"Sayang, hari ini 'kan kamu libur, kita jalan-jalan yuk. Aku bosan di apartemen terus, aku sudah seperti sandera yang setiap hari terkurung di sini," ucap Kyara dengan wajah memelas.


Sebenarnya Bara juga sangat kasihan melihat Kyara yang sama sekali tidak diperbolehkan keluar karena Bara takut akan bahaya yang menghampirinya, sebelum hubungannya dan Rania resmi berpisah. Tetapi karena Bara pikir saat ini keadaanya sudah cukup aman, ditambah lagi Rania sedang sibuk mengurusi ibunya yang struk, sehingga ia pun mengiyakan apa yang menjadi permintaan Kyara.


"Kau mau jalan-jalan kemana? Kemanapun kau ingin pergi hari ini aku akan mengikutimu," ucap Bara.


"Kau serius? Kau tidak sedang bercanda 'kan?" Tanya Kyara memastikan.


"Tentu saja tidak, aku akan melakukan apapun untukmu, asalkan kau bahagia," ucap Bara yang membuat Kyara pun merasa sangat girang, rasanya begitu bahagia seperti mendapatkan sebuah jackpot.


"Terimakasih ya, aku mencintaimu," ucap Rania mencium pipi Bara tanpa sungkan.


"Aku juga mencintaimu," ucap Bara pula, lalu keduanya pun bercumbu mesra sebentar karena Kyara yang buru-buru mengakhirinya, jika tidak sudah pasti suami mesumnya akan mengajaknya untuk mengakhirinya dengan bermain kuda-kudaan dan tentunya akan membuat jalan-jalan mereka akan tertunda.

__ADS_1


"Sekarang kau bisa menghindar, tapi nanti malam aku pasti akan memintanya dan tidak akan memberimu ampun," goda Bara.


"Terserah kau saja, yang penting sekarang aku ingin jalan-jalan," sahut Kyara.


______


Bara mengajak Kyara menuju ke sebuah taman sesuai permintaan wanitanya yang merasa sangat bosan setelah 2 minggu terkurung di apartemen, sehingga ia yang meminta untuk liburan di alam terbuka agar dapat menghirup udara segar.


"Aku capek, kita duduk di sini dulu ya," ucap Kyara sembari mengelus perutnya yang masih tampak rata karena usia kandungnya masih memasuki empat minggu. Ia pun langsung saja mendudukkan dirinya di sebuah kursi panjang pada sebuah taman.


"Ya sudah kau duduk saja dulu di sini, aku akan mencarikan minuman untukmu," kata Bara.


"Iya, aku akan menunggumu di sini," ucap Kyara dan Bara pun langsung saja pergi meninggalkan kekasihnya itu untuk mencari minuman di salah satu supermarket terdekat.


 ------


Tidak berapa lama kemudian, Bara telah kembali dengan membawa minuman serta cemilan lalu menghampiri Kyara yang di saat itu berada di tepi jalan yang tampak sepi.


"Sayang, kenapa kau berada di sini? Bukankah sudah aku katakan tunggu saja aku di sana. Kenapa dengan kucing itu?" Tanya Bara yang melihat Kyara tampak fokus dengan seekor kucing.


"Tadi aku melihatnya berjalan tertatih dari tengah jalan mau menyeberang ke sini, jadi aku menolongnya. Aku takut dia tertabrak kalau tiba-tiba ada kendaraan yang lewat," jelas Kyara.


"Astaga, jika begini bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu," ujar Bara menciumi pipi Kyara dengan gemas.


"Bara ish, malu nih dilihat banyak orang," gerutu Kyara dengan wajah tersipu-sipu malu.


"Jangan pikirkan orang lain, pikirkan saja hati calon suamimu ini," kata Bara cuek-cuek saja.


Kyara mencibir pelan, ia mengambil makanan yang baru saja dibawa oleh Bara. Dan saat ia memakannya, ia tidak sengaja seorang anak jalanan yang yang terlibat kelaparan. Melihat hal itu Kyara merasa begitu kasihan, ia mengambil roti dan minuman miliknya dan membawanya pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Bara menahan tangan Kyara saat wanita itu akan pergi.


"Aku hanya ingin memberikan makanan ini untuk anak itu Bara, kasihan sekali dia, sepertinya dia sedang lapar," tutur Kyara menunjukkan sosok anak jalanan yang dimaksudnya.


Bara ikut melihatnya, ia tidak bisa mencegah niat baik hati wanita yang sudah menguasai hati dan pikirannya itu. Ia hanya memperhatikan Kyara yang kini berjalan menyeberangi jalan. Namun, saat ia melihat ke sembarang arah, ia melihat sebuah mobil yang melaju sangat kencang menuju arah Kyara.


"Kyara, awas!!!!"

__ADS_1


Happy reading.


TBC.


__ADS_2