
"Kenapa aku merasa kalau perkataannya sama seperti kakak ku." Batin Anna yang mengingat perkataan kakaknya sewaktu di balkon.
****************
Beralih ke Bella yang sudah memulai latihan drama.
"Karna takut dengan kutukan sang Peri Jahat akan terjadi pada Putri mereka, sang Ratu lalu menangis dalam pelukan sang Raja." Ucap Bella.
"Hiks … hiks … hiks … kanda bagaimana-" ucapan Angel dipotong oleh Anna.
"Ada apa lagi Anna?" tanya Bella pada Anna.
"Ee' tidak jadi deh." Gugup Anna.
"Anna, bisakah kau tidak mengacaukan drama ini."
"Maaf ya Bella, tapi sepertinya Anna sedikit tidak enak. Jadi, silahkan dilanjutkan kembali." Timpal Simon.
"Baiklah mari kita lanjutkan."
Mereka lalu kembali melanjutkan latihan tetapi ketika sudah masuk dialognya Angel, Anna selalu menghentikan dramanya. Sampai drama itu diulang sebanyak tujuh kali.
"Heh lo Anna! kalau lo gak suka ya bilang aja, kita semua disini capek! lo terus membuat kita mengulang dramanya lagi dan lagi!" teriak Angel yang menahan kesalnya sedari tadi.
"Anna, jika kau mempunyai masalah jangan dibawa kemari. Tenangkan dirimu," ucap Bella menasehati Anna dengan lemah lembut.
"Oh' kalau begitu aku permisi," ujar Anna dan berlari meninggalkan Aula.
"Latihan kali ini cukup sampai disini saja, silahkan kalian kembali ke kelas kalian masing-masing dan jangan lupa untuk berlatih di rumah." Jelas Bella pada siswa/i yang berada di Aula.
Setelah mendengar pemberitahuan Bella. Katharine, Lucanne dan Simon berlari mengejar Anna sampai ke dalam kelas.
Tetapi sesampainya mereka ke dalam kelas, mereka tidak menemukan Anna di sana.
Mereka bertiga pun menanyakan kepada teman sekelasnya, tetapi teman sekelas mereka berkata bahwa tidak melihat Anna masuk ke dalam kelas.
"Apakah ini salahku?" tanya Lucanne dengan nada suara pelan namun sedih.
"Tidak, hanya saja dia masih ingin mengenal." Timpal Simon.
"Berhentilah berbicara yang tidak masuk akal, kita harus mencari di mana Anna sekarang." Tegas Katharine.
"Emm' … ayolah, dimana kau sebenarnya Anna," sambung nya lagi sembari berpikir keras dimana keberadaan Anna.
"Ha' aku tau! ayo ikut aku." Ajak Katharine pada Simon dan Lucanne.
****************
Beralih ke Anna yang sedang berada di atas gedung sekolah.
__ADS_1
"*Hahh … kenapa aku berlari sampai kemari, heh' aku berlari tanpa tujuan dan berhenti disini. Kakak ketika aku berlari sampai kemari aku terus memikirkan tentang, kenapa aku tidak ingin melihatnya bersama yang lain."
"Ternyata itu karena aku mencintainya*." Batin Anna yang akhirnya mengerti apa sebab dia selalu menghentikan drama saat masuk dialog Angel.
"Tidak berapa lama setelah Anna larut dalam pikirannya tiba-tiba saja Katharine, Simon beserta Lucanne telah sampai di sana.
"Anna!" teriak Katharine yang baru saja sampai.
"Katharine kenapa kau datang kemari?" tanya Anna melihat Katharine yang terengah-engah.
"Pertanyaan apa itu, tentu saja kami datang kemari karena mengkhawatirkan mu." Timpal Simon.
Tanpa berpikir panjang Katharine berlari ke arah Anna dan langsung memeluknya. "Dasar bodoh! jika kau mempunyai masalah katakan saja padaku, kenapa kau harus berlari kemari."
"Maafkan aku, aku terlalu banyak pikiran," ujar Anna yang membalas pelukan Katharine.
"Emm' apakah ini semua salahku?" tanya Lucanne pada Anna.
"Tidak, ini bukan salahmu." Jawab Anna sambil tersenyum.
Anna lalu berbisik pada Katharine. "Ternyata aku mencintainya Katharine." Bisiknya.
"Aku tau dan aku juga sadar kalau kau akan menyadarinya nanti," ucap Katharine lembut.
"Sudahlah, sebaiknya kita kembali ke dalam kelas untuk membersihkan kelas dahulu." Jelas Simon.
Sesampainya mereka ke dalam kelas, mereka langsung merapikt kelas dibantu oleh siswa/i lainnya.
Setelah selesai merapikan kelas, mereka lalu menyusun kelasnya seperti sebuah Cafe dengan diarahkan oleh Anna. Selesai menyusun kelas, mereka duduk dan menunggu jam pulang sekolah.
Disaat bel pulang sekolah tiba mereka semua bersiap-siap untuk pulang, sedangkan Anna, Katharine, dan Simon berniat untuk mendiskusikan tentang kelas mereka di rumah Anna, sedikit merasa tidak bersemangat karena Lucanne tidak dapat hadir.
"Huhh … kita selalu berkumpul bertiga, setidaknya penambahan orang itu bisa membuat lebih baik. Tetapi dia tidak dapat hadir." Katharine menghela napas pelan.
"Dimana dia? kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Anna melihat kanan dan kiri.
"Aku melihatnya tadi sangat terburu-buru untuk pulang, sepertinya dia mempunyai urusan yang mendesak." Tukas Simon.
"Ya sudah deh, kalau begitu bagaimana acara diskusi untuk datang ke rumahku ditunda saja."
"Baiklah, karena aku tau dia tidak datang jadi kau menundanya." Goda Katharine.
"Tidak juga, hmph!" cemberut Anna.
"Hmm' ternyata kau sudah mengetahui perasaan mu padanya, lama sekali." Cibir Simon.
"Terserah aku lah."
"Hei Simon, bisakah kau tidak mengganggu Anna." Kesal Katharine.
__ADS_1
"Aku tidak mengganggunya." Jawab Simon.
"Sudahlah, sebaiknya kita pulang." Ajak Anna pada Katharine dan Simon.
Mereka bertiga kemudian keluar dari kelas, dan ketika sudah sampai di depan gerbang ternyata mereka sudah di tunggu oleh jemputan masing-masing.
Masing-masing dari mereka mengucapkan sampai jumpa.
Di perjalanan pulang Anna bercerita kepada Kakaknya. "Kak jika seandainya aku tidak membiarkannya bersama yang lain, apakah aku egois?" tanya Anna pada Miguel.
"Kau sudah menyadarinya, siapa nama pria itu?" tanya Miguel sambil tersenyum.
"Rahasia." Jawab Anna disertai oleh tawanya.
"Ohh' baiklah. Bukankah hari ini kau latihan?"
"Iya."
"Yang mendapatkan peran seorang Putri adalah kau, Katharine sebagai Peri Jahat, Brian sebagai Pangeran, Angel sebagai Ratu, Lucanne sebagai Raja dan ada beberapa adik kelasmu yang mendapatkan peran lainnya."
"Iya, Kakak kan sudah tau karena aku yang memberitahukan nya, lalu kenapa?"
"Kau bertanya tentang 'jika seandainya kau tidak membiarkannya bersama yang lain, apakah itu egois' begitu bukan?"
"Iya, laku apa jawaban Kakak."
"Ya, jawabanku adalah kay egois."
"Kenapa bisa begitu?"
"Jika seandainya Lucanne tidak dekat dengan Ratu, bagaimana bisa alur ceritanya berjalan."
"Kakak sudah tau?"
"Sikapmu berbeda hanya dengan dia, bagaimana bisa aku tidak tau. Yaa intinya sih begitu, selagi wanita yang dekat dengannya itu tidak berniat merebutnya darimu, maka kau harus membiarkannya dekat dengan wanita itu dan begitu pula sebaliknya."
"Jadi jika seandainya wanita itu mengambil Lucanne dariku, aku boleh marah?"
"Tentu saja, selagi kau mencintainya."
Tak selang berapa lama mereka mengobrol, akhirnya mereka pun sampai di rumah.
Ketika sampai Anna langsung bergegas naik menuju kamarnya dan membersihkan diri.
Sesusai membersihkan dirinya, Anna lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Katharine juga Simon untuk membawa cat dinding, kuas besar dan kecil serta peralatan untuk melukis.
Beberapa menit kemudian Dave datang dan mengetuk pintu kamar Anna mengatakan untuk turun ke bawah karena makan malam sudah siap.
Anna pun langsung turun ke bawah bersama dengan Dave untuk makan malam bersama.
__ADS_1