
Simon yang berada di samping Katharine pergi meninggalkan Katharine yang sedang menangis melihat Anna dalam obrolan vidio itu, begitu pula Miguel yang berada di samping Anna juga pergi meninggalkan Katharine dan Anna mengobrol berdua.
Simon yang sudah berada diluar mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
Drrtt β¦ drrtt β¦ drrtt β¦
Sambungan telepon itu di angkat.
π²"Ada apa Simon?" tanya orang itu.
π²"B*d*bah! apa kau sudah puas, kau sudah membuat dua orang sahabat yang tidak bertemu menangis di hadapanku setelah empat tahun!"
π²"Maafkan aku, bukan maksudku berbuat seperti itu Simon β¦ tapi itu semua demi kebaikannya." Lirihnya.
π²"Kebaikan? apa ini yang kau sebut dengan kebaikan Lucanne! setelah empat tahun kau membuat mereka berpisah dan hari ini mereka bertemu hanya dengan obrolan vidio β¦ itu yang kau katakan kebaikan?"
π²"Kau tau Simon hhh' β¦ Simon, apa kau tau β¦ bagaimana aku selama empat tahun ini berjuang β¦ apa kau pernah mengunjungi ku? apa kau pernah melihat keadaanku? Simon β¦ saat ini aku tenggelam dalam penyesalan ku sendiri β¦"
π²"Jadi kenapa kau memutuskan untuk berkata seperti itu, jika kau sendiri yang akhirnya ikut merasakan sakit."
π²"Karna dia. Dia mengatakan kalau dia selalu menuruti perkataan orang tuanya, hingga aku mendengar kabar kalau dia pergi keluar negeri. Di situ aku mengerti dan aku mengikhlaskan segalanya, aku tidak peduli mau ditiru ataupun meniru."
π²"Ini bukan tentang siapa yang ditiru dan siapa yang meniru, tapi ini tentang dirimu yang salah melangkah dalam mengambil suatu keputusan. Kalau soal meniru, sudah banyak yang meniru dirimu."
π²"Simon, tolong sampaikan maafku padanya."
π²"Kau yang berbuat maka kau sendiri juga yang harus mengatakannya."
π²"Aku hanya bisa meminta maaf padanya dalam halusinasi ku, tidak di kenyataannya."
Setelah mengatakan hal itu, Lucanne lalu menutup sambungan telponnya.
"Lucanne, sebaiknya kau bergerak cepat sebelum orang lain mengambil berlian mu dari tanganmu."
****************
Beralih ke Katharine dan Anna yang sudah tenang dari tangisan mereka.
π»"Anna, kapan kau akan kemari? aku sangat merindukanmu."
π»"Aku akan pulang ketika aku sudah menggapai cita-cita ku."
π»"Kapan itu?"
__ADS_1
π»"Aku pun tidak tau, yang jelas aku pasti akan terus berusaha menggapainya."
Tiba-tiba saja Simon masuk kembali dan duduk di samping Katharine.
π»"Anna, jika kau tidak kembali maka kau tidak di undang ke acara pernikahan kami." Timpal Simon.
π»"Apa!! aku akan kembali, tunggu saja Katharine. Aku akan kembali setelah aku menggapai cita-cita ku."
π»"Itu pasti lama."
π»"Tidak! aku akan pastikan ketika aku tamat kuliah tahun depan nanti, setelah dua tahun aku akan berhasil menggapai cita-cita ku. Apakah kau ingin bertaruh denganku?"
π»"Baiklah, mari kita bertaruh."
π»"Deal!!"
Pembicaraan itupun selesai.
Anna yang berada di dalam kamarnya belajar dengan giat untuk membuktikan perkataannya pada Simon.
****************
Keesokan harinya ketika Anna sudah dijemput oleh Feyrin, Anna menceritakan semuanya pada Feyrin kalau dia telah berbicara pada Katharine melalui obrolan vidio, sedangkan Feyrin memberitahu Anna kalau dia menerima rasa suka Denis.
Miguel, Ael dan Dave datang kekampus untuk melihat Anna. Disaat itu diumumkan mahasiswa/i terbaik di berbagai jurusan yang ada di kampus itu.
Dan Anna termasuk mahasiswi terbaik di jurusan Desain, Anna kemudian diminta naik ke atas panggung untuk memberikan pidato singkat.
Anna pun naik ke panggung dan menyampaikan pidatonya.
"Halo semuanya namaku adalah Anna, aku berada di jurusan Desain. Sebelumnya aku tak menyangka kalau aku adalah mahasiswi terbaik, aku sangat berterimakasih pada semua dosen yang telah mengajariku dan teman-temanku yang selalu menyemangati ku."
"Aku berasa di titik ini karena usahaku yang tak pernah mengkhianati hasil. Aku ingin menggapai cita-cita yang selama ini ku impikan, aku ingin membuktikan kepada orang yang tidak percaya padaku kalau aku bisa menggapai cita-cita ku."
"Prosesnya memang sulit tapi hasilnya sangat memuaskan, mungkin kita semua bisa mengambil pelajaran dari sini, kita tau kalau usaha tidak akan mengkhianati hasil. Mungkin hanya itu saja yang bisa ku sampaikan."
"Pesanku untuk semuanya, teruslah berusaha dan jangan pikirkan kalau kau akan gagal. Baiklah sekian terimakasih." Anna lalu turun dari panggung.
Tak berapa lama acara wisuda pun selesai, seluruh mahasiswa/i bertemu dengan orang tua mereka masing-masing termasuk dengan Anna. Ia menemui Miguel, Ael dan Dave.
Miguel memberikan sebuket bunga pada Anna dan mengucapkan selamat padanya atas kelulusannya. "Selamat Anna kau telah lulus. Jadi, sekarang kau ingin apa?"
"Aku ingin mengejar cita-citaku." Kekeh Anna.
__ADS_1
"Baiklah Kakak akan membantumu, tapi sebelum itu tidak ada niat di hatimu untuk bertemu dengan seseorang yang kau rindukan."
"Seseorang yang ku rindukan? apa maksud Kakak?"
"Ayah dan ibu, apakah tidak ada niat bagimu bertemu dengan mereka? atau kau belum memaafkan mereka."
"Apa yang Kakak katakan, aku sudah memaafkan mereka. Bahkan aku ingin bertemu dengan mereka di haru yang indah ini, aku ingin menunjukkan pada mereka kalau putri mereka yang membantah pada mereka, bisa menjadi seperti ini."
"Ayah, ibu kalian sudah mendengarnya sendiri bukan. Datanglah kemari, jangan terus melihat kami dari kejauhan."
"Apa yang Kakak katakan, ayah dan ibu?"
"Ssstt! kau nanti tau sendiri."
Dari kejauhan Dave melihat kalau ada sepasang suami istri berjalan ke arah mereka, Dave lalu berteriak memanggil sepasang suami istri itu. "Kakek!! Nenek!!"
Mendengar teriakan Dave yang berteriak melihat kebelakang Anna, sontak karena hal itu membuat Anna berbalik ke belakang."
Saat menoleh ia melihat kalau orang tuanya sedang berjalan menuju arahnya. Air matanya tak dapat dibendung, rasa kerinduan yang mendalam kini tercurahkan.
Anna langsung berlari sembari menangis menuju orang tuanya dan memeluk kedua orang tuanya yang sudah sangat lama sekali ia tinggalkan.
"Ayah! Ibu! maafkan aku β¦ maafkan aku karena telah meninggalkan kalian β¦" Lirihnya sembari memeluk Ayah dan Ibunya disertai air mata.
"Anna β¦ maafkan Ibu juga yang tidak mengerti apa sebenarnya yang kau inginkan," ucap Ibunya menangis haru memeluk Anna.
"Anna maafkan Ayah, karena Ayah telah memukulmu. Maukah kau memaafkan Ayahmu ini?" tanya Ayahnya.
"Tidak, akulah yang salah. Kalian berdua tidak bersalah β¦ aku yang bersalah karena meninggalkan kalian β¦"
"Sudahlah jangan saling menyalahkan, mungkin ini semua adalah jalannya agar kita semua mendapatkan pelajaran." Jelas Ayahnya.
Anna mengurai pelukannya dari Ayah Ibunya. Miguel, Ael dan Dave berjalan mendekati mereka.
Dave berlari ke arah Kakek, Neneknya dan memeluknya. "Kakek, Nenek! Dave merindukan kalian!"
"Ah' ternyata cucu Kakek sudah besar. Apakah kau sudah bersekolah?" tanya Kakeknya.
"Emm' suatu hari nanti Dave ingin menjadi seperti Bibi."
"Bagus kalau begitu, apakah Dave mempunyai banyak teman?" tanya Neneknya.
"Tentu saja, teman Dave lebih banyak daripada teman Bibi."
__ADS_1