
Keesokan harinya ketika Feyrin dan Anna sudah sampai di kampus, lagi-lagi ada seseorang yang membawakan sebuah buket bunga dan coklat, tetapi kali ini adalah untuk Feyrin.
Tanpa bertanya siapa yang mengirimkan itu, Feyrin sudah tau siapa yang mengirimkannya. Feyrin lalu merebut semua barang itu dari tukang kurir.
Ia membuang semua barang itu ke tempat sampah dan menarik tangan Anna meninggalkan kurir itu.
Keesokan harinya kurir itu membawakan barang yang sama tetapi kali ini untuk nama Anna.
Feyrin tanpa berbasa-basi langsung membuang barang itu ke tempat sampah lagi.
Hari-hari berlalu, kurir itu selalu datang membawa bunga dan coklat dengan nama Anna dan Feyrin di hari-hari yang bergantian. Tetapi tetap sama, Feyrin selalu membuangnya ke tempat sampah.
****************
Satu tahun pun berlalu, hal itu masih saja berlanjutan. Hingga suatu hari Feyrin yang sudah muak dengan semua itu menerima dan mengambil coklat yang diberikan oleh Sang kurir.
Anna yang melihat itu tidak mengatakan apapun karna ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ketika pulang dari kampus, Feyrin mengantarkan Anna pulang lebih dulu dan setelah itu dia pergi menuju ke perusahaan Duke.
Saat sampai di perusahaan Duke, Feyrin menemui Resepsionis untuk meminta izin bertemu dengan Denis Duke Direktur perusahaan itu.
"Permisi Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Resepsionis pada Feyrin.
"Aku adalah Feyrin, aku ingin bertemu Direktur kalian. Dimana dia?" ucap Feyrin.
"Maaf Nona Feyrin, tapi apakah anda sudah membuat janji sebelumnya?"
"Tidak."
"Maaf jika tidak ada janji, silahkan tunggu sebentar. Karna Direktur kami sedang mengadakan rapat."
"Tapi aku tidak bisa menunggu, aku harus bertemu dengannya!"
Feyrin menerobos masuk ke lift, Resepsionis yang melihat itu laku menghubungi Denis kalau ada seorang wanita mencarinya dan menerobos masuk sembari membawa sebuah buket dan coklat.
Denis yang sedang rapat lalu mengangkat telpon dari Resepsionis. "Ada apa, kau tau bukan kalau aku sedang rapat, Jadi aku tidak bisa diganggu. Bisakah nanti saja kau menghubungiku!"
"Ada seorang wanita bernama Feyrin sedang mencari anda, dan dia menerobos masuk ke lift." Jelas Resepsionis.
"Baiklah aku mengerti."
Feyrin yang berada di dalam lift pun sudah sampai di lantai atas, ia mulai melihat ruangan satu persatu mencari keberadaan Denis dan akhirnya Feyrin melihat satu ruangan.
Ia bergegas ke ruangan itu lalu berteriak memanggil nama Denis. "Denis!!" teriaknya.
__ADS_1
Semua orang yang berada di ruang rapat itu melihat ke arah Feyrin yang membawa bunga dan coklat.
"Ha! ada apa ini … apakah ini rapat? apa aku mengacaukan nya? bagaimana ini." Batin Feyrin gugup dengan beribu pertanyaan di kepalanya.
"Hahaha' … maafkan aku ya semuanya, ternyata pacarku datang tiba-tiba. Pacarku datang untuk memberikan suprise untukku," ucap Denis.
"Haa?"
"Feyrin kemarilah." Denis menatap tajam Feyrin.
Feyrin yang melihat tatapan Denis memutuskan untuk keluar dari ruang rapat tersebut.
Denis langsung berdiri dan mengatakan pada orang yang berada di ruang rapat itu kalau rapat telah selesai. Denis pergi keluar dari ruang rapat lalu mengejar Feyrin.
Ketika sudah terkejar Denis menggenggam tangan Feyrin dan membawanya ke ruangannya.
"Kenapa kay membawaku kemari?" tanya Feyrin kesal.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau datang ke perusahaan ku?" tanya Denis balik.
Dengan geram Feyrin melemparkan buket dan coklat di tangannya ke wajah Denis. "Aku dan Anna tidak membutuhkan ini darimu!!!" tegas Feyrin.
"Tapi aku membutuhkanmu."
"Selama satu tahun unu aku memastikan, kepada siapa hatiku terpaut. Kepadamu atau pada Anna, dan ternyata hari ini aku sudah menyadarinya kalau Anna adalah orang yang tidak bisa ku gapai."
"Ha! kau kira aku peduli? aku tak membutuhkannya omong kosong mu!"
"Ini bukan omong kosong, tapi inilah kenyataannya. Setinggi apapun jabatan ataupun kedudukan ku, jika bukan aku orang yang dicintainya maia usahaku selama ini seperti angin yang bertiup melewatinya."
"Anna sudah mencintai Lucanne dan kau tidak bisa menghilangkan nama itu dari hatinya."
"Tapi aku sudah menuliskan namaku di hatimu."
"Ha? apa maksudmu? namamu di hatiku, cih! aku tidak mau dan aku tidak sudi!"
"Tapi aku sudi-sudi aja."
"Jika aku tidak kau bisa apa!"
"Oh' atau jangan-jangan kau langsung sudi jika aku datang ke rumahmu."
"Aku tidak akan mengizinkan mu datang ke rumahku."
"Jika aku mau kau bisa apa?"
__ADS_1
Karna merasa kalah berdebat dengan Denis, Feyrin memutuskan keluar dari ruangan Denis, Denis yang melihat Feyrin pergi dengan perasaan kalahnya hanya bisa tersenyum.
****************
Keesokan harinya ketika Feyrin menjemput Anna untuk pergi ke kampus, Feyrin menceritakan semuanya pada Anna tentang apa yang terjadi padanya dan Denis kemarin.
Anna tertawa dan tanpa sadar ia menyebutkan dua nama yang mirip seperti kelakuan Feyrin dan Denis.
"Hahaha … Feyrin tingkah laku kalian mirip sekali seperti Katharine dan Simon, hahaha' …" Tawa Anna yang keras perlahan mulai menghilang setelah menyebut nama Katharine dan Simon.
"Anna! kau ini, kenapa kau menyamakan aku dengan Katharine dan Simon. Siapa mereka?" tanya Feyrin kesal.
Anna tidak menjawab pertanyaan Feyrin, melihat Anna yang diam Feyrin menyadari kalau kalah itu adalah nama teman-temannya yang berada di Kota A.
"Anna, sudahlah tidak perlu dipikirkan. Mungkin kau tidak sengaja menyebut nama mereka."
"Feyrin, menurutku kau dan Denis adalah pasangan yang serasi."
"J'Jadi menurutmu kami pantas menjalin hubungan gitu?"
"Ya, tapi aku tidak tau kemauan mu seperti apa. Jika kau tidak mau maka katakan saja terus terang padanya, jangan terlalu memberikan harapan."
"Emm' ya. Aku akan mengatakannya."
"He' sudah berapa lama kita tidak bertemu Katharine. Apa kau merindukan ku? atau hanya aku yang merindukanmu." Batin Anna.
****************
Saat pulang dari kampus seperti biasa Feyrin mengantarkan Anna pulang lebih dulu.
Anna turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumah, ketika Anna masuk ke rumah ia melihat Miguel sedang duduk di ruang tamu sambil berbicara dengan orang yang melakukan obrolan vidio dengannya di laptop.
Ketika Anna ingin menyapa Miguel ia mendengar suara wanita yang sangat familiar baginya. Ia pun terdiam dan tak berkutik dari tempatnya berdiri, sampai Miguel melihat Anna berdiri tak berkutik dan memanggilnya.
"Anna, kenapa kay diam saja di situ. Kemarilah, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," ucap Miguel pada Anna.
💻"Mana! apakah Anna sudah pulang dari kampusnya?"
💻"Tenangkan dirimu Katharine, kau pasti melihat Anna."
💻"Diam kau Simon!"
Anna yang mendengar dua suara yang tidak asing baginya itu, membuat air matanya terjatuh karena terharu.
Anna berjalan mendekati Miguel dan melihat ke arah laptop, Anna dan Katharine saling bertatap tatapan selama beberapa detik dan akhirnya mereka berdua menangis melepas rasa kerinduan satu sama lain.
__ADS_1