Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B 15


__ADS_3

"Tidak kusangka, dia meminta kontak ku." Batin Anna yang berbunga bunga saat mendengar perkataan Lucanne.


"Oh' iya." Anna mengeluarkan ponselnya dan bertukaran kontak dengan Lucanne.


"Hari ini kita melakukan apa?"


"Karena kemarin kita sudah mengecat dinding kelas, maka hari ini kita ajan melukisnya menjadi gambar kucing. Dan menyusun barang-barang seperti gelas untuk minum."


"Oh' iya, ngomong-ngomong tentang kemarin …"


"Maafkan aku, kau melihat diriku yang seperti itu. Aku hanya tidak mau kau disakiti oleh mereka."


"Iya aku tau. Terima kasih."


"Karna kau datang menaiki sepeda, bisakah kau menjemput dan mengantar ku pulang mulai besok." Pinta Anna.


"A'Apa, pergi sekolah denganmu?" gugup Lucanne.


"Kenapa, kau tidak suka ya pergi sekolah denganku?"


"T'Tidak bukan seperti itu."


"Lalu apa?"


"Aku tidak ingin kau malu menaiki sepeda denganku."


"Malu? untuk apa aku malu? jemput saja, malah aku tidak keberatan."


"T'Tapi Anna."


"Aku tidak mendengar apa-apa yang jelas kau harus menjemput dan mengantarku pulang."


"Ck! hahh … wanita ini selalu membuatku penuh dengan senyuman setiap hari." Batin Lucanne tersenyum melihat Anna.


Mereka berdua lalu berjalan menuju kelas dan seperti biasa Bella memanggil mereka untuk latihan.


Setelah latihan mereka kembali ke kelas dan mulai melukis serta mempersiapkan perlengkapan untuk Cafe mereka. Dan di hari itu juga kelas mereka sudah selesai dihias.


"Anna kapan bajunya selesai?" tanya Katharine pada Anna.


"Emm' … kurasa bajunya akan selesai satu hari sebelum acara Festival Budaya dimulai," ujar Anna.


"Jadi Anna hari ini?" tanya Lucanne.


"Hari ini kau pulang saja, lagipula kau tidak datang ke rumahku bukan?"


"Hei Lucanne tumben sekali kau masih berada disini, biasanya ketika bel pulang sudah berbunyi kau langsung pergi." Timpal Simon melihat Lucanne yang masih berada disitu.


"Iya, aku tadi ingin menanyakan sesuatu pada Anna."

__ADS_1


"Berarti besok kita akan pergi kerumah Anna ya?" tanya Katharine.


"Ya. Oh' ya, Lucanne jangan lupa ya. Kalau begitu aku permisi dulu ya, karena aku sudah dijemput oleh kakak ku." Jelas Anna yang kemudian pergi dari dalam kelas tersebut.


Anna pun bergegas pergi meninggalkan Katharine, Simon dan Lucanne yang masih berada di dalam kelas.


Sesampainya Anna di gerbang sekolah ia langsung menaiki mobil dan pulang bersama Kakaknya.


Di perjalanan Miguel dan Anna mengobrol tentang sesuatu.


"Kakak tidak perlu mengantar ku lagi besok ke sekolah," ujar Anna pada Miguel yang sedang menyetir.


"Kenapa, apakah kau sudah ingin pergi bersama temanmu setiap pagi?" tanya Miguel.


"Tidak, hanya saja Lucanne akan menjemput dan mengantarku pulang."


"Baiklah kalau begitu."


Miguel dan Anna pun mengobrol seperti biasa hingga tak terasa mereka sudah sampai ke rumah.


****************


Keesokan harinya, tepat di depan gerbang rumah Anna. Anna sedang menunggu Lucanne untuk datang menjemputnya.


Miguel, Dave dan Ael yang melihat Anna di depan gerbang rumah lantas menghampiri nya dan ingin menanyakan tentang Lucanne. Apakah dia benar-benar akan menjemputnya atau tidak.


"Kau yakin Lucanne akan datang menjemput mu?" tanya Miguel ragu.


"Tapi dia tidak-"


perkataan Ael terpotong oleh suara ponsel Anna yang tiba-tiba saja berbunyi. Anna mengangkat telponnya. πŸ“² "Halo …"


πŸ“²"Halo Anna, kau ada dimana? aku sedang berada di lampu merah, di pertigaan jalan."


πŸ“²"Pertigaan? oh' kau tinggal berbelok sebelah kanan dan kau akan melihatku."


πŸ“²"Ohh' baiklah, bisakah telponnya jangan dimatikan dulu?"


πŸ“²"Ya tentu."


Lucanne yang berada di lampu merah lalu berbelok ke arah kanan seperti yang di katakan oleh Anna.


Setelah berbelok Lucanne dapat melihat Anna yang sedang melambaikan tangan ke arahnya, Lucanne pun membalas lambaian tangan Anna sembari berbicara melalui telpon.


πŸ“²"Anna aku sudah melihatmu, jadi kau bisa mematikan telponnya."


πŸ“²"Ya."


Anna kemudian mematikan sambungan telponnya dengan Lucanne.

__ADS_1


Lucanne yang menaiki sepeda pun tiba di depan Anna. "Selamat pagi Anna, dan selamat pagi juga untuk … ee' ini." Sapa Lucanne yang bingung ingin memanggil Miguel, Dave dan Ael seperti apa.


"Selamat pagi juga. Ini adalah Kakak ku, Kakak iparku dan keponakan ku." Anna membalas sapaan Lucanne dan memperkenalkan Miguel Ael dan Dave kepada Lucanne.


"Oh' selamat pagi Kakaknya Anna."


"Selamat pagi." Balas Miguel disertai anggukan pelan darinya.


"Bibi ini siapa? ini temannya Bibi?" tanya Dave yang bersembunyi di belakang Anna.


"Iya. Namanya adalah Lucanne, ayo beri salam pada Paman Lucanne," ujar Anna pada Dave.


"Tapi aku tidak mengenal Paman ini."


"Dave, karena kau tidak mengenal makanya kita harus saling berkenalan." Timpal Ael menasehati Dave dengan lemah lembut.


"Dave, bukankah kau anak Ayah. Anak Ayah tidak pernah takut untuk berkenalan dengan orang asing." Sambung Miguel.


"Tapi …" ucap Dave ragu sembari menatap Lucanne.


"Dave tidak boleh seperti itu. Maafkan dia ya Lucanne, dia biasanya tidak seperti ini," ujar Anna lembut dan meminta maaf pada Lucanne atas sikap kekanak-kanakan Dave.


"Iya tidak apa-apa." Jawab Lucanne yang mencapai sepedanya lalu membungkuk di hadapan Dave yang masih bersembunyi di belakang Anna.


"Halo, nama Paman adalah Lucanne. Siapa namamu?" tanya Lucanne tersenyum sembari mengarahkan tangannya ingin bersalaman dengan Dave.


"N'Namaku adalah Dave." Jawab Dave membalas tangan Lucanne yang ingin bersalaman dengannya.


"Senang bisa bertemu denganmu Dave, semoga kita bisa menjadi teman dekat."


"Hm." tersenyum dan mengangguk senang.


Miguel, Ael beserta Anna yang melihat keakraban Lucanne dan Dave yang hanya sekelip mata saja lantas tersenyum.


Setelah itu Miguel mengingatkan mereka untuk segera berangkat menuju sekolah, jika tidak mereka akan terlambat sampai ke sekolah.


Anna naik di boncengan sepeda milik Lucanne dan mereka pun pergi bersama-sama ke sekolah dengan berboncengan naik sepeda.


Diperjalanan mereka pergi sekolah Lucanne banyak menanyakan tentang Miguel, Ael dan Dave pada Anna. Dan Anna memberitahukan semuanya dengan detail dsb jelas pada Lucanne.


Setibanya mereka di sekolah. Pandangan semua orang yang berada di luaran sekolah tertuju pada mereka berdua yang sedang berboncengan menaiki sepeda dan ingin memarkirkan sepedanya.


Semua orang bertanya-tanya, mengapa Anna si bunga sekolah mau bersama dengan orang culun. Dan parahnya lagi datang ke sekolah menaiki sebuah sepeda.


Tanpa memikirkan perkataan orang sekitar, Anna lantas menarik tangan Lucanne dsn menggiring nya sampai ke kelas.


Sesampainya mereka berdua di kelas, tidak ada siswa/i yang berbicara tentang mereka. Karena, seluruh murid yang berada di kelas itu mengetahui kedekatan antara Anna dan lucanr.


"Ekhem' sepertinya ada berita panas pagi ini, siapa yang menjadi berita utamanya," ucap Katharine dengan mata yang melirik kesana kemari.

__ADS_1


"Kau selalu tau berita terpanas pagi ini ya," ujar Anna pada Katharine sembari meletakkan kedua tangannya di pinggang.


__ADS_2