
"Ambil saja tidak apa-apa, ini sebagai ucapan terimakasih ku karena kau telah mendengarkan cerita ku tadi." ucap pria itu.
"Tidak perlu, aku dengan senang hati mendengarkannya." Tolak Anna.
"Haih … kalau ditolak seperti ini aku bisa apa, jadi bagaimana jika aku memintamu menjaga kan permen ini untukku, aku akan mengambilnya darimu besok pagi."
"Eh' tapi, aku besok pergi ke kampus."
"Besok aku akan datang ke kampusmu, kau jurusan apa dan siapa namamu?"
"Namaku adalah Anna, aku jurusan Desainer."
"Oh' kalau begitu aku akan datang besok."
Setelah mengatakan hal itu, pria itu lalu meninggalkan Anna sendiri di bangku taman tersebut. Anna yang bingung hanya terpaku melihat pria itu pergi.
Ketika pria itu sudah tidak kelihatan, Anna pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Dari dalam sebuah mobil terlihat ada seorang yang tengah memperhatikan Anna. "Wanita yang sangat menarik, cari tau tentangnya." Ucapnya.
"Baik Tuan Muda." Jawab asisten nya.
"Apakah aku ada acara besok, Theo?"
"Semua pertemuan anda batalkan Tuan Muda, kecuali pertemuan pengalihan perusahaan keluarga Smith."
"Kalau soal itu aku akan memikirkannya nanti."
"Baiklah Tuan."
****************
Beralih ke Anna yang sudah sampai di rumah dan melihat Miguel, Ael dan Dave sudah pulang dari liburan mereka.
Melihat Anna yang baru saja kembali, Miguel lalu bertanya pada Anna dari mana saja dia dan kenapa pintu rumah hanya ditutup tetapi tidak dikunci.
"Anna kau dari mana saja! kenapa pintu rumah tidak kau kunci!" tanya Miguel pada Anna.
"Aku hanya keluar sebentar untuk menjernihkan pikiran, tetapi tidak kusangka terlalu terbawa suasana dan kembali di sore hari." Jelas Anna.
"Ada apa denganmu Anna? kau terlihat sangat sedih, apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ael.
"Apa Bibi sedih tidak ada orang di rumah." Timpal Dave dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Tidak Dave." Jawab Anna.
"Lalu kenapa!"
"Bibi sedih karena mengetahui kalau kakek Leo dari keluarga Smith telah meninggal."
"Apa! kakek Leo meninggal?" tanya Miguel spontan.
"Ya, dan semua harta benda milik kakek Leo akan diserahkan pada cucunya. Besok pagi pengalihan perusahaan dan akan disaksikan oleh berbagai saluran TV dan para direktur yang bekerja sama dengan keluarga Smith."
"Jadi setelah itu seluruh dunia akan tau, siapa cucu kakek Leo."
"Ya. Kalau begitu aku akan masuk ke kamar ku dulu."
Anna pergi menuju kamarnya meninggalkan Miguel, Ael dan Dave di ruang tamu.
****************
Keesokan harinya, seperti biasa Feyrin menjemput Anna untuk pergi ke kampus bersama.
Ketika sampai di kampus Feyrin menyadari kalau Anna membawa sebungkus permen namun dia tidak memakannya, malahan fia hanya memegangnya saja sedari tadi.
Feyrin bertanya kepada Anna dari mana ia mendapatkan permen itu, Anna pun menjelaskan semuanya kepada Feyrin apa yang terjadi kemarin sampai ia diberikan permen oleh seorang pria asing.
Feyrin yang sangat menyukai permen lalu meminta pada Anna untuk memberikan permen yang Anna pegang dari tadi itu.
"Kurasa kau benar, kalau begitu ini untukmu." Anna memberikan permen itu pada Feyrin.
Saat Feyrin sudah memegang permen yang diberikan oleh Anna, sebelum ia ingin membuka bungkus permen dan memakannya tiba-tiba saja seluruh mahasiswa/i berlarian menuju arah gerbang, hingga membuat permen di tangan Feyrin terjatuh.
Karna kesal Feyrin memarahi mereka semua yang berlarian menuju gerbang.
"Ada apa sih! kenapa kalian berlarian ke arah sana! emang ada yang penting? enggak kan. Kalau kalian punya mata berarti kalian lihatlah kalau ada orang disini!" kesalnya.
Tetapi mahasiswa/i itu tidak menghiraukan Feyrin yang kesal, mereka terus berlari menuju ke arah gerbang.
Anna yang melihat Feyrin hanya bisa tersenyum kecil lalu mengambil permen yang terjatuh itu untuk Feyrin.
"Ini Feyrin, aku mengambilnya untukmu," ujar Anna.
Dengan perasaan kesal dan jengkel Feyrin mengambil permen itu dari tangan Anna, tetapi sebelum ia mengambil permen itu sepenuhnya dari tangan Anna, tiba-tiba terdengar ada yang berteriak memanggil nama Anna dari kejauhan.
"Anna!!" teriaknya.
__ADS_1
Sontak mendengar teriakan itu membuat Feyrin dan Anna menoleh secara bersamaan ke arah gerbang, mereka melihat kalau ada seorang pria tampan dengan berpenampilan seperti CEO berjalan menuju arah mereka.
"Eh' itu pria kemarin yang memberikan aku permen," ujar Anna.
"Ha! kau yakin, dia adalah Denis Duke penerus perusahaan Duke termuda. Dia sama seperti Lean tetapi Lean masih menjadi manager di perusahaan ayahnya, sedangkan dia sudah mengambil alih perusahaan ayahnya." Jelas Feyrin.
"Ternyata dari keluarga Duke."
Denis pun sampai di hadapan mereka berdua, melihat Anna dan Feyrin saling memegang permen yang ia berikan pada Anna, Denis tersenyum.
"Hh' ternyata kau masih menyimpan permen yang ku berikan padamu ya Anna," ucap Denis.
"Ah' iya, ini ku berikan lagi padamu. Kalau begitu aku tidak punya urusan lagi padamu, sampai jumpa."
Dengan tergesa-gesa Anna memberikan kembali permen itu pada Denis dan berbalik ingin berjalan pergi meninggalkan Denis. Tapi Denis dengan cepat menangkap salah satu tangan Anna lalu menariknya dalam pelukannya.
Disaat Anna telah berada dalam pelukan Denis, paparazzi mulai mengambil foto dan menyebarkannya di media berita dan internet, dengan cepat berita itu mulai tersebar kemana-mana.
Miguel juga melihat berita itu dan ingin pergi menyusul Anna di kampusnya, tetapi sebelum ia beranjak pergi meninggalkan perusahaannya, ia ditelpon oleh seseorang.
Miguel mengangkat telponnya dan mengobrol dengan orang misterius itu lalu bertanya siapa dia.
Orang misterius itu memberitahukan pada Miguel siapa dirinya hingga membuat Miguel terkejut mendengarnya. Orang itu memberitahukan sesuatu pada Miguel.
Setelah memberitahukan sesuatu pada Miguel, tiba-tiba saja berita tentang Anna dan Denis menghilang dari media sosial.
****************
Beralih ke Denis dan Anna.
Anna yang merasa kesal dengan sikap Denis mendorongnya agar menjauh dari Anna.
Sedangkan Feyrin yang merasa geram dengan sikap Denis yang semena-mena langsung memarahinya.
"Hei!jaga sikapmu. Ini bukan tempatmu untuk bersenang-senang, jadi sebaiknya kau pergi!" tegas Feyrin menatap Denis dengan tatapan kebencian.
"Oh' bukankah ini putri bungsu dari keluarga Carl, apa kau teman baiknya Anna?" tanya Denis pada Feyrin.
"Terserah apa yang kau katakan intinya aku tidak peduli. Kasta mu dan kasta ku tidak jauh berbeda."
"Kenapa kau marah? Anna saja tidak marah, benar kan Anna?"
Anna menatap tajam ke arah Denis. "Pergi!! sebelum aku mematahkan salah satu kakimu."
__ADS_1
Denis yang merasa kalau kondisi tidak baik-baik saja memutuskan untuk pergi dan akan menemui Anna nanti setelah kondisi kembali kondusif.
Anna yang kesal lalu memegang tangan Feyrin dan mengajaknya pwegi meninggalkan lapangan kampus.