Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 2


__ADS_3

Saat sampai ditempat Anna Dave laku duduk di sampingnya. "Bibi, apakah Bibi tidak kuliah?" tanyanya.


"Nanti." Jawab Anna singkat.


"Nantinya kapan! Bibi selalu berkata nanti, nanti, nanti. Tapi Bibi sendiri tidak tau nantinya kapan."


"Hhhh' … lihatlah, bahkan dia berani memarahi Anna," ucap Miguel dari kejauhan melihat Dave memarahi Anna.


"Miguel apa yang sudah kau ajarkan padanya?" tanya Ael.


"Tidak ada, dia belajar sendiri. Aku ini Ayah yang baik, tidak mungkin aku mengajarinya seperti itu."


***************


Beralih ke Dave dan Anna.


"Bibi juga tidak tau, yang jelas nanti Bibi akan pergi kuliah," ujar Anna masih dengan tatapan kosongnya menatap Dave.


"Hais … Bibi! bukankah Bibi mengatakan pada Dave sewaktu ditelpon Bibi ingin menjadi seorang Desainer terkenal." Jelas Dave.


"Yaa …"


"Tapi kenapa Bibi masih bermalas-malasan. Bukankah Bibi ingin membuktikan pada paman Lucanne kalau Bibi bisa menjadi orang hebat, tapi Bibi sama sekali tidak ada niat untuk mengejar cita-cita Bibi."


"Apakah Bibi berbohong? pada paman Lucanne dan diri Bibi sendiri. Bibi bukanlah Bibi ku, Bibi ku sekali menepati janjinya." Timpal nya lagi.


"Berbohong? Bibi tidak seperti itu Dave, Bibi selalu menepati janji Bibi."


"Bohong!!"


"Emang janji apa yang Bibi ingkari?"


"Bibi pernah berjanji pada paman Lucanne, kalau Bibi dan paman Lucanne akan bertemu ketika Bibi dan paman Lucanne sudah menggapai cita-cita masing-masing."


Mendengar perkataan Dave sontak membuat Anna terkejut dan mengingat kembali janjinya dengan Lucanne.


FLASHBACK ON*


"Anna, apa cita-cita mu?"


"Aku ingin menjadi Desainer terkenal, kalau kau ingin menjadi apa?"


"Aku ingin menjadi seorang Direktur."


"Wow' tinggi sekali cita-cita mu itu, tapi tidak apa-apa aku yakin kau pasti bisa. Dan aku akan menunggu waktu itu tiba, dimana kita sudah bisa menggapai cita-cita kita masing-masing."


FLASHBACK OFF*


"Bukankah itu yang Bibi katakan pada Dave, tapi kenapa Bibi berbohong!"


Anna langsung memeluk Dave sambil menangis. "Hiks … hiks … hiks … maafkan Bibi Dave, Bibi yang salah. Bibi telah mengingkari janjinya Bibi."


"Bibi, sudah jangan menangis lagi. Maafkan Dave sudah mengatakan perkataan yang jahat pada Bibi."


"Tidak, Dave benar Bibi yang salah."


Melihat Anna menangis dalam pelukan Dave, Miguel dan Ael pun menghampiri mereka berdua.


"Anna kau boleh trauma, tetapi jangan sampai kau melupakan dirimu sendiri," ucap Miguel pada Anna.


"Anna, kita boleh jatuh tetapi jangan lupa untuk bangkit." Timpal Ael sembari memeluk Anna dan Dave.

__ADS_1


Anna menangis tampa henti dan juga ia mengakui semua kesalahannya dalam tangisan nya kali ini.


"*Kenapa aku menjadi seperti ini? apa aku selemah ini hanya karena cinta? aku bahkan melupakan diriku sendiri. Ini bukan diriku, aku tidak peduli kau menyukai siapa Lucanne, yang jelas janjiku dan perkataanku yang ku ucapkan akan ku tepati."


"Aku dan kau akan bertemu disaat kita sudah menggapai cita-cita kita*." Kekeh Batin Anna menguatkan kembali tekadnya.


Tidak berapa lama, Anna pun akhirnya berhenti menangis. Ia laku berkata pada Kakaknya kalau dia akan masuk ke dalam kamarnya.


Miguel lalu membiarkannya karena Miguel tau kalau Anna butuh tempat untuk memenangkan dirinya.


Anna berjalan pergi menuju kamarnya dan meninggalkan Miguel, Ael juga Dave yang masih berada di ruang tamu.


****************


Keesokan harinya, Miguel dan Ael kembali khawatir lagi dengan Anna yang tidak kunjung keluar dari kamarnya.


Miguel pun meminta Dave untuk memanggil Anna di kamarnya, Dave mengangguk dan pergi menaiki tangga ingin memanggil bibinya untuk sarapan pagi bersama.


Disaat Dave ingin menaiki tangga memanggil bibinya, ia melihat bibinya berada di atas tangga dengan mengenakan pakaian yang rapi dan menyandang tas kecil dibelakangnya.


"Bibi." Ucap Dave melihat Anna sedang berdiri di atas tangga.


"Dave? untuk apa kau naik, bukankah kita harus sarapan pagi," ujar Anna.


"Ee' aku naik ingin memanggil Bibi."


"Yasudah kalau begitu, ayo kita turun untuk sarapan."


Anna dan Dave lalu turun dan berjalan menuju meja makan melihat Anna seperti itu, Ael dan Miguel tersenyum.


"Selamat pagi Anna, kulihat kau sangat cerah pagi ini," ucap Miguel melihat Anna yang berseri-seri.


"Pagi juga Kak. Emm' kurasa tidak begitu," jawab Anna.


"Ibu benar, Bibi sangat cantik pagi ini." Sambung Dave.


"Tidak juga."


"Sudahlah, sebaiknya kita sarapan pagi dulu. Dan setelah itu Anna, Kakak akan mengantarmu pergi ke kampus." Jelas Miguel.


"Tidak perlu, aku akan naik bus hari ini."


"Kenapa kau tidak ingin ku antar?"


"Tidak ada, hanya saja aku ingin naik bus hari ini."


"Baiklah kalau begitu."


Mereka pun sarapan pagi bersama. Seusai sarapan pagi Anna langsung pergi ke halte bus, ketika bus datang ia lalu naik dan duduk di salah satu kursi bus.


Saat berhenti di perhentian selanjutnya, ada seorang wanita yang naik dan wanita itu meminta izin pada Anna untuk duduk di sampingnya.


"Permisi, bolehkah aku duduk di sampingmu?" tanyanya.


"Ya boleh, silahkan saja," jawab Anna ramah.


"Terimakasih."


"Ya sama-sama."


Tidak beberapa jauh bus berjalan, orang yang duduk di samping Anna pun mulai mengajaknya mengobrol.

__ADS_1


"Emm' nama kamu siapa ya?"


"Anna."


"Oh' kenalin namaku Wyn," ucapnya sembari menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan Anna.


"Oh' iya." Anna membalas ukuran tangan Wyn.


"Kamu masih kuliah ya?"


"Iya, kamu juga?"


"Iya. Kamu kuliah jurusan apa?"


"Desainer."


"Loh sama dong."


"Oh' iya."


"Iya."


"Berarti kita sedang menuju ke tempat yang sama."


"Iya. Anna kamu dari keluarga besar ya?"


"Gak juga kok. Aku dari keluarga Leroy."


Mendengar perkataan Anna seketika membuat Wyn terdiam.


"Wyn ada apa?"


"A' ee … tidak, hanya saja aku tidak menyangka aku bisa bertemu dengan keluarga besar."


"Tidak jangan seperti itu."


"Tapi bukankah kau bangga?"


"Tidak juga."


Pembicaraan mereka pun berakhir, tanpa mereka sadari akhirnya mereka sudah tiba dikampus.


Ketika berjalan bersama dengan Wyn, Wyn sama sekali tidak berbicara sepatah kata apapun. Hingga Anna tiba di ruangannya.


Disaat Anna masuk, seluruh mata tertuju padanya dan semua orang mulai berbisik satu sama lain.


"Siapa dia? apakah dia mahasiswi baru?" Bisik mereka semua.


Mendengar keributan tentang dirinya Anna memutuskan untuk keluar sebentar sebelum kelas dimulai. Ketika ia ingin berbalik tak sengaja ia menabrak seseorang yang sedang lewat.


*Brukk


"Maaf maaf, aku tidak sengaja." Reflek Anna.


Semua orang yang melihat itu terdiam tanpa berkata apa-apa.


"Kau, kau mahasiswi baru kan?" tanya orang itu.


"Ee' … iya." Jawab Anna.


"Siapa namamu?:

__ADS_1


"Anna, namaku Anna Leroy. Apakah ada yang salah? aku minta maaf telah menabrak mu, aku minta maaf, aku sungguh-sungguh minta maaf."


__ADS_2