Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B. 14


__ADS_3

"Anna, kau ini orang yang sangat cantik karna itu semua orang menggelari mu sebagai bunga sekolah, walaupun kau sendiri tak menganggapnya seperti itu." Jelas Bella.


"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan."


"Aku tau Felix memanggilmu tadi kenapa, itu pasti dia ingin mengatakan rasa sukanya padamu bukan."


"Lalu kenapa?"


"Kau menerimanya atau tidak."


"Tergantung aku, karena aku tidak suka orang yang berharap lebih padaku, maka aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak menyukainya."


"Apa! kenapa kau menolaknya. Dia begitu tulus mencintaimu, bahkan dia selalu bercerita tentang dirimu. Kebaikanmu ketika kau bersamanya dan-"


Penjelasan Bella langsung dipotong oleh Anna. "Bella, aku bukanlah orang yang bisa kau nilai dengan sekecil mata. Jadi, sudahi bicara omong kosong mu itu. Kau bicara seperti ini bukankah kau menyukainya, lalu kenal kau menyerahkannya padaku?" tanya Anna.


"Karena aku tidak mau dia terus bersedih, aku tidak mau senyumnya itu hilang, aku tidak mau kebahagiaan nya itu hancur. Jadi, aku terus mensupport dia untuk terus mengejarmu." Jelas Bella.


"Hahh … romantis sekali. Bella, terkadang rasa suka itu berbagai macam, bisa suka karna baik, cantik, pintar, kaya dan sebagainya. Tapi ada rasa suka yang tidak bisa dijelaskan, karna apa? karna kita benar-benar mencintainya."


"Jadi maksudmu?"


"Dia tidak benar-benar menyukaiku, dia hanya penasaran denganku. Apakah itu jelas."


"Ya."


"Jika kau menyukainya kejar dia, jangan terus membawa namaku. Karna aku tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan kalian, kalau begitu aku permisi." Anna berbalik dan ingin berjalan pergi.


Sebelum Anna berjalan pergi Bella sempat menanyakan sesuatu. "Lalu siapa orang yang kau sukai?" tanya Bella.


"Orang yang saat ini sedang berada di sampingku, orang yang selalu ku genggam tangannya dan orang yang selalu mengkhawatirkan diriku dari pada dirinya." Jelas Anna.


"Siapa namanya?"


"Lucanne." Setelah mengatakan itu Anna lalu pergi meninggalkan Bella.


Ketika Anna masuk ke dalam Aula, Anna melihat Katharine yang sedang berdebat dengan Brian dan Angel. Seketika pandangan Anna tertuju pada Lucanne.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Anna melihat wajah Lucanne yang memar. Anna langsung bergegas menghampiri Katharine dan Lucanne.


"Apa yang sedang terjadi, kenapa bisa seperti ini? Lucanne wajahmu," ujar Anna panik melihat wajah Lucanne.


"Lucanne katakan saja yang sejujurnya, jangan takut." Ucap Katharine pada Lucanne.


"Katharine apa yang sebenarnya terjadi?"


"Eh' ternyata sang pahlawan datang disaat kesulitan, menarik." Timpal Angel melihat kehadiran Anna di sana.


"Anna kenapa kau selalu membelanya, dia itu selalu membuatmu dalam kesulitan. Bahkan-"


Sebelum Brian menyelesaikan perkataannya Anna langsung memotongnya. "Cukup, aku tidak mau mendengar omong kosong mu lagi. Sepertinya disaat aku mendiamkan kalian, ternyata kalian semakin bertahta ya. Jika kalian menangani ini dengan tangan maka aku juga."


"Anna sebaiknya jangan, nanti kau akan masuk ruang BK. Lucanne kenapa kau diam saja, cepat cegah Anna. Tolong Olin! bisakah kau memanggil kan Simon di kelasku!" teriak Katharine meminta tolong pada Olin yang sedang berada di sana.


"Baik Kak." Olin bergegas pergi menuju kelas 12-A untuk memanggil Simon.


Sesampainya di kelas 12-A ia lalu memberitahukan Simon tentang semuanya, dan apa yang terjadi di Aula.


"Begitulah ceritanya Kak." Jelas Olin.


"Anna, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan." Batin Simon cemas.


Tibanya Simon dan Olin di Aula, ia melihat kalau Anna sedang dipegangi oleh Bella, Katharine dan beberapa siswi lain. Sedangkan Katharine berteriak pada Lucanne untuk menenangkan Anna.


Melihat hal itu Simon lalu mengalihkan pandangannya ke arah Brian dan Angel yang sedang duduk terpaku dan tidak bisa berkata apa-apa melihat Anna.


"Kemarilah, kenapa kalian duduk terlalu jauh. Sini kemarilah, bukankah kalian ingin menyelesaikannya dengan tangan, aku juga bisa," ujar Anna yang melihat ke arah Brian dan Angel dengan tatapan dingin sembari memberontak untuk dilepaskan.


"Anna berhentilah, tidak seharusnya kau seperti ini," ucap Simon ingin menyadarkan Anna dari emosinya.


"Anna … aku benar tidak apa-apa, ini hanya memar biasa. Jadi, kau tidak perlu semarah ini." Timpal Lucanne yang terus menenangkan Anna.


"Anna, mereka bukan kakakmu yang bisa melawan mu. Jadi, bisakah kau jangan menyamakan nya," ucap Katharine yang menyadarkan Anna.


Sontak karena perkataan Katharine, kemarahan Anna semakin mereda dan pemberontakan Anna perlahan-lahan mulai berhenti.

__ADS_1


"Oh' iya, kau bukan kakak ku jadi aku akan memaafkan mu," ujar Anna yang sudah mereda dari emosinya.


"Kau, Anna bagaimana bisa kau menjadi seperti tadi?" tanya Bella seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.


"Sewaktu aku ingin masuk sekolah menengah pertama, kakakku menyuruhku untuk ikut taekwondo. Jadi, setiap pulang sekolah kakak ku selalu mengantar ku kesana, sampai tidak berapa lama ia pergi aku tetap diantar kesana oleh ayah dan ibuku." Jelas Anna.


"Dan aku berhenti disaat aku ingin naik sekolah menengah akhir." Timpal nya lagi.


"Anna sebaiknya kau mengobati lukamu dulu," ucap Katharine pada Anna.


"Aku tidak terluka, yang seharusnya kalian khawatirkan itu Brian dan Angel."


"Bella sebaiknya latihan ini diberhentikan saja, karena jika dilanjutkan mungkin akan menjadi kacau." Pinta Simon pada Bella.


"Kurasa kau benar. Dengarkan semuanya latihan ini diberhentikan. Besok kita akan melanjutkan latihan ini lagi." Jelas Bella pada seluruh siswa/i yang berada di Aula.


"Sudahlah ayo kita kembali ke kelas dah Lucanne aku akan mengobati mu dulu di UKS sekolah," ujar Anna.


Anna dan Lucanne lalu pergi ke ruang UKS, sedangkan Katharine dan Simon kembali ke dalam kelas.


Seusai mengobati Lucanne di ruang UKS, Anna dan Lucanne segera kembali ke kelas untuk menghias kelas mereka.


Mereka yang berada di kelas 12-A saling bantu membantu menghias kelas mereka. Sampai jam pulang sekolah pun tiba.


Seperti biasa Lucanne selalu pulang lebih dulu daripada yang lain, ketika Anna berjalan menuju gerbang sekolah, ia sudah dijemput oleh Miguel.


Anna kemudian naik ke dalam mobil dan menceritakan pada Kakaknya tentang apa yang terjadi di sekolah.


Miguel tersenyum. "Kau berhenti hanya karena mereka bukan aku, kau memang selalu membuatku tersenyum."


Miguel dan Anna mengobrol di sepanjang perjalanan pulang hingga mereka tak terasa sudah sampai ke rumah.


****************


Keesokan harinya, Anna yang sudah sampai di sekolah lebih awal tidak sengaja melihat Lucanne yang datang ke sekolah menggunakan sepeda.


Lucanne yang juga melihat Anna lalu bergegas memarkirkan sepedanya, dan langsung menemui Anna.

__ADS_1


"Lucanne, berarti setiap pagi kau menaiki sepeda?" tanya Anna pada Lucanne.


"Iya. Oh' iya Anna, bisakah aku meminta kontak mu karena besok aku akan pergi ke rumah mu." Pinta Lucanne.


__ADS_2