Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 7


__ADS_3

Teriakan itu bergema sampai membuat Feyrin tersadar dari pingsannya.


Feyrin lalu melihat sekelilingnya dan menyadari kalau dia berada di kamar hotel.


Dalam kamar itu Feyrin melihat sifat Anna yang sebenarnya. Anna terus mencambuk pria asing yang ingin meniduri Feyrin, dengan wajah dingin dan tanpa belas kasihan sedikit pun Anna terus mencambuk pria itu, hingga punggung belakangnya berdarah.


Feyrin yang merasa itu sudah tidak wajar langsung menghentikan Anna. "Anna, sudah cukup!!" teriak Feyrin.


Mendengar Feyrin berteriak, Anna menghentikan cambukan nya. Terlihat kalau pria itu sudah sangat lemah karena terus menerus dicambuk Anna.


"Tapi Feyrin, dia ingin melakukan perbuatan keji padamu," ujar Anna pada Feyrin.


"Sudahlah, lagipula dia sudah tidak sanggup lagi berdiri. Jika kau terus melanjutkan nya, maka dia akan mati disini."


"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi dari sini." Ajak Anna berbalik pergi bersama Feyrin sambil membawa ikat pinggang yang sudah ia bawa sedari tadi.


"Heh' cuih! dasar laki-laki b*n*t*ng." Feyrin meludahi tubuh pria itu dan menendangnya sebelum ia pergi dari situ.


Mereka berdua beranjak pergi meninggalkan bar.


Sebelum mereka keluar dari bar, Feyrin mengingat kalau tadi ia melihat Silva dibawa oleh seorang wanita. Ia langsung memberitahunya pada Anna, Anna yang merasa kalau ada yang tidak beres terjadi pada Silva lalu naik kembali ke hotel.


Karena Anna sudah memeriksa lantai satu saat sedang mencari Feyrin tadi, mereka langsung naik ke lantai dua untuk mencari keberadaan Silva di sana.


Tetapi pencarian mereka di lantai dua tidak membuahkan hasil karna Silva tidak ada di sana. Mereka berdua bergegas mencari di lantai lainnya tetapi Silva tetap tidak ada, hingga mereka tiba di lantai lima.


Ketika mereka tiba di lantai lima, Anna langsung menendang pintu pertama yang ia lihat. Dan berapa terkejutnya mereka menemukan Silva di kamar itu tanpa berpakaian sehelai benang pun, dan lebih terkejutnya lagi Silva sudah dimainkan oleh seorang pria bi*d*b.


Tanpa berbasa-basi Anna bergegas berjalan ke arah pria tersebut, kemudian mencambuk nya dengan keras dan menyeretnya hingga ia terjatuh dari ranjang.


"Aaacckkhh!!" teriak pria bi*d*b itu kesakitan.


Sedangkan Feyrin bergegas ke arah Silva dan menyelimuti nya dengan selimut hotel.


Karena merasa keadaan semakin buruk, Feyrin pun menelpon Lean.


****************


Beralih ke Lean yang tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu, akhirnya keluar untuk menjernihkan pikirannya.


Disaat sedang menenangkan pikirannya yang kacau, tiba-tiba ponselnya berdering.


Drrtt … drrtt … drrtt …


"Feyrin? untuk apa dia menelpon ku malam-malam begini, apakah dia sudah memaafkan ku." Batin Lean melihat ponselnya yang berdering.


"Hais! sebaiknya ku angkat saja." Ucapnya bermonolog pada diri sendiri.


Lean lalu mengangkat telpon dari Feyrin.

__ADS_1


📲"Halo … ada apa Feyrin?"


📲"Lean!! Silva dalam bahaya!!" teriak Feyrin.


📲"Apa!! kalian dimana sekarang."


📲"Datanglah ke bar xxx di lantai lima, di pintu kamar pertama yang terbuka."


Setelah memberitahukan lokasi mereka, Feyrin mematikan sambungan telponnya.


Lean bergegas menuju mobilnya, setelah dinyalakan Lean langsung menancap gas mobilnya.


****************


Beralih ke Feyrin, Silva dan Anna yang berada di kamar hotel.


Anna yang sudah membuat pria itu luka-luka di sekujur tubuhnya, membuat pria itu tak berdaya. Tanpa belas kasih Anna lalu mengikat leher pria itu dengan ikat pinggang yang di bawanya.


"Aku ingin bertanya kepadamu, sebaiknya kau menjawabnya," ujar Anna dingin sembari menarik ikat pinggang yang telah terikat di leher pria itu.


"Ukh … A'aa … kh." Lirih nya tercekik.


"Heh! aku ingin bertanya, apakah kau sudah mengambil kesuciannya."


"A'akh … A'aakh …" Lirih nya menggelengkan kepala.


Anna menampar wajah pria itu. "Berbicaralah yang jelas!!"


Anna pun melepaskan ikat pinggang dari leher pria itu dan menampar pria itu sekali lagi dengan keras sehingga membuatnya tak sadarkan diri.


Anna berjalan ke arah Feyrin dan melihat Silva yang tengah kepanasan. "Ada apa dengannya?" tanya Anna bingung.


"Sepertinya dia …" ucap Feyrin terjeda.


Tiba-tiba Lean datang dan berteriak memanggil nama Silva.


"Silva!!!" Teriaknya.


Saat Lean berteriak, ia dibuat terkejut dengan pemandangan di kamar itu. Tetapi ia mengesampingkan semua itu dan bergegas menuju arah Feyrin yang tengah memeluk Silva.


"Silva, apa yang terjadi padamu?" tanyanya sembari mengambil Silva dari pelukan Feyrin.


"Karena kau sudah berada disini, pastinya kau sudah tau apa yang terjadi pada Silva." Jelas Feyrin.


"Ha … tidak mungkin …"


"Kesuciannya masih belum di ambil, tetapi dia sudah … dimainkan oleh pria itu. Mungkin Silva akan trauma karna hal ini." Timpal Anna turut sedih melihat Lean dan Silva.


"Haa … hiks … hiks …"

__ADS_1


"Lean, tenangkan dirimu," ucap Feyrin.


"He' dasar bodoh. Menangis tidak akan merubah segalanya, yang telah terjadi tidak akan bisa diulang kembali. Sebaiknya kau memikirkan cara bagaimana membuatnya sadar." Sambung Anna lagi.


"Air, mandikan dia dengan air dingin."


"Kalau begitu angkat adikmu ke kamar mandi, sisanya serahkan padaku dan Feyrin."


Lean menuruti perkataan Anna dan membawa Silva ke kamar mandi lalu meletakkan nya di bathtub.


Setelah meletakkan Silva di bathtub, Lean pergi meninggalkan Silva dan menyerahkan sisanya pada Anna dan Feyrin.


Tidak berapa lama Silva keluar dari kamar mandi dengan memakai bajunya dan dipapah oleh Anna dan Feyrin.


Lean melihat wajah adiknya yang sangat pucat, terlihat dari wajahnya kalau ia sangat takut juga trauma atas kejadian yang baru saja ditimpa nya.


Lean memapah adiknya itu dan turun ke bawah bersama Anna dan Feyrin.


Tanpa mengucapkan terimakasih kepada Anna dan Feyrin, Lean yang khawatir pada adiknya langsung membawa adiknya pulang.


Sedangkan Feyrin dan Anna tidak memperdulikan hal itu, mereka juga pulang dengan jemputan pribadi Feyrin.


Feyrin mengantarkan Anna pulang. Sesampainya Anna di rumah, Miguel dan Ael sudah menunggu Anna di ruang tamu.


"Dari mana saja kau, kenapa kau baru pulang Anna?" tanya Miguel dengan ekspresi dingin menatap Anna.


"A'Aku …" gugup Anna.


"Anna, seorang wanita tidak baik pulang larut malam." Timpal Ael tersenyum dingin.


"Maafkan aku."


"Memangnya kau habis dari mana?" tanya Miguel lagi.


"Aku habis dari bar xxx."


"Apa!! untuk apa kau datang kesana!!"


"Aku … hanya ingin menenangkan diri."


"Anna, kami tidak melarang mu untuk pergi kemana saja, tetapi tidak ke tempat seperti itu." Jelas Ael menasehati Anna.


"Anna, se terpuruk apapun dirimu … kau masih punya tempat untuk pulang, kau selalu menasehati orang lain tetapi tak pernah menasehati dirimu sendiri." Tegas Miguel.


"Ya … aku tau."


"Anna … jika seandainya Lucanne melihatmu seperti ini, dia pasti akan terkejut."


Sontak Anna terkejut mendengar perkataan Miguel, ia bergegas lari menuju kamarnya dan meninggalkan Miguel serta Ael yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Miguel sebaiknya kau jangan mengungkit Lucanne di depan Anna." Tukas Ael.


__ADS_2