Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B 13


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Anna mengatakan kepada semuanya kalau dia akan langsung tidur karena besok dia akan menghias kelasnya. Anna lalu berjalan naik menuju kamarnya.


Sesampainya Anna di kamar ia lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke grup teman sekelasnya untuk besok memakai baju olahraga. Seusai memberitahukan hal itu Anna meletakkan ponselnya dan tidur.


****************


Keesokan harinya Anna yang sudah bersiap-siap bergegas turun ke bawah dan menemui kakaknya sambil memberikan kertas beserta gambar sebuah baju.


Miguel yang mengerti maksud dari Anna lalu mengambil kertas tersebut dan memotret gambar sebuah baju yang diberikan Anna. Setelah itu Miguel pun mengantarkan Anna ke sekolah.


Sesampainya di sekolah Anna langsung bergegas pergi kenuju kelasnya.


Ketika sampai di kelas Anna tidak meminta kepada teman-temannya untuk mengecat kelasnya terlebih dahulu. Anna mengatakan kepada mereka bahwa akan mengecat kelasnya setelah selesai latihan drama di siang hari.


Beberapa menit kemudian Bella datang dan memanggil Katharine, Lucanne dan Anna untuk latihan, juga memperingatkan Anna untuk tidak merusak latihan kali ini. Mereka pun pergi ke Aula untuk latihan.


Latihan dimulai dan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dari siapapun.


"Heh' tumben sekali kau tidak mengganggu kali ini." Cibir Angel pada Anna.


"Itu terserah padaku," ujar Anna cuek.


"Tentu saja Anna tidak akan menggangu terus menerus, karena dia bukan lalat sepertimu yang mengganggu setiap hari." Ketus Katharine melihat Angel dengan tatapan kesalnya.


"Kau!"


"Diam atau aku yang membuatmu diam." Tegas Anna melihat Angel dengan tatapan dingin.


"Anna, sebaiknya kau jangan menatapnya seperti itu," ucap Lucanne.


"Kenapa kau membelanya?"


"Aku tidak mau orang lain membencimu, kau tau Angel seperti apa. Jadi, jauhi dia."


"Huhh … baiklah."


Tiba-tiba Bella mendatangi Anna. "Anna." Panggilnya.


Disaat yang bersamaan terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. "Anna!" teriak orang tersebut memanggil nama Anna.


"Felix?" ujar Anna bingung.

__ADS_1


Pandangan semua orang tertuju pada Felix yang berada di pintu Aula sambil memanggil nama Anna, sedangkan Lucanne yang berada di samping Anna hanya melirik Felix di depan pintu Aula.


"Anna apakah kau bisa berbicara sebentar denganku?" pinta Felix berjalan mendekati Anna.


"Tidak, aku tidak punya waktu." Ketus Anna.


"Tapi …"


"Oh' iya Bella, apa yang ingin kau katakan?" tanya Anna pada Bella dan mengabaikan Felix.


"Jika kau ingin berbicara dengan Felix ya sudah tidak apa-apa, aku akan mencari mu untuk membicarakan sesuatu nanti. Untuk saat ini kalian semua boleh beristirahat dan setelah istirahat kita akan melanjutkan latihan lagi di mulai dari awal." Jelas Bella.


"Hufh … baiklah Felix kau ingin berbicara dengan ku kan. Apa yang ingin kau bicarakan?" Anna menghela napas kasar.


"Bisakah berbicara di luar Aula?" tanyanya.


"Tentu."


Felix berjalan keluar Aula, sedangkan Anna menggenggam tangannya Lucanne dan membawanya pergi keluar Aula menyusul Felix.


"A'Anna, kenapa kau membawaku juga?" tanya Lucanne bingung.


"Sudahlah ikut saja," ujar Anna yang membawa Lucanne pergi keluar dari Aula.


Anna kenapa kau membawa dia. Dia i-" kesal Felix namun perkataannya langsung dipotong oleh Anna.


"Lucanne, namanya adalah Lucanne. Kau bisa memanggil Lucanne bukan dengan sebutan dia." Tegas Anna.


"Anna ini." Ucapan Lucanne pun juga dipotong oleh Anna.


"Tidak Lucanne, kali ini jangan ceramahi aku. Aku menghormatinya di depan orang ramai karena dia adalah ketua OSIS, tapi jika seperti ini caranya berbicara dengan orang lain maka dia tidak pantas untuk dihormati."


"Anna aku minta maaf, maafkan aku."


"Bisakah langsung ke intinya saja, apa yang ingin kau bicarakan?"


"Anna aku … sebenarnya waktu aku pertama kali bertemu denganmu,aku tidak menyangka kalau akan satu kelas denganmu. Aku ingin berbicara denganmu dan selalu ingin berbicara terus denganmu."


"Sampai akhirnya aku memutuskan untuk dekat denganmu. Pada akhirnya aku bisa berbicara denganmu, walaupun begitu aku tau kalau orang yang dekat denganmu bukan hanya aku. Sampai di tahun kedua sekolah menengah pertama aku tidak satu kelas lagi denganmu."


"Tetapi aku selalu mendatangimu di kelasmu. Masuk di tahun ketiga ternyata kau sudah mempunyai teman baru, jadi aku menjauhimu. Akhirnya aku menyesal ketika lulus, aku tidak bertemu denganmu lagi."

__ADS_1


"Disitu aku sadar, kalau aku menyukaimu. Dan tidak kusangka aku bertemu denganmu lagi di sekolah ini, tapi ternyata kau juga mempunyai banyak teman disini hingga membuatku tidak bisa menemuimu secara pribadi."


"Jadi bagaimana Anna, apakah kau juga menyukaiku juga?" tanya Felix dengan penjelasan cintanya yang panjang.


"Tidak. Aku sama sekali tidak menyukaimu, aku hanya menganggap mu sebagai teman dan tidak lebih," jawab Anna yang menggenggam tangan Lucanne semakin erat.


"Kenapa Anna, dan lagi kenapa sikapmu berubah. Sikapmu berubah di tahun kedua sewaktu sekolah menengah pertama."


"Aku suka mempunyai banyak teman, tapi tergantung orangnya juga. Kenapa aku merubah sikapku kepadamu itu karna dirimu sendiri."


"Apa!"


"Kau terlalu memamerkan prestasi yang kau raih. Kau tau bagaimana caranya kau mendapatkan prestasi itu, itu karena ada orang yang mengalah dan membiarkan kau mendapatkan prestasi itu. Ya jadi seperti itulah, dari situ aku sudah mulai menjauhimu," jelas Anna.


"Karena aku benci dengan sikapmu yang terlalu bangga atas kehebatan mu yang tidak seberapa." Sambungnya lagi.


"Jadi itu semua," ucap Felix.


"Ya. Kalau begitu aku permisi, karena bukan hanya kau yang ingin berbicara secara pribadi denganku." Anna berbalik dan mengajak Lucanne berjalan pergi meninggalkan Felix.


Ketika Anna dan Lucanne ingin pergi meninggalkan Felix, tiba-tiba saja adik kelasnya yang bernama Olin keluar dari Aula dan memanggil nya.


"Kak Anna, Kakak dipanggil oleh kak Bella," panggilnya pada Anna.


"Oh' apakah jam istirahat nya sudah selesai?" tanya Anna pada Olin.


"Emm' tidak tau, yang jelas kak Bella memanggil Kakak."


Lucanne, Anna dan Olin kembali masuk ke dalam Aula. Sampainya di dalam Aula, Bella yang berada di pintu belakang Aula yang menuju keluar pun memanggil Anna. "Anna kesini!" panggil Bella.


"Lucanne, jika seandainya kay disakiti oleh orang lain katakan saja padaku. Kau mengerti," ujar Anna pada Lucanne.


"Iya aku mengerti," jawab Lucanne sembari mengangguk pelan.


Anna lalu meninggalkan Lucanne, dan meminta Katharine untuk memantau Lucanne.


Sesampainya Anna di belakang Aula Bella langsung menutup pintu.


"Apa yang ingin kah bicarakan, bisakah langsung pada intinya saja," ujar Anna meminta Bella berbicara pada intinya.


"Bisakah kau tenang Anna, jangan terlalu tergesa-gesa," ucap Bella menatap Anna dengan senyum pahit terlihat diwajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu mendengar omong kosong mu yang lain. Jadi, cepatlah."


__ADS_2